MENU MAKAN MALAM

advert

Cuaca akhir-akhir ini kadang tak tentu, ditambah lagi suhu udara malam yang cukup dingin. Tak ada pilihan lain ketika aku dan Gol A Gong mencari makan malam yang masih hangat. Terpaksa makannya mampir di warung tenda Ahmad Iwan (22) asal Lamongan, Jawa Timur, di jalan raya Cipanas, Lebak, Banten. Menurut lelaki yang masih jomblo ini semalam dia menghabiskan 3 kilogram lele dumbo, 5 kilogram ayam, dan 5 tahu dan 1 buah tempe. Dan omset yang diraih warung yang baru satu setengah bulan ini mengeruk keuntungan Rp. 300 ribu/malam. Jika anda malas ke tendanya cukup menghubunginya di nomor (081910915411). Nah, jika perut anda masih terasa dingin. Tak jauh dari waung pecel lele, berdiri gerobak Supriyanto yang melayani martabak manis Rp. 4.000,-/loyang, dan martabak telor Rp. 6.000,-/buah. Menurut lelaki asal Solo ini, penghasilannya tak nentu. Namun semalam dia bisa menghabiskan 6 kilogram adonan martabak manis dan 50 biji adonan martabak telur. Dan dia pun siap melayani pelanggannya dari jam 4 sore sampai jam 12 malam. Lelaki yang sudah berjualan 4 tahun ini siap melayani pesanan dan bisa menghubungi di (081319434334).[Teks&Foto: Harir Baldan]

  • Share/Bookmark

One Response to “MENU MAKAN MALAM”

  1. Harir Baldan Says:

    Jadi, bagi wisatawan yang bermalam dan sedang melakukan terapy di pemandian cipanas (TLB)tak usah khawatir, karena disimpang tiga Cipanas “ngejogrog” tenda pecel lele hangat asal Lamongan, Jatim.

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

MENGOPTIMALKAN POTENSI TAMAN BACAAN MASYARAKAT

Oleh Gol A Gong
Beberapa kali saya kedatangan tamu yang selalu minta diajari membuat proposal pembuatan taman bacaan masyarakat. Mereka adalah para mahasiswa. Mereka menduga, bahwa saya mendirikan taman bacaan masyarakat bernama Rumah Dunia dengan membuat proposal. Saya katakan kepada mereka, bahwa Rumah Dunia tidak dibangun dengan proposal, tapi dengan kata-kata. Juga Rumah Dunia tidak dibangun [...]

Full Story | February 21st, 2010

Banten Kuliner

MAKANAN TRADISIONAL SERABI GURIH DAN ALAMI

SERABI GURIH DAN ALAMI

Oleh: Rama

Di pinggir jalan Bayangkara Sumampir Cilegon, atau tepatnya di depan Lapangan Bola Sumampir, Husen (50thn) tengah mendirikan sebuah tenda dagangannya dengan menggunakan terespal yang disangga oleh 4 batang kayu. Tenda sederhana berwarna biru itu cukup sederhana, hanya cukup melindungi dari sinar matahari ataupun air hujan yang tiba-tiba turun. Sementara Elia, istri [...]

Full Story | February 8th, 2010

advert

Wisata Banten

PEMANDIAN CIPANAS SEHAT DAN SEGAR

LEBAK – Selain mimpi jadi kota pelajar, Lebak yang belum lama berusia 181 tahun ini juga rupanya menyimpan banyak keindahan alam. Saya belum lama ini sempat coba-coba menelisik, mengunjungi dan menikmati bahkan tadinya ingin menjamah semua tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Lebak, baru sebagian saja sih, mengingat beberapa tujuan wisata masih cukup jauh dan [...]

Full Story | December 27th, 2009

advert

Cerpen

BABI NGEPET BUKU

Cerpen Langlang Randhawa*
Alkisah, Banten punya taman budaya yang megah. Gedung berlantai lima yang berdiri di atas tanah bekas gedung kegubernuran Banten itu ramai dengan diskusi mengalahkan hiruk-pikuk mall-mall. Selain berada di jantung kota dan mewah, fasilitasnya pun mengalahkan Gedung Putih Amerika; kenyamanan, keamanan, pelayanan, dan kebersihan sangatlah terjaga dan tertata. [...]

Full Story | March 9th, 2010

Novel

SEGERA “TEMBANG KAMPUNG HALAMAN” KARYA GOL A GONG

Nantikan di bulan Februari 2010, cerita bersambung “Tembang Kampung Halaman”  karya Gol A Gong – dulu Gola Gong. Cerita ini pernah dimuat di majalah HAI  tahun 1990-an dan diterbitkan jadi buku mungil oleh Gramedia. Menceritakan anak-anak kampung dari kampung yang agraris di wilayah pesisir utara, lalu mengalami perubahan sosial.  Mimpi-mimpi dilontarkan setinggi bintang dan ada [...]

Full Story | January 21st, 2010

Puisi

PUISI-PUISI DEA ANUGRAH

KEPADA PISAU

airmatamu mengalir
sampai jauh
pelan pelan menghampir kesunyianku.
***

BLUES BUAT PEREMPUAN R
di kotaku. di kotaku yang jauh ini
selalu kutemukan kilau senyummu
pada lampu lampu jalan, pada bau malam yang khas
juga pada dingin angin pelabuhan.
padahal hidup
hanya menunda kekalahan
seperti payung
yang perlahan lahan sobek
dikoyak moyak angin kencang jelek.
di kotaku.
di kotaku yang jauh ini
aku selalu mengingat senyummu
meski hidup hanya serupa
payung [...]

Full Story | March 9th, 2010