TAMAN BACA QI FALAH DIRESMIKAN
langlang | Warta Banten | July 29th, 2010 | No Comments »
LEBAK- Bagi masyarakat yang ingin membangun taman baca haruslah melihat kondisi masyarakat sekitar. Jangan asal mendirikan begitu saja demi mendapatkan bantuan dari pemerintah. Hal dimaksudkan agar kehadiran taman baca memang dibutuhkan warga di sekitar taman baca tersebut. Jika masyarakat sudah merasa membutuhkan akan keberadaan taman baca, maka keberlangsungan taman baca akan awet dan tidak ditinggal para pembacanya. Ada atau tidak ada bantuan, maka taman bacaan itu akan terus hidup karena memang dibutuhkan. Hal itu dipaparkan pendiri Rumah Dunia sekaligus Ketua Taman Baca Nasional Gol A Gong pada acara Dialog Publik sebagai salah satu rangkaian acara temu kangen alumni serta peresmian Taman Baca Qi Falah yang berada di areal Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Cikulur, Lebak, pada Selasa (27/7) dengan tema Eksistensi Taman Baca Dalam Mendukung Lebak Sebagai Kota Pendidikan. ”Jika taman baca sudah dibutuhkan, selanjutnya si pemilik taman baca harus rela jika tempatnya bakal didatangi banyak orang dan buku-bukunya berantakan,” ujar Gong. ”Di Rumah Dunia, buku bisa robek oleh anak-anak. Mereka jangan dimarahi. Tinggal diberi pengertian bahwa buku itu berharga. Terus dan terus sehingga mereka sendiri sadar bahwa buku itu sangatlah berharga,” imbuh Direktur Gong Publishing ini.
Hal senada juga diungkapkan wakil ketua komisi B DPRD Kabupaten Lebak A. Erwin Komara Sukma. Erwin menjelaskan bahwa buku adalah gudangnya ilmu. Meski demikian gudang tersebut akan didatangi orang jika minat mereka sendiri sudah tumbuh. Meski demikian, Erwin menambahkan, minat baca harus ditumbuhkan secara perlahan-lahan karena tanpa sadar manfaat membaca itu sangatlah banyak. Erwin mengakui, bahwa kebiasaannya membaca selama ini membawa manfaat baginya. ”Jika saya dulu tak banyak membaca, mungkin saya tidak bisa duduk di kursi dewan hingga seperti saat ini,” Ujar Erwin. Sementara itu keberadaan Taman Baca Qi Falah sendiri sebenarnya sudah berjalan setahun lalu. Setelah dirasa efektif berjalan karena menggandeng dinas-dinas terkait serta taman bacaan yang lebih dulu berkiprah semisal Rumah Dunia, maka Taman Baca Qi Falah pun diresmikan. Setidaknya itulah yang diungkapkan Ido Nardallah selaku ketua panitia. ”Keberadaan taman baca Qi Falah ini diharapkan bisa merangsang minat baca siswa. Baik di lingkungan pesantren atau juga warga sekitar,” Ujar Ido. Terkait dengan wacana Lebak sebagai Kota Pendidikan, di sela-sela kedatangannya saat berakhirnya acara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Ade Nur Hikmat mengungkapkan, keberadaan taman baca di Lebak selayaknya mendapatkan dukungan dari pemerintah karena sebenarnya mereka sudah melakukan kontribusi membantu pemerintah. Sementara itu soal kontribusi yang akan diberikan Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak sendiri, Ade menuturkan, bahwa yang disebut dengan kontribusi tidak semata berupa uang melainkan juga dukungan dalam hal program yang sesuai dengan cita-cita meningkatkan minat baca. “Bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional kemarin, kami sudah mencanagkan Lebak Membaca,” ujar Ade. “Nantilah, Dinas Pendidikan akan ikut menyumbangkan buku,” imbuh Ade. [Langlang Randhawa, Wakil Presiden Rumah Dunia]




Leave a Reply