BE WRITER SANTRIWATI LA TANSA

Gol A Gong Pendiri Rumah Dunia dan Ketua FTBM Indonesia berpose dengan santriwati kelas menulis “Be Writer!” di Ponpes La Tansa, Jum’at (5/3), yang dikelilingi gunung. Kata Gong, “Ini adalah pesantren impian!”

MIING BAGITO KE CIPANAS

Hari demi hari “Kosala Library” jadi pusat perhatian orang-orang pentig asal Lebak. Pada Kamis (11/3), Dedi Gumelar yang dikenal sebagai Miing Bagito berkunjung. “Seni harus dimasyarakatkan di Lebak lewat perpustakaan. Ini adalah kecerdasan majemuk. Anak-anak jangan dipaksakan harus pintar di matematika atau fisika, misalnya!” kata Miing bersmangat

MAJALAH INTERNAL LA TANSA

INTERNAL – Di Ponpes La Tansa, tradisi menulis sudah terbangun positif. Para santri diberi keleluasaan mengelola Majalah La Tansa, yang berdiri pada tahun 2001. Majalah La Tansa terbit setiap 6 bulan sekali. “Untuk internal di pondok,” kata Ustadz Encep Abdul Rasyid (24)

PENGGERAK LITERASI LOKAL

KH. Soleh Rosyad, S. Ag. MM (ka) pengasuh Ponpes La Tansa ternyata piawai menulis. Dia penggerak literasi di La Tansa. Dia memberikan kenang-kenangan buku “Kiprah Kiyai Enterepreneur” kepada Gol A Gong  “Buku ini adalah cetakan kedua dan sudah terjual sebanyak 6000 eksemplar,” kata KH. Soleh. Ini adalah buku perdananya. “ Setelah bertemu Gol A Gong, saya jadi bersemangat menulis novel islami. Banyak ide di kepala saya!”  tambahnya, yang juga Koordinator Perguruan Tinggi La Tansa.

“BE WRITER!” LA TANSA

Gol A Gong (ki) memberikan buku “Aku Anak Matahari” kepada Pimpinan Ponpes La Tansa, KH Adrian Mafatihullah Kariem, S. Ag. MA (ka) didampingi oleh pengasuh KH. Soleh Rosyad, S. Ag. MM serta Ketua Panitia “Be Writer!” La Tansa, Dzakiyah Darajat dan suaminya, Supryayuda..KH Adrian mengatakan, “Kegiatan ‘Be Writer’ adalah kegiatan positif. Apalagi diberikan selama 4 kali pertemuan!”  Sebelumnya Asma Nadia, Parni Hadi, Danarto, dan Boim Le Bon sudah datang ke La Tansa.

advert

Tags Kata

Gonjlengan

BE A WRITER: DARI YANG REGULER HINGGA EXCLUSIVE”

Pingin jadi pengarang? Penuli skenario? Jangan pusing-pusing. Untuk mengisi liburan pelajar/mahasiswa, yuk, kita isi dengan kegiatan bermanfaat.

Full Story | May 20th, 2010

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa*
Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari tabung [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong
MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak mengganggu [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK
I.
“ora et labora”
di pertigaan jalan menuju rumah
beberapa tukang becak menyemadikan nasib
: bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha
- memejam di tempat duduk
masingmasing-
II.
“nrimo ing pandum”
kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan
begitu saja kepada puingan matahari dan purnama
mereka mengabadikannya sebagai penanda becak
yang telah menerima dan menemukan kesadaran bahwa
lapar dan haus adalah
foto-doa
III.
“kerja adalah ibadah”
di sisi adzan,
kretek [...]

Full Story | July 18th, 2010