DANU: SEKALI HIDUP HARUSLAH BERARTI

advert

Judul di atas adalah motto yang dijadikan landasan Danu Muchamad Syarifudin dalam meniti karir di bidang konveksi. Lelaki yang akrab di sapa Danu ini mengawali usaha konveksi pada pertengahan 2008. Atau persis ketika Danu duduk di bangku kuliah semester VII Universitas Pasundan (UNPAS) Bandung.

Danu yang bisa dikatakan serba kecukupan lantas tak membuat dirinya menggantungkan hidup pada kemapanan orangtuanya. Justru dengan keadaan ini dia memanfaatkan untuk berbisnis konveksi. Tak pelak dukungan dari orangtua pun mengalir. “Alhamdulillah, orangtua amat mendukung dengan usaha yang saya geluti ini,” kata mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan S2-nya di UNPAD Bandung ini.

Ide usaha ini timbul saat Danu berkenalan dengan Agus, yang berprofesi sebagai tukang jahit. Berangkat dari sanalah anak ke-4 dari 5 bersaudara ini menjajal bisnis konveksi. Dengan bermodalkan uang Rp. 350.000,-.  Danu sudah mendapatkan 15 kilogram bahan seperti Katun kombet, CVC, PE, dan TC. “Dari bahan itu menghasilkan 75 pcs kaos dengan keuntungan Rp. 750 ribu,” kata lelaki yang hobi main bola.

Status mahasiswa yang disandang tak memengaruhi Danu minder ataupun gengsi. Lagi-lagi peluang ini justru dimanfaatkan anak dari pasangan H. Ano Sukarna dan Hj. Yeni untuk memasarkan produk kaosnya kepada rekan-rekannya. “Kenapa mesti malu yang penting halal dan menghasilkan pengalaman,” tutur Danu yang saat ini tergabung dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa Cipanas (IKMC).

Seiring waktu, roda usaha yang dijalankan Danu terus berputar. Pelanggan demi pelanggan baik itu dari rekannya ataupun orang lain mulai berdatangan. Alhasil, pemesanan semakin bertambah. Untuk memuaskan para pelanggan Danu bekerja sama dengan rekannya dari Ponpes Gontor, Jawa Timur, Ilyas, yang juga berbisnis konveksi. “Pada 2009 saya dan Ilyas resmi membuka tempat di Parakan Saat, Bandung,” ujar Danu. Dari kerja sama ini, Danu memiliki 1 mesin jahit, 2 mesin obras, 1 mesin operdek, 1 mesin rantai dan seperangkat alat sablon. “Karena dengan memiliki mesin sendiri waktu pengerjaannya lebih efesien dan untuk menjaga kepercayaan serta kepuasan pelanggan,” terang mahasiswa jurusan Fakultas Ilmu Komunikasi ini.

Selain menerima pesanan Danu juga membuka toko di jalan Dipati Ukur, Bandung. Harga per kaos relatif terjangkau dari mulai Rp. 35 ribu, Rp. 25 ribu hingga Rp. 20 ribu. “Untuk saat ini produk yang kami pasarkan bermark ‘Kompack’. Rencananya kalau bisa tembus ke Distro-Distro akan kami ganti dengan label ‘Colektif’,” harapnya. Masih kata Danu, dirinya tak takut dengan persaingan yang ada sekarang. “Justru bersaing dengan orang-orang kreatif, membuat saya termotivasi untuk meraih ide,” tutupnya. Maju terus pantang mundur, Danu! (Harir Baldan).

Share

One Response to “DANU: SEKALI HIDUP HARUSLAH BERARTI”

  1. Harir Baldan Says:

    http://www.rumahdunia.com milik warga Cipanas?

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010