RAHMAT HERNANDI: SUDAH ADA SURAT IZIN

advert

CIPANAS—Mungkin akan berkisah lain jika tanah yang dimiliki Rahmat Hernandi (59) tak ada batu ‘Kancah’-nya. Konon menurutnya, dari batu itulah mata-mata air panas bercucuran. Keterangan ini agak sedikit menggelitik penulis. Tapi apa yang dikatakannya mungkin ada benarnya, sehingga pancuran air itu membuat kubangan yang tak terhingga debit airnya sampai sekarang. Bahkan masih kata istri Euis ini, mampu mengisi empat kolam sekaligus. Dua diantaranya kolam pemandian Tirta Lebak Buana yang lokasinya 20 meter dari pemandian Savanah Batu Kancah.

Persisnya pada tahun 2008 Rahmat memulai usaha pemandian air panasnya. Keinginan  ini timbul selain dilatari sudah pensiun dari Dinas Kehutanan juga ingin memanfaatkan tanahnya yang mencapai 2 hektar. “Alasannya karena ingin mengembangkan potensi alamnya yakni, air panasnya,” Rahmat menjelaskan.

Niat Rahmat membuka objek Pariwisata air panas bukan tanpa pengorbanan dan kerja keras. Untuk membangun pemandian Savannah Batu Kancah dia harus mengeluarkan Rp. 250 juta. “Modalnya dari tabungan hasil 9 kali panen jeruk,” akunya.

Modal sebesar itu dipergunakan untuk pembangunan kolam, saung-saung peristirahatan, 6 kamar mandi, dan peralatan lainnya. Kendati sarana dan prasana belum melengkapi namun pemandian yang berada di jalan Raya Rangkasbitung Km 38, Lebak ini, sudah memiliki surat izin. Surat izin ini terdiri dari Surat Izin Usaha Pariwisata (SIUP), Surat Izin Gangguan (SIGA), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan Surat Izin Usaha Perorangan (SIUP). “Pemandian ini legal, mas. Ada surat izinnya,”tambah Rahmat, “Surat izin kan kewajiban, peraturan Pemerintah. Jadi kita jangan melanggar aturan itu,” tutur Rahmat.

Masih dikatakannya, surat-surat izinnya selalu diperpanjang. “Surat Izin Usaha Pariwisata kebetulan masanya 3 tahun sudah mau habis dan akan saya perpanjang di Pemkab Lebak,” imbuhnya. (Harir Baldan)

Share

One Response to “RAHMAT HERNANDI: SUDAH ADA SURAT IZIN”

  1. harir Says:

    Ass, Roy, Den, Kang Roni, Sorry nama istrinya Euis. Tolong nanti direvisi ya. Terima Kasih.

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010