AJAKAN BERBAGI, KHUTBAH JUM’AT YANG MENGGETARKAN

advert

Emye 3AJAKAN BERBAGI, KHUTBAH JUM’AT YANG MENGGETARKAN
Oleh: Ahmad Mukhlis Yusuf

Pada hari Jumat (27/11) di Bandung yang udaranya sejuk itu, aku merasakan isi khutbah Jumat yang menggetarkan hatiku di Masjid Al Azhar, daerah Kelurahan Sederhana. Masjid itu terletak sekitar 150 meter dari rumah mertuaku. Aku berada di Bandung merayakan Hari Raya Iedul Adha. Tahun ini, kami sekeluarga Sholat Ied di Bandung.

Penyampai khutbah adalah seorang tuna netra. Beliau menyampaikan uraian tentang makna Ibadah Qurban dengan sangat menarik, terutama tentang komitmen kita untuk ikhlas berqurban demi tujuan hidup yang lebih besar dan sejati.

Beliau menyampaikan ajakan untuk meraih kebahagiaan spiritual sebagai kebahagiaan tertinggi, bila kita lebih banyak memberi dan berbagi, ketimbang mengharap menerima. Ada kebahagiaan pada nurani kita bilamana kita lebih banyak memberi, demikian katanya.

Aku merasakan getaran kuat karena kata-katanya meluncur penuh makna dengan artikulasi sekelas dengan salah satu komunikator terbaik di negeri ini yang aku kagumi, Jalaludin Rahmat. Ajakannya untuk berbagi kepada sesama manusia membuat jamaah yang hadir, yang umumnya tidak ada yang tuna netra, terdiam menyimak khusyu.

Teman, seorang tuna netra mengajak kita berbagi, padahal boleh jadi sebagian dari kita sering iba melihat mereka. Padahal, dalam perbincanganku dengan para tuna netra sebelumnya, mereka tidak ingin dikasihani. Mereka hanya berharap mendapat kesempatan.

Setelah shalat Jumat selesai, aku menghampirinya dan mengajaknya berkenalan. Nama beliau adalah H. Aan Zuhana, tinggal di Cibeber, Cimahi, Bandung. Beliau menyapaku dengan ramah, alhamdulillah harapanku berkenalan disambutnya dengan baik.

Aku mendapat nomor selular dan kartu namanya, karena aku tidak membawa handphone aku berjanji akan mengirimkan nomor selularku. Kukatakan, suatu waktu aku ingin berkunjung. Aku yakin, dari menyimak isi khutbahnya, beliau seorang yang amat berilmu.

Beliau mengajakku untuk mampir siang itu, selepas sholat Jumat. Beliau bilang di rumahnya ada acara bersama teman-teman tuna netranya. Aku memohon maaf tidak dapat mampir siang itu karena sudah ada janji lain. Dalam hati, aku mau mencari teman wartawan yang luang untuk mampir kesana.

Alhamdulillah, ternyata teman wartawan ANTARA ada yang luang. Namanya Ajat. Ajat meluncur kesana. Menurut Ajat, ada lebih dari 400 tuna netra berkumpul di kediaman Pak Aan dan memperoleh ceramah motivasi sekaligus makan siang dari Pak Aan. Para tuna netra tersebut berasal dari berbagai wilayah di Bandung dengan ragam profesi; guru, PNS, wiraswasta, karyawan swasta dan mengelola usaha pijat tradisional.

Menurut Ajat, banyak diantara tuna netra datang dengan pasangan masing-masing. Banyak diantara mereka juga mendapat pasangan yang tidak tuna netra. Subhanallah. Ya Allah, Engkau Maha Berkehendak.

Ternyata betul keyakinan saya saat menyimak khutbah Pak Aan bila beliau orang yang berilmu dan luar biasa. Menurut Ajat, Pak Aan adalah Ketua DPP Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI) yang amat dihormati lingkungan dan teman-temannya.

Temanku, banyak orang-orang luar biasa di sekeliling kita. Tidak semua dikenal publik, karena tidak tersentuh media dan publikasi. Mereka bukan pejabat publik atau selebritis yang menarik buat media. Namun, banyak tindakan mereka sungguh luar biasa, seperti yang dilakukan Pak Aan ini. Mereka tetap berkarya.

Semoga Allah SWT meridhai ikhtiar kebaikan yang dilakukan Pak Aan dan orang-orang lain yang memiliki ikhtiar sejenis, amien.

