GRASSTRACK KEJURDA DI TUGU WATES CIPANAS

LEBAK, CIPANAS–Kejuaraan Daerah (Kejurda) Grasstrack, seri A kelas 13, Minggu (28/2) berlangsung meriah di sirkuit Tugu Jaya Wates, Kampung Hamberang, Desa Luhur Jaya, Cipanas-Lebak. Sebelumnya, Sabtu (27/2) Kejurda Grasstrack telah dibuka olah Wakil Bupati Lebak, H. Amir Hamzah pada babak kualifikasi sebelum pertandingan merebut piala. Ajang bergengsi itu diikuti oleh 300 peserta motorcross dari berbagai provinsi. “Dari Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten tentunya,” kata Sukma Jaya atau biasa dipanggil Alang, selaku ketua penyelenggara. Masih kata Alang, “Kejurda ini adalah agenda otomotif pengurus daerah Ikatan Motor Indonesia (IMI) Banten.”

Untuk lomba tingkat Kejurda, diakui Alang memang yang pertama kalinya. “Tapi, untuk tingkat lokal kami sudah pernah mengadakan, tepatnya tahun lalu pada bulan Desember,” tuturnya.

Grasstrack yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini dihadiri sekitar 5 ribu-an penonton dan akan berakhir sekitar pukul 05.00 WIB nanti. Untuk total hadiah pada Kejurda ini mencapai 30 juta dalam bentuk tropi dan uang pembinaan.

Diakui Beben, penanggung jawab Kejurda, acara ini adalah sekaligus launching sirkuit Tugu Jaya Wates Cipanas dengan luas 1000 m/2 yang rencananya akan dijadikan sirkuit permanen, sambil berharap sirkuit ini bisa menjadi salah satu objek wisata yang ada di Cipanas. “Mudah-mudahan pemerintah daerah mau memperhatikan dan melihat (sirkuit) ini agar jadi aset daerah yang bisa dikembangkan,” kata anggota DPRD Lebak penuh harap.

Hal yang sama juga diungkapkan Alang, dirinya beserta panitia Cipanas Lebak Otomotif Club berharap Tugu Jaya Cipanas ini bisa menjadi satu paket objek wisata bersama pemandian air panas Tirta Lebak Buana di Cipanas dan Arung Jeram di Lebak Gedong. Dalam kesempatan itu, hadir pula Kapolres Lebak, Endang Hermawan, Camat Cipanas, Sukandi Mangku Alam, Kepala Desa Luhur Jaya dan Koramil, Asropi.[ Ahmad Wayang]

SUKMAJAYA ALANG: PEDULI ANAK MUDA

SUKMAJAYA ALANG: PEDULI ANAK MUDA

Oleh: Harir Baldan

LEBAK–Cipanas terkenal dengan objek wisata alamnya seperti, pemandian air panas, dan Arung Jeram Ciberang, ternyata masih menyimpan satu potensi lain. Yakni, ajang motorcross yang terletak di Tugu Wates, Hamberang, Luhur Jaya, Cipanas, Lebak.

Selain memiliki sumber daya alam yang menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sumber daya manusia-nya (SDA) pun tak kalah potensial. Khusus di 2 Kecamatan; Cipanas dan Lebak Gedong banyak menyimpan bakat-bakat muda yang jago ngebut di jalan raya.

Alhasil, berawal dari sanalah ide menggelar motorcross dimulai. “Lomba balap motorcross pertama diadakan pada 12-13 Desember 2009,” kata Alang. Untuk mengadakan acara itu Alang harus menghabiskan modal Rp. 37 juta. “ 7 juta untuk buka lahan dan 30 juta untuk biaya pelaksanaannya,” terang Alang. Kendati begitu, Alang berharap kerja keras dan pengorbanannya dapat apresiasi dari Pemda Lebak. “Karena turnamen ini bisa mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Desa, Kecamatan, dan Pemda Lebak.” Masih Alang.

Menurut lelaki beranak 2 ini tujuan diadakan Grasstrack untuk menggali SDM dan SDA khususnya di Kecamatan Cipanas dan Lebak Gedong. “Selain itu untuk mengantisipasi kecelakaan di jalan dan memfasilitasi bakat-bakat pembalap muda,” terangnya.[]

CIPANAS IQRA, GEMPA LITERASI MENUJU INDONESIA MEMBACA

LEBAK–Kegiatan “Gempa Literasi: Cipanas Iqra”  di Kampung Cipanas, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas-Lebak, Sabtu (27/2) pukul 09.00 WIB sukses dibuka oleh Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah. Wakaf buku terkumpul 150 buku dari Rumah Dunia, 50 buku dari warga Cipanas, uang tunai Rp. 3.000.000 dari Wakil Bupati Lebak dan Rp. 150.000 dari Bela Adikarya, anggota DPRD Lebak. Gempa literasi pun terasa menggoncang Lebak hingga kekuatan skala 26 HA (huruf alphabet).

