YAYASAN KALPATARU PEDULI PENDIDIKAN DAN LINGKUNGAN
rumahdunia | Warta Banten | April 19th, 2010 | 1 Comment »
SERANG—“Berbagi kasih dengan sesama”, itulah kalimat yang meluncur dari bibir Martha Sinaga (51) Pendiri Yayasan Kalpataru ketika dikonfirmasi www.rumahdunia.com, Minggu (18/4) kemarin, di Rumah Dunia. Kalimat tadi sekaligus merupakan salah satu program kerja Yayasan Kalpataru yang beralamat di jalan Villa Nusa Indah blok G 1 Bekasi.
Kedatangan 6 relawan Yayasan Kalpataru ke Rumah Dunia dalam rangka berbagi dengan sesama. Acara tersebut turut dimeriahkan dengan lomba menggambar tingkat SD, baca puisi, dan penampilan musik anak jalanan. Seusai acara, puluhan anak dari lingkungan Ciloang dan Kubil Kota Serang itu mendapat bingkisan berupa buku dan alat tulis.
Menurut Martha Sinaga disela-sela acara, selain berbagi kasih dengan anak-anak, pihaknya juga peduli terhadap pendidikan. “Kami sangat tersentuh melihat kemiskinan yang melanda negeri ini (Indonesia: red). Ternyata masih banyak anak-anak yang belum mendapat pendidikan yang layak,” kata Martha.
Melihat kondisi itulah Yayasan Kalpataru didirikan pada tahun 1990, dengan jumlah 12 relawan yang rata-rata dosen. Meskipun hanya berjumlah 12 relawan, program kegiatan Yayasan Kalpataru terus bergulir selain bakti sosial juga peduli terhadap lingkungan. Kepedulian itu dipraktikkan dengan mendaur ulang barang-barang bekas menjadi barang berharga. “Sebagian perajinnya kami rekrut dari masyarakat setempat,” kata wanita berkaca mata ini. (Harir baldan)




December 6th, 2010 at 9:02 pm
Saya pengajar beberapa perguruan tinggi yang sangat concern terhadap pendidikan di Indonesia, terutama pendidikan Bahasa Inggris di sekolah baik di sekolah dasar , maupun sekolah menengah, dan tingkat atas. Yang saya perhatikan materi ini sangat kurang dikuasai oleh siswa2 kita. Bagaimana mereka dapat bersaing dalam era globalisasi untuk memenangkannya ? Saya sudah memulainya dari tahun 2002 dengan membuka kelas beasiswa untuk anak2 tidak mampu. .. Dapatkah saya bergabung dengan yayasan ini untuk lebih berkontribusi dalam peningkatan pendidikan anak Indonesia ?