NASTITI RAIH DUTA CHANGE WITH READING

advert

NASTITI RAIH DUTA CHANGE WITH READING

Oleh Ahmad Wayang

Nastiti Tiasundari nama lengkapnya. Gadis kelahiran Trenggalek Jawa Timur, 31 Agustus 1993 ini awalnya tak menyangka akan memenangkan lomba pemilihan Duta Change With Reading yang digagas oleh Rumah Dunia pada Sabtu (9/1/10) akhir pekan lalu. Ia mengaku tidak sampai selesai mengikuti acara CwR. “Saya pulang bersama guru pembimbing saya, lantaran guru saya mempunyai anak kecil yang ditinggal di rumah,” kata Nastiti.

Pelajar dari SMA 1 Pandeglang ini mengaku awalnya pesimis duluan untuk mengikuti pemilihan duta CwR, tapi berkat dukungan dari orangtua, guru dan teman-temannya, gadis berkulit putih ini akhirnya bersemangat untuk mengikuti pemilihan duta CwR tersebut. Lalu ia mencari ide untuk membuat essay yang tak sengaja ide essaynya didapat saat sedang makan roti, maka jadilah essay berjudul ‘Berguru Pada Sepotong Roti’.

Perasaan Nastiti saat mengetahui dirinya jadi juara duta CwR itu antara kaget bercampur senang. “Wah, yang pasti senang banget. Nggak nyangka bakal menang,” kata Nastiti sambil mengembangkan senyum. Berita bahagia itu pun ia peroleh lewat telpon seluler berupa Short Message Service (SMS) dari salah satu temannya.

Siswa SMA kelas 2 dari pasangan Nurus Syamsiah dan Suwarto ini ternyata mempunyai cita-cita menjadi dokter. Saat di SMP Nastiti selalu menjadi juara kelas hingga SMA kelas dua ini,  bahkan ia menyabet juara umum di sekolahnya. Meski di sekolah banyak temannya yang menganggap Nastiti pintar, tapi Nastiti tidak merasa takabur (sombong). Justru sebaliknya ia merasa belum menjadi orang yang pintar seperti apa yang dikatakan temannya. “Saya nggak pernah merasa saya pintar, karena saya sadar banyak pelajaran yang belum bisa saya kuasai,” katanya merendah diri.

Anak ke 2 dari dari 4 bersaudara ini, hari-harinya paling banyak habiskan di rumah. “Di rumah saya biasanya baca buku, kalau nggak maen game sama ade,” kata Nastiti. Untuk bermain game, diakuinya hanyalah sebagai refreshing saja. Di rumahnya Nastiti juga mempunyai ruang perpustakaan mini, yang koleksi bukunya milik orangtua dan kakaknya yang kebanyakan. Mulai dari buku fisika, kimia dan Inteligent Spiritual Quotient  atau Kecerdasan Spiritual. “Komik dan novel juga ada,” tambah Nastiti yang menyukai pelajaran Matematika dan Biologi ini.

Nastiti mengaku, keberhasilan ini berkat dukungan guru dan teman-tema serta tak lepas dari peran kedua orang tuanya, yang juga berprofesi sebagai guru di SMA 8 dan 6 Pandeglang. Kedua orang tuanya itu selalu mendukung kegiatan positif apa saja yang dilakukan anaknya, Nastiti. Harapan ke depannya, Nastiti mempunyai mimpi ingin kuliah di Universitas Indonesia (UI) Depok. Okelah kalau begitu Nastiti. Semoga mimpimu bisa terwujud. Amin!

  • Share/Bookmark

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

MENGOPTIMALKAN POTENSI TAMAN BACAAN MASYARAKAT

Oleh Gol A Gong
Beberapa kali saya kedatangan tamu yang selalu minta diajari membuat proposal pembuatan taman bacaan masyarakat. Mereka adalah para mahasiswa. Mereka menduga, bahwa saya mendirikan taman bacaan masyarakat bernama Rumah Dunia dengan membuat proposal. Saya katakan kepada mereka, bahwa Rumah Dunia tidak dibangun dengan proposal, tapi dengan kata-kata. Juga Rumah Dunia tidak dibangun [...]

Full Story | February 21st, 2010

Banten Kuliner

MAKANAN TRADISIONAL SERABI GURIH DAN ALAMI

SERABI GURIH DAN ALAMI

Oleh: Rama

Di pinggir jalan Bayangkara Sumampir Cilegon, atau tepatnya di depan Lapangan Bola Sumampir, Husen (50thn) tengah mendirikan sebuah tenda dagangannya dengan menggunakan terespal yang disangga oleh 4 batang kayu. Tenda sederhana berwarna biru itu cukup sederhana, hanya cukup melindungi dari sinar matahari ataupun air hujan yang tiba-tiba turun. Sementara Elia, istri [...]

Full Story | February 8th, 2010

advert

Wisata Banten

PEMANDIAN CIPANAS SEHAT DAN SEGAR

LEBAK – Selain mimpi jadi kota pelajar, Lebak yang belum lama berusia 181 tahun ini juga rupanya menyimpan banyak keindahan alam. Saya belum lama ini sempat coba-coba menelisik, mengunjungi dan menikmati bahkan tadinya ingin menjamah semua tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Lebak, baru sebagian saja sih, mengingat beberapa tujuan wisata masih cukup jauh dan [...]

Full Story | December 27th, 2009

advert

Cerpen

BABI NGEPET BUKU

Cerpen Langlang Randhawa*
Alkisah, Banten punya taman budaya yang megah. Gedung berlantai lima yang berdiri di atas tanah bekas gedung kegubernuran Banten itu ramai dengan diskusi mengalahkan hiruk-pikuk mall-mall. Selain berada di jantung kota dan mewah, fasilitasnya pun mengalahkan Gedung Putih Amerika; kenyamanan, keamanan, pelayanan, dan kebersihan sangatlah terjaga dan tertata. [...]

Full Story | March 9th, 2010

Novel

SEGERA “TEMBANG KAMPUNG HALAMAN” KARYA GOL A GONG

Nantikan di bulan Februari 2010, cerita bersambung “Tembang Kampung Halaman”  karya Gol A Gong – dulu Gola Gong. Cerita ini pernah dimuat di majalah HAI  tahun 1990-an dan diterbitkan jadi buku mungil oleh Gramedia. Menceritakan anak-anak kampung dari kampung yang agraris di wilayah pesisir utara, lalu mengalami perubahan sosial.  Mimpi-mimpi dilontarkan setinggi bintang dan ada [...]

Full Story | January 21st, 2010

Puisi

PUISI-PUISI DEA ANUGRAH

KEPADA PISAU

airmatamu mengalir
sampai jauh
pelan pelan menghampir kesunyianku.
***

BLUES BUAT PEREMPUAN R
di kotaku. di kotaku yang jauh ini
selalu kutemukan kilau senyummu
pada lampu lampu jalan, pada bau malam yang khas
juga pada dingin angin pelabuhan.
padahal hidup
hanya menunda kekalahan
seperti payung
yang perlahan lahan sobek
dikoyak moyak angin kencang jelek.
di kotaku.
di kotaku yang jauh ini
aku selalu mengingat senyummu
meski hidup hanya serupa
payung [...]

Full Story | March 9th, 2010