BANTEN BANGKIT DI LENTERA QOLBU PANDEGLANG
Gola Gong | Warta Banten | July 30th, 2010 | 1 Comment »
Ternyata keinginan Banten Bangkit dari ketertinggalan dalam segala hal, infrastruktur seperti jalan, gedung sekolah, dan taman budaya Banten seperti yang dituntut para seniman sudah tersaring di buku “Banten Bangkit #1: Saatnya Otak, Bukan Otot”.
Kini “Banten Bangkit” menjadi spirit wong Banten yang menginginkan perubahan. Apalagi ketika rencana pembangunan rumah dinas gubernur Banten sebesar Rp. 126 Milyar, yang akan merobohkan gedung Setda di belakang Gedong Negara, menuai protes dari berbagai kalangan. Tak ada satupun warga Banten yang menginginkan rumah dinas gubernur dibangun sekarang. Skala prioritas harus diberlakukan. Lebih baik gedung sekolah, jalanan, gedung kesenian, dan gedung perpustakaan yang dibagnun. Setelah itu, barulah rumah dinas gubernur. Kepentingan orang banyak harus didahulukan.<p>
Kondisi itu ternyata membuat komunitas baca “Lentera Qolbu” Pandeglang dan Kumandang Banten menyikapinya dengan menggelar bedah buku ”BANTEN BANGKIT #1: SAATNYA OTAK, BUKAN OTOT”, Minggu 8 Agustus 2010, pukul 14.00-16.00 WIB. Tempatnya di Lentera Qolbu, Jl.Raya Labuan KM 2, Ciekek Melati No.2 (depan pertigaan Kadomas) Pandeglang. ”Siapa saja boleh datang,” jelas Fitri Suciawati, yang bergabung menulis di buku ”Banten Bangkit #2: Membangun Peradaban Baru” yang diterbitkan Gong Publishing. ”Jangan lewatkan. Sebelum puasa, kita diskusi dulu. Nara sumbernya mumpuni, yaitu Embay Mulya Syarief, Gandung Ismanto, dan Gol A Gong,” tambah Fitri. (Jang RuDun)





October 4th, 2010 at 1:42 am
ayo bangkit lah!!! banten ber satu!!!