PUISI-PUISI SUMALA DJAJA

advert

Kembali Padamu

: sayyidah rabiah el a dawiah, abu nawas

…… aku hanya ingin engkau.

biarlah aku tidak dapat

syurga atau neraka.

aku hanya ingin memamandangmu.

(rabiah el a dawiah).

duhai Tuhan, aku tak layak

ke surgamu namun ku  tak sanggup

ke nerakamu. terimalah taubatku

dan ampunilah dosa-dosaku.

sesungguhnya engkau pengampun

dosa-dosa besar. (abu nawas)

aku datang padamu

sebab tak pernah kau menutup pintu.

cintamu memenuhi ruang hatiku

tentu hari-hari tak akan pernah sekarat.

maafkan atas kedunguanku

mengabaikan cintamu

atau lupa mengenangmu.

Kp. Halaman, 10 Pebruari 2010

***

Rindu Aku Pulang

: na’ah

segugur daun di padang

hatiku kerontang membaca rindu

terangkai di bisu smsmu.

malam menjadi ganjil

muram hati tak terperi

kau tak kunjung datang

tuturmu.

serupa smsmu yang masuk tiba-tiba

senyummu menyembul

dari lanskap kamar.

aku berkata-kata tanpa kalam;

sabarlah, sayang.

malam-malam yang lain pasti datang

seperti engkau yang tak pernah silam.

Kp. Halaman, 02-2010

***

Senandung Kesia-siaan

kiranya tak ada sesuatu  mampu

bersembunyi darimu

tentu saja kau telah membaca madah ini

jauh-jauh sebelum aku menggubahnya

menjadi lagu atau sebuah risalah.

namun biarkanlah aku mencari

dan merangkai untaian isi hati

meski darinya makna tak pernah aku temukan.

Kp. Halaman, 14-02-2010

***

Cahaya di Atas Cahaya;

El-Ghazali

Selengking dawai biola

dan denting piano yang memiuh telinga

Ingin senantiasa aku dalam dekapanmu

Tiada satu pun sepertimu

Tiada pula seindah dirimu

Kemana pun aku melangkah

Di situlah engkau

Engkau tersembunyi pada semua yang nampak

dan hadir dalam hati.

Dengan kasih sayang yang kau berikan

aku berusaha mengenalmu

Tak akan pernah kurasakan panas cinta

jikalau aku tak pernah menyentuhnya

Leburlah aku dengan api cintamu

Jika aku berjalan dengan cahaya

Itu adalah cahaya yang kau titipkan

Karena engkau hakikat cahaya

Kaulah cahaya di atas cahaya

Kampung  Halaman, 14 Okt-17 Nov 2009

***

Sumala Djaya lahir 25 Maret 1985, adalah anak petani yang menjalani keseharian untuk membaca dan menulis. Tulisannya berupa puisi dan cerpen tercecer di Fajar Banten dan Banten Muda Magazine. Tinggal di Kragilan-Serang. E-mail: malla_dj@yahoo.com.

***

REDAKSI menerima kiriman puisi 5-6 judul disertai biodata, alamat, foto diri, dan nomor rekening bank dalam satu file attachment ke puisi@rumahdunia.com. Puisi yang dimuat akan diberi honorarium sebesar Rp. 50.000,- per-edisi.

***

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010