FORUM TBM

Sejak pukul 09.00 WIB Kampung Cipanas yang berada di jalur Rangkasbitung–Jasinga, Bogor, terasa hangat dengan nyanyian dan gerak tubuh para santri dari Ponpes Nurul Madaany, dari Babakan Pedes, Sipayung-Cipanas. “Kampung Cipanas akan dicatat dalam sejarah perpustakaan yang dikelola masyarakat atau jadi pelopor dalam gerakan taman bacaan masyarakat Indonesia, dengan mengawali gempa literasi ini,” Gol A Gong, Ketua Umum Taman Bacaan Masyarakat Indonesia, pada saat memberi sambutan.

Kata Gong, “Cipanas Iqra bagian dari program besar Taman Bacaan Masyarakat Indonesia, yaitu ‘gempa literasi’. Dan Cipanas adalah titik gempa literasi pertama. Ini bukan gempa yang menghancurkan, tapi gempa yang akan membangun, menuju Cipanas membaca terus ke Banten mambaca, dan meluber ke Indonesia Membaca.”

AGEN

Selain wakaf buku, di Cipanas Iqra juga diadakan peresmian sekretariat Ikatan Keluarga Mahasiswa Cipanas (IKMC) sekaligus launching taman bacaan masyarakat “Kosala Library”. Untuk peresmian sekretariat IKMC dan Peluncuran Kosala Library sendiri dilakukan oleh Wakil Bupati Lebak Ir. H. Amir Hamzah. Dalam sambutannya, Amir  berharap, “Kosala Library harus menjadi tempat mencari ilmu. Dan IKMC bisa menjadi agen perubahan.”  Amir mengingatkan, bahwa Jasinga yang menjadi tetangga Cipanas sudah diagendakan jadi Kabupaten Bogor Barat. “Jadi, kehadiran ‘Kosala Library’ sangat tepat, karena melengkapi potensi Cipanas yang sudah ada, yaitu arena motor cross, off road, arung jeram sungai Ciberang, dan pemandian air panas.”

Ditemui usai acara, Ahmad Arif, selaku ketua IKMC menjelaskan, “Kosala Library  membuka kursus menulis cerpen, novel, sekenario film bersama Gol A Gong.  Setiap Selasa, Rabu dan Kamis. Juga diskusi mingguan, kajian bulanan, dan sanggar dongeng anak,” kata Arif menginginkan keberadaan “Kosala Library” bisa diterima masyarakat Cipanas dan memacu kreativitas anak-anak.

Dalam acara itu hadir pula camat  Cipanas, H. Sukandi Mangku Alam, DPRD Lebak, Bela Adikarya, Asep Sukmara selaku Ketua (UPTD) Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan, Ade Mujhaerimi dari Komisi Transparasi dan Partisipasi, perwakilan Ponpes Daur El-Irfan, Tokoh masyarakat Cipanas, Kepala Sekolah SD dan SMA  Cipanas, serta mahasiswa IKMC.  Gempa Literasi Cipanas Iqra ini terselenggara berkat support Rumah Dunia, Suhud Media Promo, Banten Raya Post, IKMC, Nurul Madaany, Himpunan Keluarga Muda-mudi Kampung Lurah, dan Forum Lingkar Pena Lebak.( Ahmad Wayang)

AGUS KUNCORO SUMBANG BUKU KE RUMAH DUNIA

SERANG – Agus Kuncoro sumbang buku ke Rumah Dunia bersama komunitas sepeda Bikepacker Indonesia (Jum’at/26/2) sore tadi. Dalam rangka touring Jakarta – Banten dengan menggunakan sepeda, pemain film Kun Fayakun ini menyempatkan diri singgah sejenak di Rumah Dunia. “Kami berangkat jam 5 subuh dari Jakarta. Dan alhamdulilah, kami bisa sampai di sini (Rumah Dunia -red).” kata Agus.

Bikepacker Indonesia yang alamat di Jl. Veteran Kav.Iv No.1 Tanah Kusir-Bintaro Jakarta Selatan 12330, telah membawa rombongan sebanyak 22 orang. Namun di tengah perjalanan 4 orang teipisah dari rombongan. “Empat orang lagi masih di perjalanan.” ungkap Asep, salah satu rombongan saat memberi sambutan.

