JADIKAN ALQURAN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP

advert

CIPANAS—Kita sepakat bahwa alquran turun ke bumi pada tanggal 17 Ramadhan. Salah satu mukjizat Allah yang ditujukan pada Nabi Muhammad SAW Sebagai kalifah di muka bumi ini untuk membimbing umatnya. Maka sudah semestinya kita sebagai umatnya memanfaatkan momen yang amat istimewah itu dengan memperbanyak pahala.

CIPANAS-Ratusan santri memadati masjid Al Jumhuri Ponpes Al Farhan, Selasa (31/8). Kegiatan itu dalam rangka refleksi nuzulul quran atau turunnya alquran yakni, tiap pada 17 Ramadhan. Santri yang terdiri dari SMA dan SMP itu tampak khusyu mendengarkan lantunan ayat-ayat suci alquran dan sholawat Nabi Muhammad SAW yang dikumandangkan oleh beberapa rekannya.

Pimpinan Ponpes Al Farhan KH. Holil Abdul Kholik dalam ceramahnya mengajak kepada kaum muslim untuk memperbanyak baca alquran di bulan Ramadhan. Karena, lanjutnya, alquran salah satu mukjizat Allah SWT yang hanya ada di bulan Ramadhan selain malam lailatul qadar. “Kalau amal ibadah dilipat gandakan itu sudah pasti. Tetapi yang utamanya adalah barokah bagi muslim yang rajin membaca alquran di bulan Ramadhan,” kata Holil.

Sebaliknya, tambah Holil, bagi muslim yang tidak pernah membaca alquran akan mendapat dosanya tiap waktu dan dilaknat Allah SWT. “Maka tak ada alasan apapun untuk tidak membaca alquran terlebih di bulan Ramadhan,” tambahnya.

Kendati begitu, Holil mengakui, untuk membaca alquran itu tidak mudah. Harus mengikuti sesuai aturan dan ketentuannya. “Solusinya ya mesti belajar. Karena, kalau tidak bisa membaca alquran sholat seseorang tidak akan diterima. Sedangkan sholat adalah salah satu rukun islam dan membaca alquran merupakan bagian rukun iman,” tegas Holil.

Pada kesempatan yang istimewah itu tampak hadir, Dirut Ponpes Al Farhan Deden Zaenul Farhan, Ketua DPRD Lebak Ade Sumardi, anggota DPRD Kota Serang Abdurohman, guru, ustad, toko masaryarakat, dan wali santri.

Ade Sumardi mengatakan, Ponpes Al Farhan terbilang muda tetapi soal kualitas, santri Al Farhan mampu bersaing dengan ponpes yang ada di Kabupaten Lebak. “Al Farhan satu-satunya Ponpes yang tidak diberi dan menerima sumbangan dari Pemda Lebak. Akan tetapi, potensi santrinya luar biasa berbagai turnamen yang sering diikuti selalu mendapatkan prestasi,” ungkap Ade seraya mengatakan, semoga lulusan Al Farhan menjadi penerus bangsa dan negara ini. (Harir Baldan)

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010