ANEKA JAJANAN KAMPUNG

advert

Jajanan kampung 4

Aneka jajanan kampung menggugah rasa. Lidah kampung yang sudah mencicipi aneka wisata kuliner, tetap saja kembali ke jajanan kampung. Satu tampah isinya aneka rasa; kroket, bacang, nasi uduk, pisang goreng, bakwan, cilok, dadar gulung, bihun, tempe kering, tahu gejrot. Ini adalah semanat berdikari dari wong cilik. Mereka bertahan hidup dengan cara sederhana turun temurun. Tidak perlu modal besar jutaan rupiah bahkan milyaran rupiah, tapi terus kontinyu dengan modal sekitar Rp.200.000,-/tampah. Pulang membawa untung antara Rp. 20.000 – Rp. 50,000,- dengan rasa syukur. foto (RDcom)

Share

Leave a Reply

advert

Gonjlengan

Istana Komik

Saat saya merehabp dan merapihkan rak serta buku di “Rumah Dunia Library”, tiba-tiba saya menemukan beberapa komik. Itu yang tersisa. Ada komik “Mahabharata” yang sudah tidak komplit lagi. Dan beberapa komik ala Manga import dari Jepang. Tiba-tiba saya ingin sekali membangun gedung perpustakaan baru dan nanti saya namai: Istana Komik. Tapi darimana uangnya? Saya berandai-andai […]

Share

Full Story | December 10th, 2014

Kuliner

Kuliner Banten Berbumbu Kacang

Serang–Yang paling menarik dari Restoran H. Nasir adalah letaknya yang kurang lebih hanya 100 meter dari stasiun kereta api Kota Serang. Bagi teman-teman yang berasal dari luar kota Serang dan menempuh perjalanan menggunakan kereta api, keluar saja dari gerbang stasiun lalu belok ke arah kanan, selusuri sepanjang jalan Kitapa dan di nomor 118 itulah restoran […]

Share

Full Story | August 27th, 2014

advert

Traveling

Kenangan Bersama Gol A Gong

Sore itu, 18 Februari 2014, bersama Pahala Kencana, saya melaju ke Serang, Provinsi Banten. Seumur-umur, baru pertama kali, pergi jarak jauh dengan naik bus, karena dalam kesempatan yang berbeda, lebih nyaman naik kereta api. Barangkali saya termasuk sosok ‘jadul’, jarang bepergian yang berjarak lumayan jauh—keluar Jawa Tengah—, kalaupun “terpaksa” pergi, ya dengan naik kereta api, […]

Share

Full Story | November 28th, 2014

advert

Cerpen

Bebaritan

Oleh Ardian Je   Mata Rizal terus bergerak ke kanan-kiri, mengekori tubuh Mak yang mondar-mandir antara dapur dan pendaringan, tempat bersemayamnya gentong penampung beras dan membakar kemenyan di setiap Ahad dan Kamis malam, bakda salat magrib. Beribu pertanyaan berkelebatan di kepala kecilnya, seperti pendar kekunang di halaman belakang rumahnya saat gelap menjadi teman bumi. Namun […]

Share

Full Story | August 15th, 2014

Novel

Tembang Kampung Halaman [9]

BAB lll — DI KAMAR NOMOR SEMBILAN — IPULtergopoh-gopohturun dari becak sambil membopong tubuh perempuan. Dia disambut oleh Mardi dan Ramli dengan beribu pertanyaan. Antara keheranan dan menyudutkan. Tanpa menjawab dulu Ipul langsung membawa Maisaroh ke kamarnya, kamar nomor sembilan. “Cepat ambil air hangat!” Mardi memerintah Ramli. “kamu apakan dia, heh?!” bentaknya gusar pada Ipul. […]

Share

Full Story | July 20th, 2014

Puisi

Andai Aku Bisa Bicara

Proses kreatif menulis sajak ini, ketika sepulang dari bekerja di RCTI, aku berjalan-jalan menghirup udara segar di halaman belakang rumah, dimana Rumah Dunia berada. Saat itu sekitar tahun 2002. Aku kaget dan marah, begitu melihat buku-buku tua (album cerita bergambar) tergolek robek di antara batang-batang pohon pisang. Aku mencari istriku – Tias Tatanka. Aku katakan […]

Share

Full Story | December 18th, 2014