DARI CIPANAS MENUJU LEBAK MEMBACA
Gola Gong | Laporan Utama | February 15th, 2010 | 3 Comments »
Relevansi menjadikan Rangkasbitung sebagai Kota pelajar, sejumlah warga Cipanas menggagas tempat belajar warga dalam mengembangkan sumber daya manusia. Melalui gerakan membaca, dari sebuah kampung bernama Cipanas akan di buka Rumah Kosala, Komunitas Sastra Lebak.
Dibentuk atas pertemuan dikediaman H Agus Sutisna bersama Heri Hendrayana alias Gol A Gong dan Saroh Jarmin, gagasan Lebak membaca dapat dimulai dari Kecamatan Cipanas, Selasa (9/2) malam. Menurut pencetus ide kreatif Gol A Gong, filosofi air panas yang meluber ke daratan tanah Lebak dapat berawal dari pemandian Cipanas, dan semangat gerakan membaca juga diawali dari orang-orang Cipanas, baru kemudian menuju gerakan Lebak Membaca.
“Orang-orang Cipanas akan seperti air panas yang meluber ke jalan-jalan Lebak di Banten selatan. Mereka siap mengalirkan kehangatan bagi warganya,” ucap pendiri Rumah Dunia, Gol A Gong, yang langsung diiyakan penasehat KOSALA lainnya, Agus Sutisna, di jalan Rangkasbitung-Bogor KM 36, Kampung Lurah Desa Sipayung, Cipanas.
Menurut ketua komunitas Saroh Jarmin, SPd, Kosala adalah bagian dari angan-angan warga Cipanas, karenanya bersama rekan-rekan Ikatan Keluarga Mahasiswa Cipanas (IKMC), Kosala akan berusaha mewujudkan kota pelajar melalui budaya literasi.
“Konsep belajar, adalah membaca dan berhitung. Dengan berdirinya KOSALA, Dari Cipanas Menuju Lebak Membaca ini akan menjadi tempat seperti surga bagi mereka yang ingin berekspresi di dunia literasi,” ucap Saroh yang baru terpilih sebagai ketua Kosala dan sudah menentukan komposisi Kosala hasil urung rembuk dengan yang lainnya.
Dengan ketua Saroh Jarmin, sekretaris Ahmad Arif, bendahara Pipit Fiharsih, dan voluntir Sholeh, Yayan, Akhelbri, Toni, Ade Is, Iyoh, Neneng, dan Harir Balda, Kosala siap menggelar program awal yakni kelas Menulis per Maret-Agustus, dengan kelas sore setiap hari Selasa, dan kelas pagi di Rabu dan Kamis. Pengajarnya Gol A Gong.
Kegiatan lainnya, lanjut Saroh adalah kegiatan yang membawa pesan bahwa dengan membaca kita bisa mengubah dunia, yaitu Pojok Leuit, sebuah ruang untuk menyimpan sumber makanan bergizi bagi para agent of change, yakni buku-buku. “bukunya untuk permulaan disupport Rumah Dunia,” kata Saroh. Sanggar Dongeng diberikan bagi anak-anak Cipanas setiap Minggu, dan diskusi yang rutin digelar bulanan dengan tema yang disesuaikan dengan kekinian, dan hangat diperbincangkan menghadirkan tokoh-tokoh dari Cipanas, Banten, dan Indonesia.
Untuk mengenalkan Kosala Library, IKMC yang menaunginya akan membuat gebtrakan dengan merancang CIPANAS IQRA pada Sabtu, 27 February 2010. “Selain launching ‘Kosala’, kegiatan utamanya adalah wakaf buku,” Ahmad Arif, Ketua IKMC menjelaskan. Seperti biasa akan dimeriah degnan pertunjukan seni marawis dari La Tansa dan Nurul Madaany, pembacaan puisi, orasi budaya H. Agus Sutisna, dan musik KPJ, (*)
*) Tulisan ini oleh Ali Sobri – Dimuat di koran Radar Banten, Kamis 11 Februari 2010




February 15th, 2010 at 9:32 am
sukses… sukses… sukses….
amiiin
February 19th, 2010 at 11:40 pm
ayo tetap SEMANGAT buat IKMC, kami mendukung kalian.
rimba Alangalang
February 28th, 2010 at 4:26 pm
apa kabar kang tisna??… apakah film lebak negeri harapan adinda kini tak terdengar lagi… salam