HERI: USAHA WARNET BERKAT DOA ORANGTUA

LEBAK, Cipanas–Dengan niat dan kerja keras serta sungguh-sungguh menjalankan suatu pekerjaan, apapun pekerjaan itu, pasti akan berhasil. Sekiranya itulah yang sudah dilakukan Heri Sumantri (23), pemilik warnet ‘Vega’ yang sudah bisa dikatakan berhasil dalam menjalankan usahanya.

Lelaki lulusan SMAN 1 Cipanas itu menuturkan, awalnya ia hanya belajar kursus komputer pada seorang guru bernama Indra, selama satu bulan. Dari situ ia sering diminta untuk membantu dalam jasa pengetikan. Namun, pada 2009 Indra menawarkan usahanya pada Heri. “Waktu itu pak Indra diangkat menjadi pegawai negeri, jadi saya yang meneruskan usahanya,” kenang Heri saat ditemui di tempat warnet Vega-nya, Selasa (02/3).

Berkat doa dan dukungan moril maupun materil dari kedua orangtuanya, Heri meminjam modal dari orangtuanya senilai 2 juta. “Tapi, sekarang alhamdullilah, sudah bisa bayar modal pada ibu dan sekarang tinggal menuai untungnya,” tutur Heri. Diakui Heri, hasil dari membuka warung internet (warnet) tersebut mendapat keuntungan 3 juta perbulannya. “Itu saya niatkan untuk usaha dan dengan sungguh-sungguh saya kelola,” lanjutnya.

Mengingat sekarang ini, usaha warnet semakin menjamur, khususnya di kampung kelahirannya, Sipayung-Cipanas, Heri hanya mengatakan enjoy-enjoy saja. “Saya tidak merasa ada persaingan, urusan rizki itu sudah ada yang mengatur,” katanya sambil mengatakan dirinya hanya berusaha untuk membuat pengunjung nyaman, dengan memasang stiker pengumuman, jika ada yang tidak mengerti tanyakan pada operator. “Saya akan siap melayani dan membantu (pengunjung) sampai  paham,” kata lelaki yang bercita-cita ingin menjadi guru ini.

Di tanya mengenai arti hidup, bagi Heri, hidup ini menyenangkan, “Karena mencari rizki Allah itu mudah, asalkan ada ridho dari orangtua,serta kerja keras intinya,” katanya sambil tersenyum.[Ahmad Wayang]

MAULIDAN BERNUANSA KAMPANYE

CILEGON—Mendekati Pilkada Cilegon 2010 ada saja pihak yang memanfaatkan momen peringatan hari besar Maulid Nabi Muhammad SAW dengan berkampanye. Seperti halnya pasangan calon Walikota Cilegon Iman dan Edi yang langsung diwakili Walikota Cilegon Aat Safaat pada Selasa (2/2) bertempat di halaman Masjid Al-Iman, Link. Kaligandu Kulon, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon.

Nuansa kampanye jelas terasa ketimbang perayaan Maulidnya. Terdapat puluhan bendera dan poster yang dipasang di pinggir jalan serta pernyataan dukungan atas Iman dan Edi dengan spanduk yang dibentangkan diatas jalan.

”Ini namanya muludan sekaligus kampanye,” kata Jahiri saat mengobrol bersama wartawan www.rumahdunia.com yang sedang menyaksikan jalannya acara tersebut. Jahiri menambahkan bahwa untuk mengadakan acara tersebut tiap kepala keluarga Link Kaligandu Kulon, khususnya RT 11/RW 10 diharuskan membayar iuran sebesar Rp.120.000.

Acara yang berlangsung sejak pukul20.00 WIB ini dihadiri oleh anggota DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Parta Golkar yaitu Rahmatullah dan Supriyanto, Camat Purwakarta, Lurah Purwakarta, para tim sukses Iman-Edi, tokoh masyarakat dan warga sekitar.

Dalam kesempatan sambutan tokoh masyarakat Link. Kaligandu Kulon, H. Sadeli  jelas menghimbau warga untuk mendukung Iman selaku putra Walikota Cilegon untuk meneruskan kekuasaan nomor satu di Cilegon menggantikan ayahnya. Begitupun juga pada sambutan selanjutnya yang disampaikan oleh tokoh pemuda Kecamatan Purwakarta dan sekaligus Anggota DPRD Kota Cilegon, Rahmatullah yang terpilih dari partai Golkar wilayah Kecamatan Purwakarta dan Kecamatan Jombang, mengungkapkan rasa terima kasih kepada warga serta menghimbau kepada warga untuk mendukung partai Golkar dalam Pilkada Cilegon nanti.

Sayangnya acara tersebut sebenarnya berniat untuk mendatangkan Iman Ariadi, namun anggota DPR RI dari Faksi Partai Golkar tersebut berhalangan hadir. Menurut Aat, putranya tidak bisa hadir karena sedang menghadiri sidang Paripurna di Senayan Jakarta, membahas mengenai kasus Bank Century.

