MAKANAN TRADISIONAL SERABI GURIH DAN ALAMI
langlang | Banten Kuliner | February 8th, 2010 | 1 Comment »
SERABI GURIH DAN ALAMI
Oleh: Rama
Di pinggir jalan Bayangkara Sumampir Cilegon, atau tepatnya di depan Lapangan Bola Sumampir, Husen (50thn) tengah mendirikan sebuah tenda dagangannya dengan menggunakan terespal yang disangga oleh 4 batang kayu. Tenda sederhana berwarna biru itu cukup sederhana, hanya cukup melindungi dari sinar matahari ataupun air hujan yang tiba-tiba turun. Sementara Elia, istri Husen tengah mempersiapkan sebuah tungku pembakaran kayu dengan menggunakan susunan batu bata. Kemudian tiga buah mangkuk cetakan yang terbuat dari gerabah dipasang diatas tungku.
Ketika waktu sudah menunjukan jam 3 sore, sepasang suami istri asal Indramayu itu siap menggelar dagangannya berupa makanan tradisional Serabi. Sementara Elia tengah membuat adonan serabi yang terbuat dari tepung beras, parutan kelapa, garam dan air secukupnya dalam toples pelastik. Husen kemudian mulai membakar kayu dalam tungku untuk memanaskan cetakan serabi dan menggarang tutup cetakan di sisi tungku. Dengan keterampilan tangan dalam mengola bahan dasar Serabi selama dua tahun terakhir, Elia mulai mengoleskan margarin ke dalam mangkuk cetakan yang sudah panas. Satu sendok irus berisi adonan serabi dituangkan ke dalam mangkuk cetakan. Kemudian Elia menutup cetakan. Api pembakaran harus stabil. Kurang lebih dua menit serabi yang dipanggang telah matang dan mengeluarkan aroma gurih yang menggoda selera.
ORIGINAL DAN GURIH
Sejak enam bulan yang lalu, Elia dan Husen menggelar dagangannya di pinggir jalan Bayangkara Sumampir, Cilegon. Awalnya, mereka menggelar dagangannya di pasar Baru Cilegon, namun setelah Pasar Baru Cilegon digusur dan pindah tempat di Keranggot yang letaknya semakin jauh dari rumah kontrakannya di Kampung Jagal, sepasang suami istri yang tidak dikarunia buah hati ini pun memutuskan untuk pindah ke Sumampir.
Kawasan Sumampir merupakan tempat yang strategis dan selalu ramai dilewati kendaraan bermotor yang menuju kawasan kecamatan Purwakarta. Sedangngkan jika anda berasal dari arah Merak, patokannya adalah lapangan Sumampir dan kemudian masuk ke pertigaan jalan Bayangkara, hanya kurang lebih 100 meter dari pangkalan ojek. Sedangkan jika dari arah kota Cilegon dan mengendarai kendaraan pribadi harus memutar jalan dari depan kompleks gedung pemerintahan kota Cilegon, perempatan lampu merah tugu Geger Cilegon, mengambil jalur kiri menuju Lapangan Sumampir.
Menurut pengakuan Husen, biasanya dulu jualan Serabi di Sumampir kalau lagi ada pasar malam saja. ”Banyak pembeli yang nanya kenapa gak netap dagang disini saja,” keterangan Husen pada wartawan www.rumahdunia.com (4/2). Husen menambahkan kalau jualan di Sumampir waktunya lebih luang, mulai dari jam 3 sore sampai magrib. Sedangkan waktu di pasar baru dari jam 1 dini hari hingga pagi hari, membuat tubuh sering masuk angin.
Bahan yang digunakan dalam pembuatan serabi dijamin original. Hanya tepung beras, garam, parutan kelapa, dan air secukupnya. Semua resep itu di dapat dari saudara Elia. Awal pertama kali membuat serabi rasanya jadi keras. Namun seiring waktu yang terus berjalan, Elia bisa membuat serabi lezat yang hingga kini punya banyak pelanggan dari berbagai kalangan.
Elia pun memberikan tips supaya rasa serabinya terasa gurih. “Banyakin parutan kelapa, itu yang bikin gurih,” katanya yang selalu memarut kelapa langsung di atas adonan tepung beras. Elia menambahkan, bahwa tepung beras harus di giling sendiri dan jangan memakai tepung kemasan. Elia membuat adonan sedikit demi sedikit, biasanya satu irus dicampur dengan bahan lainnya dan diaduk-aduk terus supaya mengembang.
ALAMI
Banyak orang yang sekarang lebih memilih makanan yang alami. Begitu juga dengan serabi buatan Elia yang tidak memakai bahan kimia sejenis pewarna atau pun pengembang makanan. Justru dengan kealamian itu yang membuat dagangannya laris manis diserbu pembeli. 6-8 kg tepung beras sebagai bahan dasar serabi biasanya habis tiap harinya.
“Biasanya kalau ada tambahan bahan kimia itu bikin pusing kepala. Kalau orang makan serabi ini pasti ketagihan pengen lagi. Dijamin tidak belenger,” kata Husen.
“Serabi di sini alami. Top banget rasanya,” kata Abdul Koyum sambil mengacungkan jempolnya kepada wartawan www.rumahdunia.com saat peliputan berlangsung (4/2). Abdul Koyum seorang karyawan PT KS itu sering tiap kali pulang kerja selalu memarkirkan sejenak mobilnya untuk membeli serabi yang kemudian dibawa pulang.
Meski tempat dagangan dan proses pembuatannya sederhana, pelanggan serabi banyak dari kalangan para pejabat, polisi, karyawan, guru, dan lainnya. Elia juga mengaku setidaknya dalam seminggu pasti ada pesanan dalam jumlah cukup besar yang biasa dibuat di rumahnya.
Jika anda ingin mencicipi gurihnya serabi buatan Elia, sebaiknya anda datang pada sore hari dari jam 3 hingga magrib pada hari biasa. Sedangkan pada hari libur jam 2 siang sudah mulai buka dan cepat habis diserbu pembeli. Anda bisa mendapatkan serabi yang gurih dan alami dengan cukup mengeluarkan kocek seribuh rupiah per buahnya. Anda pun akan mendapatkan bungkusan air gula merah yang bisa anda cocol saat makan serabi. Menyeoooss, deh!





June 26th, 2010 at 6:33 pm
jadi ngiler tapi kapan ya bisa ke cilegonnya?