Di sela-sela para Bikepacker Indonesia istirahat, hadir pula sejumlah pelajar dari SMPN Cikesal yang akan belajar junalistik dan sastra di Rumah Dunia. Pada kesempatan itu, para pelajar SMPN Cikesal berebut tanda tangan dan photo bareng dengan suami Anggie ini sebelum pemberian materi dimulai.

Salah satu guru SMP Cikesal Lela, sekaligus ketua pelaksana pada acara kunjungan tersebut berharap anak didiknya nanti bisa membuat karya tulis usai mengikuti pelatihan jurnalistik dan sastra di Rumah Dunia. “Dengan belajar di luar kelas ini semoga kami terus mendapat banyak informasi dan inspirasi.” ucapnya, menambahkan.[Lanang Sejagat, Roy Goozly]

PUISI-PUISI AHMAD WAYANG

DETIK YANG MATI

:wardani

pagi sekali, suara dangdut

dari sudut beranda rumahmu

tergilas rodaroda waktu

yang terus bisu

sesekali lagu yang kau putar

mengusik hatiku

kenangan berterbangan

ingin menggapai rindu

yang masih dalam ikatan matamu

ah, selalu ada tanda tanya

dan akan selalu begitu

saat sepasang mata

melihat tenda merah di latar rumahmu

entah kenapa

keping kenangan kita

berserakan dalam kamar sempit ini

tak terasa malam selimuti jiwaku

begitu pun dengan sepi yang selalu menggantung

nafas ini. gigil tubuh ini tak ada arti

saat bibirku dan bibirmu bertemu kaku

sunyi lantunkan gumam; bahwa alis matamu

akan jadi lengkung esok nanti

seperti yang lainnya kau terlihat riang

dan sesekali berceloteh dengan sang Rama

diiringi wangi melati dan parfum kesukaanmu

inikah kali pertama detik yang mati?

empat belas bayangmu masih menggantung diri

mungkin gerimis januari haturan terahkir

ketika sepuluh butir beningnya

menempel di kaca jendela yang mati rasa

duh gusti, inikah  kali pertama detik yang mati?

Kepondoan, 14.01.10 (06.05)

***

HIJRAH CINTA

kutinggalkan semua kenangan

di bangku kecil

rumah dan bunga padi

melepas semua wangi tubuhmu

yang bermekaran dalam jantung batu

senja yang menyembul dari sudut bibirmu

telah kuhapus dengan gerimis

malam itu juga

kutinggalkan jejakmu

yang masih mengikat

biarlah angin selatan yang membawa duka

pada loronglorong cinta

ini hanya hijrah bagi

jiwa nestapa

yang masih menyulut api kesunyian

sebelum menghembuskan tawa yang panjang:

ucapkan selamat tinggal

Kepondoan, 14.01.10

***

WANGI SUBUH

adakah kata di ujung nafasmu

bersemilir angin dari waktu yang berbeda

jingga warnanya

atau hati yang kelabu

luka dan nestapa di tiap lekuk senyummu

ingin kureguk wangi subuh

sampai cahayamu jatuh

menetes di kalbu

masihkah nafasku memburu racunmu

atau perlahan mencuri

wangiwangi yang terselip di ujung matamu

jika begitu, sampaikan mimpi indahku;

tentang rembulan tua

di akhir kepulangan kita

Rumah Dunia, akhir 2009 awal 2010

***

ALAMATMU ADALAH WAKTU

malam masih duka padaku

subuh yang kurindu sapa laut biru

angin kini telah menipu

walau dulu telah manjakanku

karena ini adalah penghabisan waktu

untuk mencari alamatmu

kau mungkin tahu catatanku tempo dulu

secarik alamat menari dalam waktu

ya, menari

hanya menari

Rumah Dunia, akhir 2009 awal 2010

***

Ahmad Wayang, lahir 19 September 1987 di sebuah Kampung kecil Kepondoan, Serang-Kibin. Ia pernah mengikuti TRALIS 3 FLP dan Kelas Menulis angkatan VIII di Rumah Dunia. Juga mengikuti Majelis Puisi di Rumah Dunia. Beberapa karyanya berupa puisi dan cerpen sudah menghiasi koran lokal, seperti Fajar Banten dan Radar Banten. Ia juga relawan dan wartawan rumahdunia.com. Email:soby_rin@yahoo.co.id

***

REDAKSI menerima kiriman puisi 5-6 judul disertai biodata, alamat, foto diri, dan nomor rekening bank dalam satu file attachment ke puisi@rumahdunia.com. Puisi yang dimuat akan diberi honorarium sebesar Rp. 50.000,- per-edisi.

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Full Story | July 18th, 2010