TERMINAL BAYANGAN SEMRAWUT TAPI MENGUNTUNGKAN

advert

SERANG – Selain lokasi strategis, jaraknya dekat, dan keadaan yang nyaman membuat para penumpang bus jurusan Jakarta – Merak dan sekitarnya lebih memilih menunggu di terminal dadakan atau biasa disebut bayangan. Daripada menunggu di Terminal Pakupatan Serang dengan kondisi hingga kini memperihatinkan. Seperti pagi tadi, Kamis (4/2), wartawan rumahdunia.com memantau tempat yang selalu ramai oleh para penumpang yang menunggu bus di terminal bayangan Kemang, Serang.

Dikatakan Fuadi warga Ciracas, Serang, bahwa menunggu bus di terminal bayangan Kemang lebih dekat dan nyaman. “Saya sering naik dari sini karena nyaman dan tidak becek seperti di Terminal Pakupatan,” jujur karyawan swasta di Tangerang ini. Keluhan sama juga diungkapkan oleh Yanto, sopir bus Arimbi, mengatakan mengetem di Terminal Pakupatan jalannya rusak parah dan bisa mengakibatkan kerusakan pada onderdil mobil. “Kalo ngetem di sini selain tidak khawatir rusak, penumpang tetap nunggu di sini (terminal bayangan Kemang -red),” akunya.

Jika kedua narasumber di atas soal keluhan jalan di terminal pakupatan, lain hal dengan Ate Waryadi, Kanit Patroli Serang Timur, mengungkapkan bahwa dia beserta petugas polisi lainnya selalu menghimbau kepada penumpang dan sopir bus agar mematuhi rambu-rambu yang sudah ditetapkan. “Kami sudah memasang rambu-rambu di setiap jalan di Kota Serang, khususnya di simpang tiga jalan raya Jenderal Sudirman Serang dan simpang empat gerbang tol Serang Timur,” tegas Ate.

Ternyata, keberadaan terminal bayangan Kemang bukan lagi tempat menunggu bus. Tapi sudah jadi ladang ekonomi warga Kemang dan sekitarnya. Di pinggir-pinggir jalan sudah banyak ditumbuhi warung, pedagang asongan, koran, dan sekelompok pengamen. Hal ini dituturkan Suci Cahyati (17) penjaga konter handphone dan jual voucher, menurut warga Cipocok Jaya ini penghasilan di sini sangat lumayan. “Penghasilan paling kecil sehari Rp. 500.000,” ujar remaja yang masih duduk di kelas 3 SMA Pasundan Serang ini. Hal ini pun dirasakan oleh Ridwan, pedagang asongan, saat ditanya wartawan rumahdunia.com di terminal bayangan. “Tem di sini sepi tapi lebih teratur, jadi gak khawatir.” kata lelaki asal Kampung Cimangu Serang ini.[Harir Baldan]

Share

One Response to “TERMINAL BAYANGAN SEMRAWUT TAPI MENGUNTUNGKAN”

  1. Harir Baldan Says:

    Lanjutkan Pak!

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010