PETERNAK TELUH PUYUH BUTUH MODAL
langlang | Warta Banten | July 31st, 2010 | 2 Comments »
LEBAK- Menggeluti usaha ternak bebek sudah dimulainya sejak tahun 1997, namun untuk ternak burung puyuh baru dilakoni Suherman lima bulan ini. Ide itu terbesit saat Herman, sapaan dari Suherman, pindah ke Kampung Hamberang, Cipanas. “Awalnya ternak bebek tapi lantaran tak berkembang saya jual dan beralih keternak burung puyuh,” katanya. Lelaki kelahiran Bandung, 5 Februari 1997 itu mengatakan, modal awalnya sebesar lima juta rupiah. Dari modal itu ia mendapatakan 300 ekor burung puyuh yang ia pesan dari Solo, Jawa Tengah. Lantaran menguntungkan, akhirnya ia menambah burung puyuh lagi sebanyak 200 ekor. “Sebagian modalnya saya dapatkan dari pinjaman rekan-rekan istri saya,” kata Herman.
Dikatakan, dalam sehari ia bisa memanen telur puyuh sebanyak 350 butir. Meski begitu, suherman masih tetap tidak mampu memenuhi kuota pesanan para pelanggannya. Karena setiap pemesan rata-rata meminta 400-500 butir telur. “Bahkan, saya sering kewalahan dengan permintaan yang tinggi itu,” ucap Herman seraya mengatakan pelanggannya tidak hanya dari Gajrug tapi, juga datang dari Jasinga dan Lewiliang-Bogor.
Ketika ditanya terkait cara pemeliharaan, Herman menerangkan, mengurus burung puyuh tak bedanya dengan hewan ternak lain. Sehari 3 kali mesti rutin memberi pakan ayam pur alias pokpan, pemberian vitamin dengan ukuran 10 mm untuk 20 liter air dengan aturan 2 kali sehari. “Pemberian vitamin penting untuk produktifitas telur,” kata Herman seraya mengatakan, faktor cuaca juga memengaruhi hasil telur. Herman beranggapan peternakan puyuh yang dikelolanya itu terbilang langka di Kecamatan Cipanas. “Semoga Pemda Lebak dalam hal ini Dinas Peternakan mau memberikan bantuan modal karena ini amat berpotensi kemandirian masyarakat,” Herman menambahkan. [Harir Baldan]





August 1st, 2010 at 4:26 pm
Wiii 500 ekor aja bisa menghasilkan 350 butir sehari telur, apalagi jumlahnya ribuan! terus si peternak juga kewalahan dalam memenuhi kuota pelanggannya! karena masing-masing pelanggan memesan sehari 400-500 butir telur. Subhanallah…ini potensi yang harus dicontoh dan dikembangkan. Bila saya punya modal saya siap untuk bantu dalam pengadaan burung puyuhnya. Gimana rekan-rekan pebisnins muda, setuju?
August 1st, 2010 at 4:38 pm
Bagi rekan-rekan pebisnis muda kalian bisa kembangkan modalnya bareng pak Herman atau bagi kalian yang lom gawe dan punya modal bisa mencontoh pak Herman! Ayo! siapa berminat?