FKGS WARINGINKURUNG GELAR LOMBA KREATIVITAS
langlang | Warta Banten | April 1st, 2010 | No Comments »
SERANG- Forum Komunikasi Guru dan Kepala Sekolah (FKGS) Kecamatan Waringinkurung mengadakan rapat untuk menyambut Lomba Kreativitas Siswa (LKS), di gedung serba guna Kecamatan Waringinkurung pada (8/3), lalu.
Rapat tersebut tidak hanya dihadiri oleh seluruh panitia saja, tetapi dewan juri yang akan melakukan penilaianpun diundang untuk membahas kisi-kisi penilaian yang relefan di tingkat Kabupaten-Serang. Ahmad Naji selaku ketua FKGS meminta kepada seluruh dewan juru yang diundang akan tanggungjawabnya dalam hal penilaian. “Dari setiap penilaian ini diminta tanggungjawabnya,” katanya. Masih menurut Naji, “Dalam hal penilian saya minta dewan juri untuk memberikan penilaian seobyektif mungkin, dan selururus-lurusnya, sebab nantinya para pemenang akan mewakili Kecamatan Waringinkurung di tingkat Kabupaten” tegasnya.
Sementara ketua LKS, Abdul fatah meminta kepada seluruh panitia dan dewan juri untuk ikhlas dalam menyukseskan kegiatan ini. Sedikitnya cabang lomba yang akan diadakan 12 cabang lomba, di anataranya; Baca Tulis menghitung (Calistung), komputer, nyanyi solo, sinopsis, baca puisi, pidato bahasa jawa, pidato bahasa inggris, pidato bahasa indonesia, KTK, rumah adat, dll.
Tetapi, dari rapat yang dihasilkan dengan panitia LKS, sedikit ada jalan penerang untuk meminimalisir agar tidak terjadi kecurangan dalam hal penilian, sebab rata-rata dewan juri diambil dari tingkat SMP/MTs dan SMA di wilayah Kecamatan Waringinkurung. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.
Lomba yang diadakan pada tanggal 25 dan 27 Maret yang dihadiri hampir seluruh siswa- siswi se-Kecamatan Waringinkurung nampak antusias. Untuk lomba baca puisi, beberapa dewan juri yang didulat di antaranya; Rahmat Heldy HS (Penyair), Bambang (Ketua PGRI Kecamatan Waringinkurung) dan Rita (Kepsek SDN 4 Sasahan). Dari perlombaan ini terlihat ada geliat perubahan dalam pembelajaran sastra (puisi), secara kontekstual. Walaupun dibabak awal puisi dengan tema “Ibu” dibuat di sekolah masing-masing, tetapi ketika mencari 10 finalis peserta membuat puisi sendiri dengan tema “Lingkungan,” inilah yang dimaksud kontekstual tadi. Murid yang membuat dengan jatah waktu 15 menit ini mampu menceritakan alam Waringinkurung dengan sangat lihai, ada yang menuliskan keindahan gunung sampai pengrusakan alam.
Dari hasil perlombaan itu juara I diraih Emah Hujaemah SDN Sukabares, juara II Siti Masyatul Laila SDN 2 Waringinkurung, dan juara III diraih oleh Qurotu A’yun SDIT Bina Insani.
Dalam hal lomba baca puisi, Rita selaku dewan juri puisi ketika diwawancaari wartawan Rumah Dunia.com menyampaikan unek-uneknya terkait perlombaan baca puisi tersebut. “Ekspresi dan mimik tidak begitu jelek dan juga tidak begitu baik, biasa-biasa saja. Begitu juga dalam hal intonasi” katanya. Tetapi ia meminta kepada guru-guru pendamping puisi, “Idealnya untuk guru-guru pendamping dapat melakukan perubahan dalam hal pembacaan, sebab setiap tahun gaya dan nada bacaan berubah,” tegasnya.” [Rahel]





Leave a Reply