MEMET RAHMAT SANG PETUALANG

advert

SANG PETUALANG

Oleh Harir Baldan

Menjadi petualang bukan hal yang mudah untuk ditempuh.  Selain mental, kerja keras, ulet, tekun, modal, sabar, dukungan, juga harus cinta terhadap dunia petualangan saja. Sebab seorang petualang harus siap menghadapi segala rintangan dan tantangan. Hal ini juga pernah dirasakan Memet Rahmat (63), warga Cipanas, Lebak, Banten.  Hujan panas, perih getir, dan segela kondisi medan di lapangan harus ia hadapi. Baginya, itu adalah sebuah konsekuensi. Soal resiko sudah siap ditanggung tentunya.

PRESTASI

Rahmat, biasa dia disapa. Lelaki yang lahir pada 24 September 1948 ini adalah asli warga Cipanas, Lebak, Banten. Kedua orangtuanya asli Banten. Setelah lulus bangku SLTP pada tahun 1963, dia melanjutkan pendidikan ke SMA. Namun karena faktor ekonomi, pendidikan Rahmat berhenti di tengah jalan pada 1966. Kendati demikian, tak membuat Rahmat yang kini beranak tiga ini putus harapan.  Dengan modal semangat dan keyakinan, Rahmat melakukan petualangan ke negeri orang.  Mulai dari Sumatera Selatan sebagai karyawan PT. Isapati, Jambi.  Rahmat bekerja di bidang pengeboran sejak tahun 1972 sampai 1980. Pengorbanan dan kerja kerasnya tak sia-sia, atas prestasinya di perusahaan tersebut, membuat perusahaan memberikan tugas ke luar negeri. Negara-negera yang pernah disinggahi kakek dari empat cucu adalah Warsawa (Polandia), Hawaii (USA), Thailand, dan Singapura. “Selama 2 bulan saya di luar negeri dan ini adalah penghargaan pribadi saya, karena  prestasi kerja saya dinilai perusahaan sangat membanggakan,” akunya.

ORGANISASI

Lahir dari ayah seorang mantan Pejuang, Abdul Muis dan ibu seorang pensiunan guru, Hj. Dedeh Hamzah, jiwa petualang Rahmat sudah terlihat sejak duduk di bangku SLTP kelas 1 tahun 1960. Hal ini dimulai dengan menjadi anggota Gerakan Siswa Nasional Indonesia. Rupanya petualangan Rahmat pun terus merambah ke dunia politik. Selain mengelola pemandian Titra Lebak Buana di Cipanas, Lebak, Banten, Ayah tiga anak ini pun sempat menjadi anggota kongres partai. Ia bergabung menjadi anggota organisasi beberapa partai; Pemuda Marhaenis, Partai Nasional Indonesia, Partai Demokrasi Indonesia, dan terakhir adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Di partai berlambang banteng moncong putih ini, Rahmat dilantik sebagai wakil ketua Dewan Pimpinan Cabang untuk Kecamatan Cipanas. Jabatan ini tentu menambah kesibukan dan rutinitas Rahmat. Undangan seminar partai ke beberapa daerah seperti di Sange, Tanah Lot (Bali), Kalimantan, Pare-pare (Sulawesi Selatan), Ambarawa (Semarang, Jawa Tengah). Kiprahnya di bidang politik terhenti pada tahun 2005. “Karena sudah tak sejalan lagi, maka saya memutuskan mundur,” tuturnya.

Share

One Response to “MEMET RAHMAT SANG PETUALANG”

  1. Harir Baldan Says:

    Jika teman-teman berwisata ke pemandian Cipanas, Lebak, Banten. Maka, solusi yang terbaik adalah temuilah beliau. Dijamin dapat diskon 10% pembayaran karcis masuk, belum lagi si “Guide” dapat tips langsung dari kantongnya. masih katanya, yang datang minimal satu bus 3/4 atau bus gede.So, silahkan datang ke Cipanas…

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010