GARIS SANTUNI DHUAFA DAN ANAK YATIM

advert

Ketua Pelaksana Garis, Abdul Rosyid memberi bingkisan pada Pimpinan Ponpes Al-Aqsho KH. Ombik Sobri

LEBAK – Gabungan Remaja Islam Bekasi (Garis) menggelar bakti sosial (baksos) di Ponpes Al Aqsho di Kampung Hamberang, Luhur Jaya, Cipanas, pada Sabtu (31/7). Dalam aksinya, Garis memberikan bantuan berupa sembako, baju layak pakai, alat tulis sekolah, serta santunan kepada sekitar 100 jompo dan 100 anak yatim.  Ketua pelaksana kegiatan Garis Ustad Abdul Rosyid dalam sambutannya menyampaikan, maksud kunjungannya sebagai upaya mempererat tali silaturahmi sekaligus milad atau merayakan hari jadi Garis yang ke-6. “Karena Nabi (Muhammad Saw) mengajarkan kepada kita untuk saling berbagi bahagia,,” ujarnya. Dikatakan, baksos merupakan program tahunan yang biasa diselenggarakan dan selain kegiatan mingguan. “Kami lebih sering ke Bekasi dan juga lebih pernah ke Sukabumi,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Umum Garis Ustad Maulana Alhamdani mengungkapkan, komunitasnya tidak hanya bergerak dibidang sosial, ekonomi, tapi juga Pendidikan. “Selain santunan kami pun memberikan pengobatan ala Nabi atau tibunabawi dan ramuan Herbal,” imbuhnya.
Ia juga berharap semoga baksos ini dapat membuka dan menggugah hati para tokoh masyarakat setempat peduli terhadap sesama. “Mungkin di Desa ini juga ada yang mampu secara ekonomi,” jelas Maulana seraya mengatakan, pihaknya juga memberikan sumbangan untuk pembangunan Ponpes Al Aqsho sebesar Rp. 500 ribu. Pimpinan ponpes Al-Aqsho KH. Ombik Sobri menyampaikan apresiasinya dan ucapan terimakasih atas kepedulian yang dilakukan Garis. “Semoga amal baik rekan-rekan Garis dibalas oleh Allah SWT,” ucap Ombik. [Harir Baldan]

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010