ANGGOTA DEWAN ASAL CIPANAS MENINGGAL DUNIA

advert

CIPANAS-Innalillahi wainna ilaihi roojiun. Telah berpulang ke rahmatullah Bela Adi Karya, akrab disapa Beben, anggota DPRD Kabupaten Lebak, dapil 2 Cipanas, Lebak Gedong, Maja, Curugbitung, dan Sajira, di rumahnya di Kampung Hamberang, Luhur Jaya, Cipanas, Kamis (11/3) pukul 01.30 WIB kemarin.

H. Acep Amarullah, kakak almarhum mengatakan, “Kondisi fisik Beben dalam keadaan sehat walafiat. Semalam sekitar jam sembilan Beben pulang dari sekretariat IKMC di Kosala Library. Lalu tidur.” Kata Acep, “Beben keluar dari kamar jam setengah duabelas membawa kipas angin. Dia tiduran-tiduran di ruang tv sambil menunggu liga Champions. Setelah itu istrinya keluar kamar jam setengah dua untuk membangunkan Beben. Namun ketika istrinya membangunkan Beben sudah tidak bernapas,”lanjut Acep.

Kabar kematian Beben membuat keluarga, saudara, dan rekan-rekannya tidak percaya. Cerita Ahmad Arif, Ketua Ikatan Keluarga Mahasiswa Cipanas (IKMC), “Saya tidak percaya, ketika mendapat kabar kematian Beben. Semalam saya, Beben dan rekan-rekan mahasiswa IKMC kumpul di Kosala Library sambil makan dan diskusi.” Masih kata Arif, “Setelah saya telepon ke rumahnya, benar Beben meninggal.”

Untuk memastikan, keluarga besar beserta kerabat mengundang dokter Budi Santoso dari UPTD Puskesmas Cipanas. “Saya memprediksi kematian Beben disebabkan oleh penyakit jantung. Ini dari hasil check tensi yang tidak terukur, pupil mata melebar, pernapasan tidak ada, dan kaku kuduk,” dokter Budi menjelaskan.

Camat Cipanas, Sukandi Mangkualam, S.Sos., yang hadir saat ta’ziah bersama para anggota DPRD Lebak mengatakan, “Saya merasa kehilangan.  Beben itu masih muda. Dia tokoh pergerakkan pemuda di IKMC.” Saat meninggal usia Beben 28 tahun, meninggalkan anak semata wayangnya, Muhammad Rafi (3) dari istri bernama Tita Puspitawati. (Harir Baldan)

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010