PUISI-PUISI DEA ANUGRAH

advert

KEPADA PISAU

airmatamu mengalir

sampai jauh

pelan pelan menghampir kesunyianku.

***

BLUES BUAT PEREMPUAN R

di kotaku. di kotaku yang jauh ini

selalu kutemukan kilau senyummu

pada lampu lampu jalan, pada bau malam yang khas

juga pada dingin angin pelabuhan.

padahal hidup

hanya menunda kekalahan

seperti payung

yang perlahan lahan sobek

dikoyak moyak angin kencang jelek.

di kotaku.

di kotaku yang jauh ini

aku selalu mengingat senyummu

meski hidup hanya serupa

payung sobek!

(2008-2009)

***

NYANYIAN DIRI SENDIRI

di antara bulan sekarat

dan tiang tiang penuh ukiran

seorang penyair sedang birahi

memandangi malam

dibayangkannya malam itu

dibayangkannya bintang bintang pengecut itu

sebagai wajah kekasih

yang pergi meninggalkannya

o penyair yang sejenak lupa akan sajak sajak!

perlahan dihitung hitungnya kenangan

diketuk ketuknya lagi boks ingatan

tentang kulit pipi

dan nafas kekasih yang harum

serupa asap gaharu

di pemakaman.

(2009-2010)

***

SERIBU TAHUN CHAIRIL ANWAR

seribu tahun, chairil. seribu tahun

adalah revolver verlaine dan tangisan rimbaud

yang meriuh seperti cip cip cip

dalam meditasi ginsberg di pegunungan rocky

atau jemari jilan yang mungil

belajar menggenggam dalam kepala afrizal.

seribu tahun, chairil.

seribu tahun angin lalu menghela deru dingin

seperti puisi dalam rangkulan euphrosyne

dan cintanya yang ganjil kepada penyair

seribu tahunmu, chairil

seribu tahunmu itulah

yang membuatku betah menemui malam

dan berteriak teriak

menantang rembulan

–terus menuliskan sajak sajak

dari dunia yang tak kupahami sedikitpun

lalu membikin sekerat janji

untuk  hidup abadi.

Desember 2009

***

Dea Anugrah lahir di Pangkalpinang, Bangka Belitung, 27 Juni 1991. Aktif menulis puisi, sesekali menulis cerpen dan artikel. Karya-karyanya dipublikasikan di berbagai media lokal dan nasional serta beberapa antologi bersama. Kuliah di Fakultas Filsafat UGM. Penyair (itu) Bodoh (Greentea Publishing, 2009) adalah buku kumpulan puisi tunggalnya yang pertama. Menghabiskan waktunya untuk membaca, menulis, naik bis Trans Jogja, bersepeda dan menemani ikan-ikan hias di kamar kosnya yang kecil dan berdebu. Email: sorrow_still_sad@yahoo.co.id, HP: 085273131839.

***

REDAKSI menerima kiriman puisi 5-6 judul disertai biodata, alamat, foto diri, dan nomor rekening bank dalam satu file attachment ke puisi@rumahdunia.com. Puisi yang dimuat akan diberi honorarium sebesar Rp. 50.000,- per-edisi.

Share

3 Responses to “PUISI-PUISI DEA ANUGRAH”

  1. Dea Anugrah Says:

    permisi, saya mau tanya. apa honornya sudah di-transfer?

    salam,
    Dea Anugrah.

  2. Toto ST Radik Says:

    belum, dea. satu atau dua pekan ke depan. maklumlah, ada urusan redaksi dan ada pula urusan administrasi. Insya Allah akan dikirim. trims, ya. (tstr, desk puisi)

  3. Dea Anugrah Says:

    oke, makasih ya, kang.

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010