Ditengah kesempatan untuk naik ke atas panggung, Walikota Cilegon yang jabatannya akan berkahir pada tahun ini sesekali menyelipkan kata-kata himbauan untuk mendukung putranya dalam sambutan yang membahas pembangunan kota Cilegon saat ini. ”Para ulama mendatangi saya dan mengaharapkan anak saya untuk meneruskan perjuangan dalam pembangunan Kota Cilegon ke depan,” kata Aat di hadapan Warga. Aat pula menyerukan kepada warga untuk beristiqharoh dan berdoa saat Pilkada nanti, supaya pasangan calon walikota yang terpilih nanti adalah orang yang mampu membawa perubahan pembangunan Kota Cilegon ke yang lebih baik.

Pada akhir sambutannya, Aat menyerahkan sumbangan berupa uang sebesar 20 juta rupiah untuk pembangunan Masjid Al-Iman. ”Sepuluh juta sumbangan dari Pemda. Sedangkan sepuluh juta lagi dari pribadi saya,” kata Aat yang kemudian memberikan uang tersebut kepada tokoh masyarakat Link. Kaligandu Kulon.

PRO-KONTRA

Penyelenggaraan acara Maulid Nabi Muhammad SAW justru menuai pro-kontra dalam masyarakat Link. Kaligandu Kulon. Pasalnya sebagian warga masih menghendaki acara Maulidan digelar seperti biasanya dengan mengadakan panjang Maulid.

Jahiri selaku warga menilai, Maulidan kali ini sama saja ingin menghapus tradisi panjang Maulid. Padahal jika menggelar acara panjang Maulid lebih ramai dan tidak akan memutus silaturahmi kepada keluarga untuk mengantarkan berkat ke mesjid.

Banyak pihak yang menilai acara tersebut tidak ubahnya seperti memancing, yaitu mengharapkan mendapat uang dari calon Walikota dalam masa kampanye untuk biaya pembangunan Masjid Al-Iman, tidak pada hakekat perayaan Maulid sebenarnya. (RAMA)

SISWI SMP 2 CIPANAS: RAIH SEPULUH BESAR PASPIDA SE-INDONESIA

LEBAK, CIPANAS—Mungkin bagi sebagian orang, pelajaran matematika adalah pelajaran yang paling tidak disukai. Mendengarnya saja sudah membuat pusing kepala, apalagi sampai harus dihadapkan dengan soal matematika yang buat otak muter tujuh keliling. Tapi pernyataan itu tidak berlaku bagi Ariske Mardiyah, salah satu siswi dari SMPN 2 Cipanas, yang mengaku hobi dengan pelajaran matematika sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. “Dari SD saya sudah suka dengan hitung-hitungan,” kata Ariske Mardiyah.

Siswi kelahiran Lebak, 20 Oktober 1994 ini, mengaku sejak SD nilai matematikanya selalu paling besar di kelas. Jadi tidak salah,  kalau Asri panggilan akrabnya, kini tercatat sebagai peserta finalis yang masuk sepuluh besar dalam PASPIDA Se Indonesia VI tingkat Kabupaten Lebak. “Meski baru masuk tingkat sepuluh besar, tapi kami berharap mudah-mudahan Asri bisa dapat rengking di tingkat nasional. Itu tentu suatu kebanggaan bagi SMPN 2 Cipanas tentunya,” kata Drs. Haryanto, M.Pd., selaku kepala sekolah SMPN 2 Cipanas berharap.

Menurut Asri, ia sering kali bangun pada pukul 02 .00 dini hari sampai pukul 04.00 untuk belajar matematika. Alasannya biar bisa konsentrasi dalam belajar nanti. Asri yang tinggal di kampung Rangkas Majaya, Desa Sukanarga, Sajra-Lebak, sudah mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk mengikuti final pada Sabtu (20/2) di SMA Al-Azhar Serang dan berharap bisa masuk final.

Anak ke 2 dari 5 bersaudara pasangan Sumarjo dan Sudarna itu, juga masih mempunyai sederet prestasi lainnya, seperti juara 2 Cerdas Cermat Tingkat kabupaten (2009). Siswi yang suka hobi membuat puisi dan cerpen ini banyak memperoleh dukungan dari para guru atau murid-murid lainnya. Seperti yang diungkapkan Nia, kelas VIII E. “Semoga Asri bisa jadi juara,” kata Nia saat di wawancara oleh crew wartawan www.rumahdunia.com di sekolahnya Jumat, (19/2) pagi tadi. Diakui Nia, sosok Asri selain pintar, Asri juga orang yang baik dan tidak pernah membedakan teman dalam hal bergaul. (Ahmad Wayang)

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Full Story | July 18th, 2010