LAUNCHING TBM KSB KOTA SERANG
langlang | Warta Banten | February 8th, 2010 | 2 Comments »
SERANG- Pasangan suami-istri, Deni Abrianto dan Junita Bahari Nonci, mengaku mempunyai keinginan untuk membuat TBM itu berawal dari mimpi. Setelah sekian tahun, akhirnya mimpi itu baru sekarang terlaksana. “Dari kecil, memang sudah mempunyai mimpi ingin buka TMB.” Ujar Junita Bahari Nonci. Dengan berdirinya Taman Baca Masyarakat Kreatifitas Seni dan Baca (TBM KSB) yang berada di Jl. Higland Park, Kota Serang Baru (KSB), Kawasan Permata Hijau Blok P No.7, Minggu (7/2) baru saja diresmikan—dengan simbol pemotongan pita—Pukul 08.00 WIB, oleh sekretaris Rukun Warga (RW) Sukarji. Dalam sambutannya, Sukarji berharap TBM KSB semoga bisa bermanfaat dan menjadi hunian yang berkualitas.
Kenapa nama TBM-nya di berani nama KSB, itu karena supaya sama dengan nama komplek Kota Serang Baru. Diakui Deni dan Junita, keberadaan KSB yang bertempat di rumah ber-type 21 Studio itu hasil sumbangan warga sekitar. “Rumah ini (TBM KSB) awlanya tidak dipakai oleh pemiliknya, ibu Tomy. Saat kami nego, Ibu Tomy mengiklaskan rumah miliknya untuk dijadikan TBM. Namun, kami merasa tidak enak. Jalan keluarnya, rumah ini kami sewa dengan harga yang sangat murah sekali,” kata Juanita selaku pengelola TBK KSB tidak mau menyebut nominal harga untuk sewa rumah itu. Rumah Ibu Tomy, lalu direnovasi secara gotong royong, dari sumbangan warga. “Ada yang menyumbang cat tembok, paku, dan uang,” terang Junita yang mengenakan kerudung puitih ini.
Untuk koleksi buku yang ada sekarang, mencapai 7000 buku dari yang ditargetkan 1000 buku. Yang terdiri dari buku anak, keterampilan memasak, dan bigrafi. Untuk kedepannya, TBM KSB juga sudah merencanakan agenda tiap tahunnya, seperti cerita/dongeng, seni marawis, gambar, menari dan menyanyi. “Juga kami akan megajarkan hidup sehat pada anak-anak lewat lewat mendongeng nanti, misalnya bagaimana pentingnya cuci tangan sebelum makan,” tutur Deni, yang mengatakan TBM KSB mempunyai visi: Meningkatkan minat baca pada anak dan warga, khususnya orang tua. “Untuk itu, perlu adanya balanced terhadap anak-anak agar tidak terlalu sering bermain, tanpa belajar atau membaca buku,” kata Deni yang prihatin dengan kebiasaan anak-anak komplek yang lebih banyak bermain, ketimbang baca.
Dalam peresmian TBM KSB juga diisi dengan lomba menggambar tingkat TK dan SD, serta bazar makanan, baju, dan kaligrafi. “Ya, ini untuk memeriaahkan saja. Yang buka bazar ini, seuanya ibu-ibu komplek Kota Serang Baru,” kata Junita disela-sela istirahatnya.
Junita juga tak lupa turut berterimakasih kepada Rumah Dunia, yang telah menyumbang satu dus buku serta para penymbang yang lainnya dalam bentuk barang, buku, maupun dalam bentuk do’a. Saat ditanya oleh wartawan www.rumahdunia.com perihal langkah ke depan TBM KSB, Juanita berkata. “Yang penting, bahwa harta yang paling berharga itu adalah dapat membina generasi muda dengan ilmu yang bermanfaat,” tandasnya. Siapa yang ingin menyusul untuk menyumbang di TBM Kreatif Seni dan Baca? [Ahmad Wayang]




February 9th, 2010 at 2:18 pm
wah tambah kreatif aja nih, kawasan Permata Hijau KSB…
tahun 2004-2005 saya sekeluarga pernah tinggal di situ, suasananya sepi nyaman, baik untuk perkembangan anak2.
Mesjidnya bersih, kalo subuh pas hari minggu diadain ceramah dari warga secara bergilir. Jadinya para warga ‘dipaksa’ untuk belajar ceramah. Asik…
Kalo sore pada ngumpul dilapangan masjid, wah bener2 kental rasa kekeluargaan antar warga. Kalo mo rapat RT tinggal nutup 1 jalan, rame2 bawa makanan sendiri2 buat tukar2an, ngumpul2 lesehan sambil makan2.
btw, Rencana mo nanam pohon buah2an di jalan lingkungan jadi terwujud gak ya?
March 18th, 2010 at 12:35 pm
Mangganisasi (penanaman buah mangga) jadi dilaksanakan, bahkan sekarang sudah ada yang panen lho.