PUISI-PUISI YOYONG AMILIN

advert

HIKAYAT PERAHU


badai bermula dari airmata

hingga terdampar di tandus bukit

lewati gurun dan pesawahan telanjang

kau bingung perahu yang mana

yang mampu lewati panjang pelayaran

sampai airmata tertuntaskan

dan Nuh tersandar di gundukan batu

bersama perahu yang paling kau sayangi

yang sering kau pakai ngarung lautan

perahumu untuk mengintai ikanikan

menghidupi anakmu yang terlahir sungsang

***

BERLAYAR

kulayari laut sajak

menuju samudera kata

riak tanda baca selalu menggoyang perahu

perahu mungil dari batang sepi

dengan layar bait puisi

tiba di muara antologi

badan sungai bercabang

kiri menuju luas perenungan

kanan kembali ke muasal sepi

sementara dalam diri kata berebut diksi

di ujung layar kata meronta kembali ke asal

: muasal tuturan

***

SENANDUNG TOMPO

Di altar janari

Jari kita saling merengkuh

Mengumpulkan pecahan bulan

Sisa mimpi tadi malam

***

KASUR

kau yang paling memahami tiap lelah ini, lewat

bisikan pori dari malammalam yang berlalu

entah sampai kapan kau sajikan mimpi bagi

lelap yang kuarungi di tubuhmu

mentari pagi tak mampu menerjemahkan gigil

***

Yoyong Amilin, kelahiran sekian tahun yang lalu di Desa Rantau Sialang yang yang terletak di Kabupaten Musi Banyuasin, Palembang. Sekarang bekerja di sebuah Perusahaan swasta di kota Jakarta. Karyanya termuat dalam antologi puisi dan kisah inspiratif “menggenggam cahaya” (Eska Publising 2008), kompas.com, Majalah Girliezone. Dapat disapa melalui: ayhounk_bae@yahoo.co.id.

***

REDAKSI menerima kiriman puisi 5-6 judul disertai biodata, alamat, foto diri, dan nomor rekening bank dalam satu file attachment ke puisi@rumahdunia.com. Puisi yang dimuat akan diberi honorarium sebesar Rp. 50.000,- per-edisi.

  • Share/Bookmark

7 Responses to “PUISI-PUISI YOYONG AMILIN”

  1. neka Says:

    sip…lajulah nak..
    hehehe..

  2. Nisa Salwa Says:

    selamat ya ka…puisinya mejeng di rumah dunia…keren euy !!!

  3. Nur Says:

    kerenlah…lebih semangat lagi yak ka ayooong!!!

  4. febimiss Says:

    no comment…
    hidup wong kito!!! hehehehehe

  5. reni Says:

    keren cuy,w tunggu y buku kumpulan pisinya

  6. Dani Says:

    Amboy.. mantabs kanaaan :)

  7. zet star Says:

    hemmm,,mantaps,,,,
    teruskan semangatmu dek,,,

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

BE A WRITER: DARI YANG REGULER HINGGA EXCLUSIVE”

Pingin jadi pengarang? Penuli skenario? Jangan pusing-pusing. Untuk mengisi liburan pelajar/mahasiswa, yuk, kita isi dengan kegiatan bermanfaat.
REGULER
Ada paket murah-meriah di Taman Bacaan Masyarakat “Rumah Dunia”. Paket Kelas Menulis “Be a Writer” reguler di Rumah Dunia. Kalo mau jadi novelist dan penulis skenario, gabung di sini. Biaya Rp. 150.000,-. Gratis buku “Be a Writer” karya Gol [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | May 20th, 2010

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa*
Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari tabung [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong
MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak mengganggu [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK
I.
“ora et labora”
di pertigaan jalan menuju rumah
beberapa tukang becak menyemadikan nasib
: bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha
- memejam di tempat duduk
masingmasing-
II.
“nrimo ing pandum”
kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan
begitu saja kepada puingan matahari dan purnama
mereka mengabadikannya sebagai penanda becak
yang telah menerima dan menemukan kesadaran bahwa
lapar dan haus adalah
foto-doa
III.
“kerja adalah ibadah”
di sisi adzan,
kretek [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | July 18th, 2010