PUISI-PUISI TUBAGUS AR-RAYYAAN
langlang | Puisi | February 8th, 2010 | No Comments »
Puisi-puisi Tubagus Ar-Rayyaan
KOTAKU
Sudah lama kunang-kunang tak lagi bagian malammu
tuhan terpaksa mengubah kerlipnya menjadi lampu-lampu hias
mengganti sayapnya dengan papan-papan kaligrafi
dan memaksa deriknya berganti desing lalulalang kendaraan.
Mereka pergi entah kemana
aku rindu, seperti tanah rindukan hentakan kaki bocah
berlari-larian bermain bebentengan
juga pepohonan, melambai-lambai menyapa perkakas penduduk
kala gotong royong di halaman rumahmu.
Aku ingin berbaring, tiduran di tajug sebelah rumahmu
membelah malam dengan tawa tajam para remaja
saat bermain mulmulan dan dasdasan
meramaikan riuh jangkrik di sepertiga malam
lalu berkeliling kampung menabuh kokol
membangunkan lelapnya malam dengan tarhim.
Aku ingin tidur, merebah di teras rumahmu
mimpikan masa kecil bersama kunang-kunang
menghabiskan malam di antara jerit gemerlapmu
namun kini hanyalah aspal jejalan
teman akrabku.
Serang, Januari 2010
***
TANAH PENYAIR
Sekian lama merantau ke tanah penyair
ku kembali pulang membawa sebekal sajak
kita santap bersama di depan pembesar
menyumpal mulutnya dengan sisa-sisa kata.
Sekian lama rindu akan tanah kelahiran
ku kembali datang dengan tangan mengepal
kita terpejam dan menutup wajah malu
dengan selembar suratkabar berita kematian.
Serang, Januari 2010
***
MALAM BARU SAJA USAI
Malam baru saja usai, kulipat segala mimpi
kumasukkan dalam lemari resah
persiapkan masa pertanyaan :
adakah kau terima bingkisan hatiku?
Fajar pun hadir ke tengah kamar
membawa bertetes embun
di sucinya raga yang memagut
menimang-nimang rangkaian do’a
dalam tafakkur pagi.
Esok, malam semakin terang
dan segera kudengar tembang
tentang rinduku pada hujan.
Serang, April 2009
***
Tubagus Ar-Rayyaan adalah nama pena dari Tubagus Mohammad Sholeh. Lahir di Serang, 10 Desember 1982. Kini mengajar di SMPIT Bina Insani Waringinkurung Kab. Serang. Puisi-puisinya termaktub dalam antologi puisi “Candu Rindu” (2009). Tinggal di Waringinkurung dan tergabung dalam komunitas KUBAH BUDAYA Banten. HP : 085213375445.
***
REDAKSI menerima kiriman puisi 5-6 judul disertai biodata, alamat, foto diri, dan nomor rekening bank dalam satu file attachment ke puisi@rumahdunia.com. Puisi yang dimuat akan diberi honorarium sebesar Rp. 50.000,- per-edisi.




Leave a Reply