PELAYANAN PENDUKUNG MINAT BACA KURANG

advert

CILEGON – Tingginya minat baca di Indonesia tidak diimbangi dengan tingginya daya beli buku. Sementara di Cilegon, tingginya minat baca selain tidak diimbangi dengan tingginya minat beli buku juga tidak diimbangi dengan pelayanan yang memadai oleh dinas terkait. Apalagi, untuk daerah-daerah yang terpencil seperti Pulomerak.

Demikian diungkapkan penanggung jawab Rumah Baca Al Hadi, Ayie Fatihi, Kamis (11/3), di sela-sela acara “Workshop Superbrain” dan “Launching Gerakan Satu Orang Satu Buku” yang diadakan di aula gedung DPRD Kota Cilegon. “Kita mengakui kalau daya baca masyarakat di Cilegon meningkat seperti yang diungkapkan Dinas Pendidikan dan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (Pusda). Hanya saja, hal itu untuk mereka yang ada di daerah perkotaan, yang dekat dengan pusat pemerintahan. Sementara yang jauh, tidak terjamah oleh fasilitas yang memadai,” ungkap Ayie.

Fasilitas yang di maksud Ayie adalah fasilitas yang sebetulnya dapat diberikan oleh pemerintah, dalam hal ini Pusda, untuk menjamah lokasi terpencil yang ada di Cilegon. “Karena kalau mengandalkan masyarakat yang membeli buku, mereka akan lebih memilih untuk membeli makanan dari pada buku. Maka, solusinya adalah pemerintah menjemput bola,” katanya.

Selama ini, lanjut Ayie, Pusda tidak mau jika diajak kerjasama mengunjungi daerah terpencil dengan perpustakaan keliling pada hari Sabtu dan Minggu dengan alasan di luar jam dinas. Padahal, Pusda di Serang bisa melakukan itu. Maka, melalui gerakan satu orang menyumbang satu buku ini pihaknya ingin menggerakkan semua orang untuk menyumbangkan buku yang dimiliki untuk mereka yang tempat tinggalnya terpencil terutama di daerah perbukitan. “Setelah semua buku terkumpul, maka akan kami sumbangkan ke daerah terpencil. Kami menargetkan di setiap kecamatan mesti ada satu taman bacaan masyarakat,” katanya. Sementara itu, Kepala Pusda Cilegon, Abadiah mengatakan pihaknya siap jika ada permintaan mengunjungi daerah mana pun.

Selama dua tahun terakhir, Rumah Baca Al Hadi juga melakukan gerakan yang sama dalam menanamkan minat baca. Pengelola rumah baca yang berada di Perum Bumi Cibeber (samping kantor PDAM) yang rata-rata mahasiswa ini mengajak semua masyarakat agar menyumbangkan buku untuk sesama. “Setiap hari Rumah Baca Al Hadi terbuka bagi semua donatur buku,” kata Ayie. [Gading Tirta]

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010