Salam,
Emye

Share

2 Responses to “AJAKAN BERBAGI, KHUTBAH JUM’AT YANG MENGGETARKAN”

  1. Gola Gong Says:

    Subhanallah. Saya jadi ingat saat kuliah di Unpad (1982) dulu.
    saya sering berkunjung ke Wiyta Gunana (panti tuna netra) di Jl. padjadjaran Bandung.
    saat itulah persentuhan pertama saya dgn para tuna netra.
    saya sering mengantar mereka pulang ke rumah. Luar biasanya, mereka hapal jalna pulang. Saya mermakai motor dan membonceng orang buta.. Saya bertanya, ‘Bagaimana caranya saya mengantar kamu pulang.’ Subhanallah, mereka memnadu saya dengan baik.
    Saya jadi teringat; kebenaran adalah yang bisa dilihat orang buta dan didengar orang tuli. Apakah kita mamou berhadapan denan sekualitas pengkhutbah buta seperti Ustad Aan itu? Dia mampu melihat kebenaran dengan matanya yang buta. sementara saya yang tidak buta, hanya mampu menggerutu. Saya juga ingin berkenalan dengan Ustad Aan. Semoga saya nanti memiliki waktu luang dan kesehatan untuk bepergian.

  2. hendra pratama Says:

    Ayo kobarkan ‘SEMANGAT MEMBERI’, memberi apa saja yang positif, berupa barang atau tindakan (lebih utama), berupa nasehat, pemikiran, pendapat yang membangun (lumayan tingkatannya), ataupun doa (ya… daripada gak beri apa2).
    Ayo tingkatkan ‘SEMANGAT TIDAK IRI’, jangan iri kalo liat tetangga beli mobil baru padahal sama2 PNS golongan biasa2 aja, jangan iri liat artis yang saling selingkuh dan saling melukai hati pasangannya, jangan iri ama tetangga dapat kiriman paket kurban padahal bukan mustahik…

Leave a Reply

advert

Gonjlengan

Kerja Literasi Anyer – Panarukan

“Indonesia adalah negeri budak. Budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain,” kata Pramoedya Ananta Toer. Pada 1809 dimulailah pembangunan Jalan Raya Pos, atau Jalan Anyer-Panarukan yang berjarak sekitar 1.000 kilometer yang digagas oleh Daendels. Sebuah jalan yang pada masanya menjadi rekor dunia sebab setara dengan jalan antara Amsterdam-Paris (Pramoedya, Jalan Raya Pos, Jalan […]

Share

Full Story | October 14th, 2014

Kuliner

Kuliner Banten Berbumbu Kacang

Serang–Yang paling menarik dari Restoran H. Nasir adalah letaknya yang kurang lebih hanya 100 meter dari stasiun kereta api Kota Serang. Bagi teman-teman yang berasal dari luar kota Serang dan menempuh perjalanan menggunakan kereta api, keluar saja dari gerbang stasiun lalu belok ke arah kanan, selusuri sepanjang jalan Kitapa dan di nomor 118 itulah restoran […]

Share

Full Story | August 27th, 2014

advert

Traveling

Backpackeran di Kota Sendiri

Serang–Weekend ini saya habiskan untuk jalan bersama Yehan Minara. Jalan ala backpacker meski tempat yang dituju tidak jauh dan tidak menggondol tas backpack seperti para backpacker pada umumnya. Saya dan Yehan hanya mengelilingi tempat di dalam kota. Wisata Seni Rupa Sabtu (11/10/2014), saya janjian dengan Yehan untuk mengunjungi Pameran Seni Rupa yang diadakan di eks […]

Share

Full Story | October 14th, 2014

advert

Cerpen

Bebaritan

Oleh Ardian Je   Mata Rizal terus bergerak ke kanan-kiri, mengekori tubuh Mak yang mondar-mandir antara dapur dan pendaringan, tempat bersemayamnya gentong penampung beras dan membakar kemenyan di setiap Ahad dan Kamis malam, bakda salat magrib. Beribu pertanyaan berkelebatan di kepala kecilnya, seperti pendar kekunang di halaman belakang rumahnya saat gelap menjadi teman bumi. Namun […]

Share

Full Story | August 15th, 2014

Novel

Tembang Kampung Halaman [9]

BAB lll — DI KAMAR NOMOR SEMBILAN — IPULtergopoh-gopohturun dari becak sambil membopong tubuh perempuan. Dia disambut oleh Mardi dan Ramli dengan beribu pertanyaan. Antara keheranan dan menyudutkan. Tanpa menjawab dulu Ipul langsung membawa Maisaroh ke kamarnya, kamar nomor sembilan. “Cepat ambil air hangat!” Mardi memerintah Ramli. “kamu apakan dia, heh?!” bentaknya gusar pada Ipul. […]

Share

Full Story | July 20th, 2014

Puisi

Tiga Puisi Relijius Ahmad Solihin

Ahmad Solihin lahir 20 tahun yang lalu di kota kecil selatan Tangerang, tepatnya Ds.Ketapang, 4 Oktober 1993, dari pasangan Khotibul Umam dan Suhaeroh. Menempuh pendidikannya di SDN Ketapang ; MTs Darul Amal, Sumur Daon Rajeg; SMK N 5 Kab. Tangerang; dan Universitas Muhammadiyah Tangerang. Pernah di ponpes selama 2 tahun ketika di MTs. Serius menekuni […]

Share

Full Story | July 27th, 2014