PANJANG MULUD BERMUATAN POLITIK
langlang | Warta Banten | February 20th, 2010 | 1 Comment »
CILEGON- Memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW Pemkot Cilegon menggelar Festival Ngarak Panjang Mulud pada jumat siang (19/2). Dikuti oleh seluruh kecamatan, berbagai badan, dinas, dan intani sekota Cilegon. Panjang mulud merupakan satu budaya yang sudah lama berkembang dalam masyarakat kota Cilegon dalam memperingati hari besar maulid Nabi Muhammad SAW.
“Ini kali pertama kita mengadakan lomba panjang mulud yang insya Allah akan berlanjut ke tahun-tahun berikutnya,” kata Sabit, ketua Risma Masjid Agung Nurul Ikhlas kepada Wartawan www.rumahdunia.com. Sebelumnya Festival Dzikir Mulud dan Syair Asmaul Husnah sudah dilaksanakan pada hari kamis kemaren bertempat di Masjid Agung Nurul Ikhlas. Sabit menjelaskan bahwa Festival berlangsung berkat kerjasama dari berbagai pihak, yaitu DKM, Risma Masjid Agung Nurul Ikhlas, Majelis Ulama, dan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Cilegon.
PANJANG MULUD
Para khafilah peserta Festival membawa berbagai bentuk panjang mulud yang dihias sedemikian rupa. Pada umumnya panjang mulud yang dihias di atas mobil itu berbentuk replika Masjid, rumah, kapal, dan binatang berupa onta.
Setiap panjang mulud pasti memiliki daya tarik tersendiri, baik bentuk maupun isi di dalamnya. Yang tidak boleh tertinggal adalah warna-warni hiasan telor yang terbuat dari kertas warna membentuk berbagai bunga, atau yang lebih praktis sekarang menggunakan sebuah wadah untuk meletakan telor yang terbuat dari plastik berwarna ke-emasan membuat panjang mulud semakin ramai. Berbagai kain, pakain, dan sajadah, makanan, serta lembaran uang kertas digunakan untuk menghiasi replika panjang mulud. Bahan makanan yang digunakan semuanya bahan menta berupa beras, mie instan, berbagai buah, dll.
Iringan pawai panjang mulud dimulai dari depan kantor walikota Cilegon di Jalan Jendral Sudirman yang dilepas oleh kepala dinas pariwisata dan budaya kota Cilegon. Pawai yang dimulai pukul satu siang itu diramaikan oleh berbagai jenis musik seperti Drumband, rebana, marawis, kasidah, dan kendang. Hingga kemudian iring-iringan pawai keagamaan berakhir di depan rumah dinas Kota Cilegon yang disambut oleh Walikota dan para pejabat kota Cilegon disebuah panggung kehormatan.
MUATAN POLITIK
Diantara sekian banyak panjang mulud yang ikut serta, ada dua kendaraan panjang mulud yang menarik perhatian. Dimana terdapat dua jenis panjang mulud terdapat gambar pasangan bakal calon walikota Cilegon, Iman dan Edi. Seperti dibagian samping mobil hias Dispora, tepatnya di pintu mobil terdapat sebuah gambar Iman dan Edi. Kendaraan lainnya yaitu milik kafilah asal kecamatan Grogol yang memasang tulisan pernyataan dukungan atas Iman dan Edi.
Setelah acara berakhir, para peserta kemudian membawa pulang kembali panjang mulud untuk dibagikan sendiri kepada warga, terutama kaum fakir, miskin dan yatim piatu. Para peserta tinggal menunggu pengumuman pemenang oleh panitia dan akan mendapatkan uang pembinaan bagi pemenang. [Rama]





March 1st, 2010 at 11:33 pm
kang rama, kapan muludan di tempatmu…..