TBM PERMADANI: HIDUP SUKSES DENGAN MEMBACA

advert

Taman bacaan masyarakat (TBM) Permadani, yang dalam akronimnya Perempuan Maju dan Mandiri, menggelar Talkshow dan Launching Bulan Membaca TBM Permadani di aula Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Minggu (21/2) sekitar pukul 08.00 WIB.

Karena pendiri TBM Permadani seorang perempuan, Erna Yuliawati, S.Pdi, beserta 17 anggotanya yang semuanya adalah para kaum perempuan, maka tak aneh TBM Permadani mempunyai visi: ingin mewujudkan perempuan cerdas, maju dan mandiri dalam menjalankan kehidupan, dan misinya: untuk meningkatkan kompetensi perempuan, membela dan menegakkan hak-hak perempuan, dan mendukung pemberdayaan serta pencerdasan perempuan. Acara itu juga di hadiri oleh peserta yang didominasi  ibu-ibu atau permpuan. “Sebenarnya kita sudah mengundang dari Ormas-ormas di Serang, kepala Desa, sekolah-sekolah, TBM dan Kaporles,” kata Iin Indasari, S.Pdi, selaku koordinator TBM Permadani.

Acara launching di buka oleh Kepala Dindik Kota Serang, Drs. H. Hafidi ZA. M.M, yang kali ini diwakili oleh kepala seksi bidang Keaksaraan dan Kesetaraan, Oman Solihin, S.Sos., MM., yang sangat mendukung gerakan yang diselenggarakan TBM Permadani ini. Acara berlanjut pada diskusi yang bertemakan “Hidup Sukses Dengan Membaca”. Dengan tiga pembicara. H. Embay Mulya Syarif selaku pengusaha sukses, Tuti Alawiyah, aktivis perempuan dan Firman Venayaksa sebagai wakil dari Forum TBM pusat.

Dalam diskusinya, Firman menerangkan perihal TBM bahwa dalam menumbuhkan minat baca, harus diawali dengan kebiasaan membaca, kemampuan membaca sampai akhirnya membudayakan membaca. Tahun 2010 ini, kata Firman, buta aksara di Serang mencapai 2.150-an yang kebanyakan dari usia 45 ke atas. Dia juga menerangkan bahwa pentingnya keberadaan TBM itu. “Jangan sampai setelah mengadakan launching semacam ini, besoknya atau beberapa bulan kemudian TBM Permadani menghilang, atau tidak ada kabarnya lagi. Karena itu yang sering terjadi pada TBM-TBM yang ada di Indonesia saat ini mencapai tujuh ribuan lebih TBM. Hanya mengadakan launching saja, tapi tidak ada kelanjutannya. Semoga TBM Permadani tidak seperti itu, ya,” kata Firman menghimbau.

Tuti Alawiyah, mengatakan membaca bagi seorang ibu itu sangat penting agar tidak ketinggalan zaman. “Ibu-ibu itu harus lebih pintar dari bapak. Karena ibu yang mengurus anak dan mengatur sistem uang keluarga harus mempunyai pengetahuan yang lebih. Kan bisa repot jika kita tidak bisa mengurus rumah tangga dan anak.” Terang Tuti. Lanjatnya, kata Tuti meski seorang ibu selalu sibuk dengan di dapur, tapi tidak mesti meninggalkan aktivitas membaca. Membaca dari mana saja. “Bisa dari bungkus koran belanjaan atau resep-resep masakan di majalah. Jangan ada alasan membaca tidak ada waktu. Repot. Tidak keburu dan sebagainya. Tapi, giliran nonton sinetron paling depan dan lama. Boleh nonton tivi, tapi kita harus bisa menimbangnya. Mana yang baik dan mana yang membuang-buang waktu. Kita itu harus pintar memilih tontonan yang bagus dan bermanfaat,” katanya penuh semangat dan lantang.

Masuk pada pemateri ketiga, H. Embay yang memang pengusaha sukses menjelaskan atau berbagi pengalaman tentang ilmu wirausaha yang dimilikinya. “Ibu mau sukses?” kata Embay. Dengan serempak ibu-ibu pun menjawab “Mau!”. “Kalau mau sukses belajar dan banyak membaca,” katanya kemudian. Embay lalu mengutip hadist Nabi yang berbunyi, ‘Barang siapa yang ingin sukses di dunia harus dengan ilmu, barang siapa yang ingin sukses di akhirat harus dengan ilmu, dan barang siapa yang ingin sukses dunia dan akhirat harus dengan ilmu’. Lebih jauh, Embay mengatakan jika ingin sukses, tiru saja orang-orang sukses. Tiru Nabi Muhammad, bagaimana cara Nabi berdagang. “Modal awalnya cuma jujur, Al-Amin (yang dapat dipercaya). Teladani Rosul kita, keuletannya, keteladanannya, serta kasih sayangnya pada umatm” katanya panjang lebar. Dan sukses itu tidak hanya di dunia, tapi harus dunia dan akhirat. “Tidak ada jalan lain menuju kesuksasan kecuali dengan ilmu, membaca dan terus belajar.” Tandasnya.

Setelah acara diskusi Talkshow dan Launching Bulan Membaca TBM Permadani: Hidup Sukses Dengan Membaca berakhir, sekitar pukul 13.00 WIB. Menurut Erna, acara diskusi semacam ini akan terus diselenggarakan setiap bulannya. “Intinya, Permadani ingin memajukan kaum perempuan. Karena buta aksara terbesar di dominasi oleh perempuan. Karena perempuan adalah tiangnnya negara,” kata Erna ditemui saat acara usai.[Ahmad Wayang]

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010