TERMINAL BAYANGAN SEMRAWUT TAPI MENGUNTUNGKAN
rumahdunia | Warta Banten | February 4th, 2010 | 1 Comment »
SERANG – Selain lokasi strategis, jaraknya dekat, dan keadaan yang nyaman membuat para penumpang bus jurusan Jakarta – Merak dan sekitarnya lebih memilih menunggu di terminal dadakan atau biasa disebut bayangan. Daripada menunggu di Terminal Pakupatan Serang dengan kondisi hingga kini memperihatinkan. Seperti pagi tadi, Kamis (4/2), wartawan rumahdunia.com memantau tempat yang selalu ramai oleh para penumpang yang menunggu bus di terminal bayangan Kemang, Serang.
Dikatakan Fuadi warga Ciracas, Serang, bahwa menunggu bus di terminal bayangan Kemang lebih dekat dan nyaman. “Saya sering naik dari sini karena nyaman dan tidak becek seperti di Terminal Pakupatan,” jujur karyawan swasta di Tangerang ini. Keluhan sama juga diungkapkan oleh Yanto, sopir bus Arimbi, mengatakan mengetem di Terminal Pakupatan jalannya rusak parah dan bisa mengakibatkan kerusakan pada onderdil mobil. “Kalo ngetem di sini selain tidak khawatir rusak, penumpang tetap nunggu di sini (terminal bayangan Kemang -red),” akunya.
Jika kedua narasumber di atas soal keluhan jalan di terminal pakupatan, lain hal dengan Ate Waryadi, Kanit Patroli Serang Timur, mengungkapkan bahwa dia beserta petugas polisi lainnya selalu menghimbau kepada penumpang dan sopir bus agar mematuhi rambu-rambu yang sudah ditetapkan. “Kami sudah memasang rambu-rambu di setiap jalan di Kota Serang, khususnya di simpang tiga jalan raya Jenderal Sudirman Serang dan simpang empat gerbang tol Serang Timur,” tegas Ate.
Ternyata, keberadaan terminal bayangan Kemang bukan lagi tempat menunggu bus. Tapi sudah jadi ladang ekonomi warga Kemang dan sekitarnya. Di pinggir-pinggir jalan sudah banyak ditumbuhi warung, pedagang asongan, koran, dan sekelompok pengamen. Hal ini dituturkan Suci Cahyati (17) penjaga konter handphone dan jual voucher, menurut warga Cipocok Jaya ini penghasilan di sini sangat lumayan. “Penghasilan paling kecil sehari Rp. 500.000,” ujar remaja yang masih duduk di kelas 3 SMA Pasundan Serang ini. Hal ini pun dirasakan oleh Ridwan, pedagang asongan, saat ditanya wartawan rumahdunia.com di terminal bayangan. “Tem di sini sepi tapi lebih teratur, jadi gak khawatir.” kata lelaki asal Kampung Cimangu Serang ini.[Harir Baldan]




February 4th, 2010 at 9:12 pm
Lanjutkan Pak!