CARA PALING MUDAH PUNYA BUKU

CILEGON-Mungkin banyak orang yang ingin membuat sebuah tulisan dan dibukukan. Lebih jauh dari itu, penulis berharap buku yang sudah diterbitkan itu bisa menjadi buku yang laris manis. Atau bahasa populer sekarang adalah buku best seller. Namun bisakah semua orang melakukannya?

Keinginan memiliki buku seperti itu juga diungkapkan oleh Eli Awaliah, salah satu peserta acara Be A Writer, Writing Class with Gol A Gong yang berlangsung Sabtu (26/6) lalu di Hotel Sari Kuring Indah. Acara bertajuk Be A Writer, Writing Class with Gol A Gong, atau bisa disebut dengan kelas menulis bersama Gol A Gong, seorang penulis nasional yang sudah menerbitkan puluhan buku.

Eli mengatakan, sudah beberapa kali menulis tetapi tidak pernah diterbitkan dalam bentuk buku. Dengan mengikuti Be A Writer, Eli berkesempatan membukukan cerita pendeknya dalam sebuah antologi yang akan diterbitkan pada 4 Agustus nanti. “Senang sekali saya bisa mengikuti acara ini. Banyak ilmu tentang mengarang yang saya dapatkan, selain apa yang pernah dulu saya pelajari,” ujar guru sebuah SD di Cilegon ini, Sabtu (26/6).

Hal yang sama juga dikatakan Dety Anggraini Sumarsono, yang menjadi peserta Be A Writer. “Niat saya ikut acara ini memang pengen bisa nulis. Saya juga pengen punya novel sendiri,” ujarnya sumringah.

Dikatakan Gol A Gong, acara Be A Writer ini adalah salah satu cara mudah memiliki buku. Dengan mengikuti Be A Writer, maka mereka yang sudah bisa menulis dan memilki karya akan segera dipublikasikan oleh Gong Publishing. Dan bagi yang belum bisa, maka Gol A Gong bersedia membimbingnya sampai cerpen layak muat dan dibukukan.

Gong Publisihing adalah penerbit lokal Banten, yang bertekad akan memberikan kesempatan bagi warga Banten yang suka menulis dan menginginkan karyanya menjadi buku, serta dipasarkan di toko buku terkenal seperti Gramedia dan Tisera.

Bagi masyarakat Banten, lahirnya penerbit Gong Publishing di bumi Banten menjadi semacam angin segar bagi mereka yang mengalami banyak kendala dalam menerbitkan sebuah karya ke dalam buku, apalagi untuk sampai tembus ke pasar nasional. Hanya beberapa orang saja yang sudah melakukannya.

Gol A Gong menyatakan, dengan banyaknya buku yang terbit, maka tradisi menulis di Banten yang pernah dilakukan pada masa Syaikh Nawawi akan bangkit kembali. Sehingga Banten yang dikenal dengan pelet dan jawaranya akan berubah menjadi Banten yang sarat dengan budaya literasi.

Gol A Gong, yang juga merupakan sebagai Direktur Gong Publishing, mengatakan sejumlah buku yang sudah diterbitkan Gong Publishing adalah Buku ”Melihat Tanpa Mata [Penghargaan Pada Inspirasi]” karya Abdul Latief, ”Membaca Banten, Membaca Indonesia” karya Iwan K. Hamdan, “Gilalova [Segila-gilanya Cinta] karya 25 penulis FLP Banten, “Tamasya ke Mesjid [catatan buruh migrant di Dubai] karya Jaya Komarudin Cholik, dan “Gadis Bukan Perawan” karya Jenny Ervina.

Khusus dua buku terakhir, ada sejumlah catatan penting. “Menurut Jaya Komarudin, sang penulis, peluncuran buku yang ditulis oleh TKI atau buruh migran, adalah yang pertama sepanjang Republik Indonesia mengekspor TKI ke Timur Tengah. Selama ini, peristiwa-peristiwa yang terungkap dari Timur Tengah adalah kisah pilu para TKI, yang ditindas majikannya,” ujar Gol A Gong.

Ia juga mengatakan hal serupa juga terjadi di Hsinchu, Taiwan, tempat Jenny Ervina, buruh migran asal Petir, Serang, bekerja. Buku “Gadis Bukan Perawan” menjadi perbincangan di Taiwan. Bahkan, buku “Gadis Bukan Perawan” akan diterbitkan penerbit setempat. Melalui chatting, Jenny menulis, ”Ini juga yang pertama di Taiwan, TKW seperti Jenny menulis buku. Bahkan Jenny ditawari jadi wartawan koran Indoswara di Taiwan!”

Jenny, seperti diungkapkan Gol A Gong, kini dipaksa menjadi ambassador Rumah Dunia di Taiwan. Tugas-tugasnya adalah menyebarkan virus literasi di kalangan buruh migran asal Indonesia di Taiwan.[Tohir]

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Full Story | July 18th, 2010