PUISI-PUISI DITO ANUROGO

advert

Mungkinkah

akulah merpati

Engkaulah mentari

mungkinkah merpati

merengkuh mentari

akulah embun

Engkaulah daun

mungkinkah embun

memeluk daun

akulah karang

Engkaulah gelombang

mungkinkah karang

mengenang gelombang

akulah raga

Engkaulah jiwa

mungkinkah raga

membelai jiwa

akulah telaga

Engkaulah teratai

mungkinkah telaga

merangkai teratai

akulah airmata

Engkaulah mataair

mungkinkah airmata

menjelma mataair

akulah tiada

Engkaulah ada

mungkinkah tiada

menyatu ada

***

Menjelma Cahaya

Bukan bahagia

yang membuat

bibirmu tersenyum

Bukan bintang

yang membuat

malammu benderang

Bukan diriku

yang membuat

hidupmu bermakna

Bukan dirinya

yang membuatmu

menemukan jatidirimu

Bukan doa

yang membuatmu

dimuliakan Allah

Bukan duri

yang membuatmu

terluka perih

Bukan harmoni

yang membuat

harimu harmonis

Bukan harta

yang membuatmu

menjadi kaya

Bukan jurang

yang membuat

jalanmu terhalang

Bukan kemesraan

yang membuat

kisahmu romantis

Bukan matahari

yang membuat

matahatimu bercahaya

Bukan melati

yang membuat

mimpimu harum

Bukan melodi

yang membuat

misterimu bermelodi

Bukan mendung

yang membuat

cakrawalamu kelam

Bukan ombak

yang membuat

perahumu karam

Bukan pelangi

yang membuat

langitmu berwarna

Bukan penderitaan

yang membuat

airmatamu mengalir

Bukan permata

yang membuatmu

penuh pesona

Bukan perpisahan

yang membuat

jiwamu gelisah

Bukan pertemuan

yang membuat

hatimu tergetar

Bukan tahta

yang membuatmu

menjadi berkuasa

melainkan Cinta

yang membuatmu

seperti ini

Cinta membuatmu

menjelma Cahaya

abadi senantiasa

***

Mata Sejatimu

Mata rindumu

mata rindang

Mata manjamu

mata manis

Mata mesramu

mata mestika

Mata kasihmu

mata kata

Mata sejatimu

mata sehati

Mata tulusmu

mata tulis

Mata abadimu

mata abad

***

Dito Anurogo lulusan Fakultas Kedokteran UNISSULA Semarang, aktif sebagai anggota FLP (Forum Lingkar Pena) Semarang. Peraih gelar Reporter of the Month pada bulan Desember 2007 dari Kabar Indonesia ini juga pernah menjadi juara II HOKI Online Literary Awards 2008

(HOLY 2008). Ia juga pernah menjadi Nominator Lomba Penulisan Esai Ilmiah Populer Harun Yahya International Award 2003, Juara I Lomba Menulis Surat Cinta di HOKI (Harian Online Kabar Indonesia), Pelangi Jiwa merupakan salah satu ebook karyanya, yang ditulis bersama dengan Flacheya. Penulis tinggal di JL. Cinde Barat No. 4 Semarang 50256 Jawa Tengah, dapat dihubungi di +62-856-41-288-711  atau ditoanurogo@gmail.com

***

REDAKSI menerima kiriman puisi 5-6 judul disertai biodata, alamat, foto diri, dan nomor rekening bank dalam satu file attachment ke puisi@rumahdunia.com. Puisi yang dimuat akan diberi honorarium sebesar Rp. 50.000,- per-edisi.

  • Share/Bookmark

One Response to “PUISI-PUISI DITO ANUROGO”

  1. rika Says:

    bener2 puisi yg buat nyes di hati….2 thumbs up buat pak dokter dito…

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

BE A WRITER: DARI YANG REGULER HINGGA EXCLUSIVE”

Pingin jadi pengarang? Penuli skenario? Jangan pusing-pusing. Untuk mengisi liburan pelajar/mahasiswa, yuk, kita isi dengan kegiatan bermanfaat.
REGULER
Ada paket murah-meriah di Taman Bacaan Masyarakat “Rumah Dunia”. Paket Kelas Menulis “Be a Writer” reguler di Rumah Dunia. Kalo mau jadi novelist dan penulis skenario, gabung di sini. Biaya Rp. 150.000,-. Gratis buku “Be a Writer” karya Gol [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | May 20th, 2010

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa*
Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari tabung [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong
MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak mengganggu [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK
I.
“ora et labora”
di pertigaan jalan menuju rumah
beberapa tukang becak menyemadikan nasib
: bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha
- memejam di tempat duduk
masingmasing-
II.
“nrimo ing pandum”
kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan
begitu saja kepada puingan matahari dan purnama
mereka mengabadikannya sebagai penanda becak
yang telah menerima dan menemukan kesadaran bahwa
lapar dan haus adalah
foto-doa
III.
“kerja adalah ibadah”
di sisi adzan,
kretek [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | July 18th, 2010