SISWI SMP 2 CIPANAS: RAIH SEPULUH BESAR PASPIDA SE-INDONESIA

advert

LEBAK, CIPANAS—Mungkin bagi sebagian orang, pelajaran matematika adalah pelajaran yang paling tidak disukai. Mendengarnya saja sudah membuat pusing kepala, apalagi sampai harus dihadapkan dengan soal matematika yang buat otak muter tujuh keliling. Tapi pernyataan itu tidak berlaku bagi Ariske Mardiyah, salah satu siswi dari SMPN 2 Cipanas, yang mengaku hobi dengan pelajaran matematika sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. “Dari SD saya sudah suka dengan hitung-hitungan,” kata Ariske Mardiyah.

Siswi kelahiran Lebak, 20 Oktober 1994 ini, mengaku sejak SD nilai matematikanya selalu paling besar di kelas. Jadi tidak salah,  kalau Asri panggilan akrabnya, kini tercatat sebagai peserta finalis yang masuk sepuluh besar dalam PASPIDA Se Indonesia VI tingkat Kabupaten Lebak. “Meski baru masuk tingkat sepuluh besar, tapi kami berharap mudah-mudahan Asri bisa dapat rengking di tingkat nasional. Itu tentu suatu kebanggaan bagi SMPN 2 Cipanas tentunya,” kata Drs. Haryanto, M.Pd., selaku kepala sekolah SMPN 2 Cipanas berharap.

Menurut Asri, ia sering kali bangun pada pukul 02 .00 dini hari sampai pukul 04.00 untuk belajar matematika. Alasannya biar bisa konsentrasi dalam belajar nanti. Asri yang tinggal di kampung Rangkas Majaya, Desa Sukanarga, Sajra-Lebak, sudah mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk mengikuti final pada Sabtu (20/2) di SMA Al-Azhar Serang dan berharap bisa masuk final.

Anak ke 2 dari 5 bersaudara pasangan Sumarjo dan Sudarna itu, juga masih mempunyai sederet prestasi lainnya, seperti juara 2 Cerdas Cermat Tingkat kabupaten (2009). Siswi yang suka hobi membuat puisi dan cerpen ini banyak memperoleh dukungan dari para guru atau murid-murid lainnya. Seperti yang diungkapkan Nia, kelas VIII E. “Semoga Asri bisa jadi juara,” kata Nia saat di wawancara oleh crew wartawan www.rumahdunia.com di sekolahnya Jumat, (19/2) pagi tadi. Diakui Nia, sosok Asri selain pintar, Asri juga orang yang baik dan tidak pernah membedakan teman dalam hal bergaul. (Ahmad Wayang)

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010