MAULIDAN BERNUANSA KAMPANYE
rumahdunia | Warta Banten | March 3rd, 2010 | 1 Comment »
CILEGON—Mendekati Pilkada Cilegon 2010 ada saja pihak yang memanfaatkan momen peringatan hari besar Maulid Nabi Muhammad SAW dengan berkampanye. Seperti halnya pasangan calon Walikota Cilegon Iman dan Edi yang langsung diwakili Walikota Cilegon Aat Safaat pada Selasa (2/2) bertempat di halaman Masjid Al-Iman, Link. Kaligandu Kulon, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon.
Nuansa kampanye jelas terasa ketimbang perayaan Maulidnya. Terdapat puluhan bendera dan poster yang dipasang di pinggir jalan serta pernyataan dukungan atas Iman dan Edi dengan spanduk yang dibentangkan diatas jalan.
”Ini namanya muludan sekaligus kampanye,” kata Jahiri saat mengobrol bersama wartawan www.rumahdunia.com yang sedang menyaksikan jalannya acara tersebut. Jahiri menambahkan bahwa untuk mengadakan acara tersebut tiap kepala keluarga Link Kaligandu Kulon, khususnya RT 11/RW 10 diharuskan membayar iuran sebesar Rp.120.000.
Acara yang berlangsung sejak pukul20.00 WIB ini dihadiri oleh anggota DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Parta Golkar yaitu Rahmatullah dan Supriyanto, Camat Purwakarta, Lurah Purwakarta, para tim sukses Iman-Edi, tokoh masyarakat dan warga sekitar.
Dalam kesempatan sambutan tokoh masyarakat Link. Kaligandu Kulon, H. Sadeli jelas menghimbau warga untuk mendukung Iman selaku putra Walikota Cilegon untuk meneruskan kekuasaan nomor satu di Cilegon menggantikan ayahnya. Begitupun juga pada sambutan selanjutnya yang disampaikan oleh tokoh pemuda Kecamatan Purwakarta dan sekaligus Anggota DPRD Kota Cilegon, Rahmatullah yang terpilih dari partai Golkar wilayah Kecamatan Purwakarta dan Kecamatan Jombang, mengungkapkan rasa terima kasih kepada warga serta menghimbau kepada warga untuk mendukung partai Golkar dalam Pilkada Cilegon nanti.
Sayangnya acara tersebut sebenarnya berniat untuk mendatangkan Iman Ariadi, namun anggota DPR RI dari Faksi Partai Golkar tersebut berhalangan hadir. Menurut Aat, putranya tidak bisa hadir karena sedang menghadiri sidang Paripurna di Senayan Jakarta, membahas mengenai kasus Bank Century.
Ditengah kesempatan untuk naik ke atas panggung, Walikota Cilegon yang jabatannya akan berkahir pada tahun ini sesekali menyelipkan kata-kata himbauan untuk mendukung putranya dalam sambutan yang membahas pembangunan kota Cilegon saat ini. ”Para ulama mendatangi saya dan mengaharapkan anak saya untuk meneruskan perjuangan dalam pembangunan Kota Cilegon ke depan,” kata Aat di hadapan Warga. Aat pula menyerukan kepada warga untuk beristiqharoh dan berdoa saat Pilkada nanti, supaya pasangan calon walikota yang terpilih nanti adalah orang yang mampu membawa perubahan pembangunan Kota Cilegon ke yang lebih baik.
Pada akhir sambutannya, Aat menyerahkan sumbangan berupa uang sebesar 20 juta rupiah untuk pembangunan Masjid Al-Iman. ”Sepuluh juta sumbangan dari Pemda. Sedangkan sepuluh juta lagi dari pribadi saya,” kata Aat yang kemudian memberikan uang tersebut kepada tokoh masyarakat Link. Kaligandu Kulon.
PRO-KONTRA
Penyelenggaraan acara Maulid Nabi Muhammad SAW justru menuai pro-kontra dalam masyarakat Link. Kaligandu Kulon. Pasalnya sebagian warga masih menghendaki acara Maulidan digelar seperti biasanya dengan mengadakan panjang Maulid.
Jahiri selaku warga menilai, Maulidan kali ini sama saja ingin menghapus tradisi panjang Maulid. Padahal jika menggelar acara panjang Maulid lebih ramai dan tidak akan memutus silaturahmi kepada keluarga untuk mengantarkan berkat ke mesjid.
Banyak pihak yang menilai acara tersebut tidak ubahnya seperti memancing, yaitu mengharapkan mendapat uang dari calon Walikota dalam masa kampanye untuk biaya pembangunan Masjid Al-Iman, tidak pada hakekat perayaan Maulid sebenarnya. (RAMA)




March 6th, 2010 at 8:42 pm
kalo pak wali bagi2 duit di masjid itu biasa. biasanya saat sholat jumat keliling. atribut partai gilkar pasti rame, dari bendera sampe spanduk. saking biasanya warga cilegon kayanya lupa, kalo uang pemda cilegon ditumpangi kepentingan partai.
masa kampanye kaya gini-ni duit bertebaran….
ambil aja duitnya, halal kok,
jangan pilih orangnya.
taulah maksudnya, ngasi tapi ngarep yang lain gimana?