Redaksi

Redaksi menatap masa depan

Redaksi menatap masa depan

I. PENGANTAR

Rumah Dunia adalah lini sosial Yayasan Pena Dunia, berakta notaris Fachrul Kesuma Dharma, SH, nomor 006, 12 Juni 2006. Rumah Dunia adalah “learning centre”; pusat belajar jurnalitsik, sastra, menggambar, teater, musik, dan film bagi anak-anak, pelajar, mahasiswa, bahkan umum. Rumah Dunia digulirkan sejak 2002.

Untuk mensubsidi kegiatan Rumah Dunia, selain dari sumbangan donatur perorangan, juga lembaga atau perusahaan. Selama ini timbal balik Rumah Dunia kepada para donator adalah dalam bentuk mensosialisasikan logo perusahaan atau lembaga mereka kepada publik lewat liflet, spanduk, dan adlip di setiap kegitan, serta di situs www.rumahdunia.net

Untuk membangun generasi baru yang mandiri dan memiliki jiwa kewirausahaan, maka Yayasan Pena Dunia membuat media informasi, seperti “Jurnal Rumah Dunia” dan tabloid “Kaibon”. Tapi keduanya sudah tidak terbit lagi, karena terbentur biaya produksi yang tinggi. Kini di era teknologi informasi Rumah Dunia kembali membuat penerbitan dalam on line atau situs, yang biaya produksinya lebih murah.

II. MAJALAH ON LINE

  1. Majalah on line ini bernama: www.rumahdunia.com.
  2. Tagline: “Spirit Banten Untuk Dunia”.
  3. Mengusung jurnalisme kritis
  4. Terbit setiap Senin.
  5. Up date berita Warta  Banten setiap hari.

III. TUJUAN

  1. Pelayanan kepada para donatur atau sponsor Rumah Dunia
  2. Unit usaha Yayasan Pena Dunia untuk mensubsidi Rumah Dunia
  3. Partisipasi dalam percepatan pembangunan Banten di bidang non-material.
  4. Menginformasikan peritiwa-peristiwa di Banten
  5. Sikap kritis agar terjadi perubahan ke arah yang lebih baik.
  6. Praktek jurnalistik

IV. REDAKSI

  1. www.rumahdunia.com dikelola para relawan Rumah Dunia, yang sudah malang melintang di pers lokal dan nasional.
  2. Susunan redaksi:

PEMIMPIN UMUM: Gol A Gong

PEMIMPIN REDAKSI: Langlang Randhawa

REDAKTUR PELAKSANA: Rimba Alangalang

REDAKTUR: Firman Venayaksa, Gading Tirta, Muhzen Den,  Roy Goozly

WARTAWAN SERANG:  Fery Setiawan, Abdul Salam HS, Ahmad Wayang, Awi Suling, Harir Baldan, Lanang Sejagat. WARTAWAN CILEGON: Beni Hendriana, Rahmat Heldy HS, Rama Safra’I Rachmat. WARTAWAN TANGERANG: Shakti Ahmadi, Fety Fatiha. WARTAWAN LEBAK: RG Kedungkaban

KONTRIBUTOR:   Herli Salim (Australia), Lawang Bagja (Dubai), Dedi Sugih (Qatar), Adkhilni M. Sidqi (Jakarta), Dedi Mulyadi Sugih (Qatar)

ARTISTIK: Piter Tamba

WEBMASTER:  Adi S. Bustaman, Noval Y. Ramsis

IKLAN: Tias Tatanka, Pramitha Gayatry

SEKRETARIS REDAKSI: Nadrotul Ain

DEWAN REDAKSI: Gol A Gong, Toto ST Radik, Firman Venayaksa, Halim HD, Ahmad Mukhlis Yusuf, Prof. DR. Yoyo Mulyana, DR. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc. Ibnu Adam Aviciena

V. HONOR TULISAN

Redaksi menerima tulisan berupa essay (6000 karakter), cerita pendek (6000 – 8000 karakter), dan puisi (Minimal 5 puisi). Setiap tulisan yang dimuat mendapatkan honorarium. Essay dan cerpen Rp. 50.000,- serta puisi Rp. 25.000,- Untuk essay kirim lewat email ke essay@rumahdunia.com, cerpen ke cerpen@rumahdunia.com, dan puisi ke puisi@rumahdunia.com. Jangan lupa sertakan biodata singkat, nomor rekening bank, dan foto diri. Tetap semangat menulis.

