AGUS KUNCORO SUMBANG BUKU KE RUMAH DUNIA

advert

SERANG – Agus Kuncoro sumbang buku ke Rumah Dunia bersama komunitas sepeda Bikepacker Indonesia (Jum’at/26/2) sore tadi. Dalam rangka touring Jakarta – Banten dengan menggunakan sepeda, pemain film Kun Fayakun ini menyempatkan diri singgah sejenak di Rumah Dunia. “Kami berangkat jam 5 subuh dari Jakarta. Dan alhamdulilah, kami bisa sampai di sini (Rumah Dunia -red).” kata Agus.

Bikepacker Indonesia yang alamat di Jl. Veteran Kav.Iv No.1 Tanah Kusir-Bintaro Jakarta Selatan 12330, telah membawa rombongan sebanyak 22 orang. Namun di tengah perjalanan 4 orang teipisah dari rombongan. “Empat orang lagi masih di perjalanan.” ungkap Asep, salah satu rombongan saat memberi sambutan.

Di sela-sela para Bikepacker Indonesia istirahat, hadir pula sejumlah pelajar dari SMPN Cikesal yang akan belajar junalistik dan sastra di Rumah Dunia. Pada kesempatan itu, para pelajar SMPN Cikesal berebut tanda tangan dan photo bareng dengan suami Anggie ini sebelum pemberian materi dimulai.

Salah satu guru SMP Cikesal Lela, sekaligus ketua pelaksana pada acara kunjungan tersebut berharap anak didiknya nanti bisa membuat karya tulis usai mengikuti pelatihan jurnalistik dan sastra di Rumah Dunia. “Dengan belajar di luar kelas ini semoga kami terus mendapat banyak informasi dan inspirasi.” ucapnya, menambahkan.[Lanang Sejagat, Roy Goozly]

Share

One Response to “AGUS KUNCORO SUMBANG BUKU KE RUMAH DUNIA”

  1. soby Says:

    kok beritanya dikit ya? padahal yang nulis orang dua? mana foto Bikepacker Indonesianya?
    emang sekarang di rd.com tulisannya harus dibatasi karakter ya? kaya buat pojok cipanas, di baraya post aja?heheha…..

    salam @w

    roy, cageur tah?

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010