PETERNAK TELUH PUYUH BUTUH MODAL

advert

Suherman sibuk mengurus ternaknya.

LEBAK- Menggeluti usaha ternak bebek sudah dimulainya sejak tahun 1997, namun untuk ternak burung puyuh baru dilakoni Suherman lima bulan ini. Ide itu terbesit saat Herman, sapaan dari Suherman, pindah ke Kampung Hamberang, Cipanas. “Awalnya ternak bebek tapi lantaran tak berkembang saya jual dan beralih keternak burung puyuh,” katanya. Lelaki kelahiran Bandung, 5 Februari 1997 itu mengatakan, modal awalnya sebesar lima juta rupiah. Dari modal itu ia mendapatakan 300 ekor burung puyuh yang ia pesan dari Solo, Jawa Tengah. Lantaran menguntungkan, akhirnya ia menambah burung puyuh lagi sebanyak 200 ekor. “Sebagian modalnya saya dapatkan dari pinjaman rekan-rekan istri saya,” kata Herman.
Dikatakan, dalam sehari ia bisa memanen telur puyuh sebanyak 350 butir. Meski begitu, suherman masih tetap tidak mampu memenuhi kuota pesanan para pelanggannya. Karena setiap pemesan rata-rata meminta 400-500 butir telur. “Bahkan, saya sering kewalahan dengan permintaan yang tinggi itu,” ucap Herman seraya mengatakan pelanggannya tidak hanya dari Gajrug tapi, juga datang dari Jasinga dan Lewiliang-Bogor.
Ketika ditanya terkait cara pemeliharaan, Herman menerangkan, mengurus burung puyuh tak bedanya dengan hewan ternak lain. Sehari 3 kali mesti rutin memberi pakan ayam pur alias pokpan, pemberian vitamin dengan ukuran 10 mm untuk 20 liter air dengan aturan 2 kali sehari. “Pemberian vitamin penting untuk produktifitas telur,” kata Herman seraya mengatakan, faktor cuaca juga memengaruhi hasil telur. Herman beranggapan peternakan puyuh yang dikelolanya itu terbilang langka di Kecamatan Cipanas. “Semoga Pemda Lebak dalam hal ini Dinas Peternakan mau memberikan bantuan modal karena ini amat berpotensi kemandirian masyarakat,” Herman menambahkan. [Harir Baldan]

Share

2 Responses to “PETERNAK TELUH PUYUH BUTUH MODAL”

  1. Miftah Says:

    Wiii 500 ekor aja bisa menghasilkan 350 butir sehari telur, apalagi jumlahnya ribuan! terus si peternak juga kewalahan dalam memenuhi kuota pelanggannya! karena masing-masing pelanggan memesan sehari 400-500 butir telur. Subhanallah…ini potensi yang harus dicontoh dan dikembangkan. Bila saya punya modal saya siap untuk bantu dalam pengadaan burung puyuhnya. Gimana rekan-rekan pebisnins muda, setuju?

  2. Miftah Says:

    Bagi rekan-rekan pebisnis muda kalian bisa kembangkan modalnya bareng pak Herman atau bagi kalian yang lom gawe dan punya modal bisa mencontoh pak Herman! Ayo! siapa berminat?

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010