Semoga kami bisa mengemban amanah sebagai insan-insan pers di tatar Banten ini. Semoga juga seluruh pihak terkait bisa membantu proses pencarian berita/tulisan dari wartawan kami, agar keredaksian  berjalan lancar. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Serang 1 November 2009

Heri Hendrayana Harris

(Gol A Gong)

Ketua Yayasan Pena Dunia

  • Share/Bookmark
advert

Tags Kata

Gonjlengan

MENGOPTIMALKAN POTENSI TAMAN BACAAN MASYARAKAT

Oleh Gol A Gong
Beberapa kali saya kedatangan tamu yang selalu minta diajari membuat proposal pembuatan taman bacaan masyarakat. Mereka adalah para mahasiswa. Mereka menduga, bahwa saya mendirikan taman bacaan masyarakat bernama Rumah Dunia dengan membuat proposal. Saya katakan kepada mereka, bahwa Rumah Dunia tidak dibangun dengan proposal, tapi dengan kata-kata. Juga Rumah Dunia tidak dibangun [...]

Full Story | February 21st, 2010

Banten Kuliner

MAKANAN TRADISIONAL SERABI GURIH DAN ALAMI

SERABI GURIH DAN ALAMI

Oleh: Rama

Di pinggir jalan Bayangkara Sumampir Cilegon, atau tepatnya di depan Lapangan Bola Sumampir, Husen (50thn) tengah mendirikan sebuah tenda dagangannya dengan menggunakan terespal yang disangga oleh 4 batang kayu. Tenda sederhana berwarna biru itu cukup sederhana, hanya cukup melindungi dari sinar matahari ataupun air hujan yang tiba-tiba turun. Sementara Elia, istri [...]

Full Story | February 8th, 2010

advert

Wisata Banten

PEMANDIAN CIPANAS SEHAT DAN SEGAR

LEBAK – Selain mimpi jadi kota pelajar, Lebak yang belum lama berusia 181 tahun ini juga rupanya menyimpan banyak keindahan alam. Saya belum lama ini sempat coba-coba menelisik, mengunjungi dan menikmati bahkan tadinya ingin menjamah semua tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Lebak, baru sebagian saja sih, mengingat beberapa tujuan wisata masih cukup jauh dan [...]

Full Story | December 27th, 2009

advert

Cerpen

BABI NGEPET BUKU

Cerpen Langlang Randhawa*
Alkisah, Banten punya taman budaya yang megah. Gedung berlantai lima yang berdiri di atas tanah bekas gedung kegubernuran Banten itu ramai dengan diskusi mengalahkan hiruk-pikuk mall-mall. Selain berada di jantung kota dan mewah, fasilitasnya pun mengalahkan Gedung Putih Amerika; kenyamanan, keamanan, pelayanan, dan kebersihan sangatlah terjaga dan tertata. [...]

Full Story | March 9th, 2010

Novel

SEGERA “TEMBANG KAMPUNG HALAMAN” KARYA GOL A GONG

Nantikan di bulan Februari 2010, cerita bersambung “Tembang Kampung Halaman”  karya Gol A Gong – dulu Gola Gong. Cerita ini pernah dimuat di majalah HAI  tahun 1990-an dan diterbitkan jadi buku mungil oleh Gramedia. Menceritakan anak-anak kampung dari kampung yang agraris di wilayah pesisir utara, lalu mengalami perubahan sosial.  Mimpi-mimpi dilontarkan setinggi bintang dan ada [...]

Full Story | January 21st, 2010

Puisi

PUISI-PUISI DEA ANUGRAH

KEPADA PISAU

airmatamu mengalir
sampai jauh
pelan pelan menghampir kesunyianku.
***

BLUES BUAT PEREMPUAN R
di kotaku. di kotaku yang jauh ini
selalu kutemukan kilau senyummu
pada lampu lampu jalan, pada bau malam yang khas
juga pada dingin angin pelabuhan.
padahal hidup
hanya menunda kekalahan
seperti payung
yang perlahan lahan sobek
dikoyak moyak angin kencang jelek.
di kotaku.
di kotaku yang jauh ini
aku selalu mengingat senyummu
meski hidup hanya serupa
payung [...]

Full Story | March 9th, 2010