LAKON KOLOSAL BAGIMU PERSADA BANTEN

advert

SERANG – Pementasan lakon kolosal “Bagimu Persada Banten” karya DR. Tanty Manurung yang digarap sutradara kawakan Banten, Dadie Ruswandi Natadipura, berlangsung meriah dalam memperingati hari ulang tahun ke-24 Sanggar Bina Seni Tari Raksa Budaya Jumat (29/1) di Aula Institut Agama Islam Negeri Sultan Maulama Hasanudin (IAIN SMH) Banten.

Maya Rani Wulan, yang juga Kabag Kebudayaan Disporasenibud Kota Serang, pendiri Sanggar Bina Seni Tari Raksa Budaya sekaligus ketua pelaksana berharap, “Kepada seluruh masyarakat Banten, khususnya bagi para pemuda, agar sama-sama menjaga dan memelihara kebudayaan yang ada di bumi Banten tercinta ini, khususnya kebudayaan seni tari.” katanya, dalam memberikan sambutan.

Hingga sampai ke pemotongan kue secara simbolis yang dilakukan oleh Maya Rani dan dibantu dengan beberapa Kadis Provinsi Banten, para undangan yang terdiri dari komunitas budaya, budayawan, perwakilan pemerintah daerah, para orang tua murid di sanggar tari, mahasiswa dan beberapa pelajar sekolah menengah atas, menikmati acara tersebut.

Pagelaran kolosal pun dibuka dengan tembang Cokek, karya tari berkelompok kolaborasi dengan silat Patingtung, Tari Rageman, tari yang berpijak pada seni Islam Terbang Gede, Tari Bantu Inten, Tari Banten Katuran, Tari Genjring Dalil, Tari Mandane, Nandak Cokek, Rampak Nandak, Dalil Wajhun, Gitek Cokek, Bedug Warnane, Tari Grebeg Terbang Gede, Maler Bedug, Gitek Ganjen, Rentak Rebana, serta Tari Cecepon.

Sanggar Bina Seni Tari yang beralamatkan di Jl. Kenaga No 6, Komp. Bumi Mupti Indah Ciracas-Serang ini selama dalam sejarahnya sudah banyak menoreh prestasi, diantaranya juara 1 dan 2 karya cipta tari kreasi tradis Banten (2002), juara harapan tingkat Prov. Jawa Barat (1993), Festival tari melayu nusantara V di Palembang (2006), serta pernah penatas di Jerman. Sanggar ini mempunyai visi menjadi organisasi sanggar seni yang profesional, berkualitas dan terdepan. Serta menjadi pusat pengkajian seni budaya Banten.

Dalam pagelaran kolosal ini, menurut Maya Rani, melibatkan 148 penari dari orang dewasa, remaja juga anak-anak. “Itu belum dengan kru yang lain. Kurang lebih mencapai 170-an plus pemain musiknya,” katanya, saat ditemui setelah usai acara. Pagelaran kolosal ini juga bekerja sama dengan Teater 110, Musikalisasi puisi Tasbeh, Gesbica serta monolog oleh penyair Banten Toto ST Radik. “Kedepanya bisa lebih baik lagi, sehingga banyak orang yang mencintai budaya Banten, dengan seni tarinya.” Ungkap Maya. [ahmad wayang]

  • Share/Bookmark

2 Responses to “LAKON KOLOSAL BAGIMU PERSADA BANTEN”

  1. Dadie RsN Says:

    euweuh sutradaraan nya ??

  2. Dadie RsN Says:

    terima kasih atas koreksi sebuah tulisan dan penyebutan sutradara. Tidak akan ada pertunjukan Kolosal Bagimu Persada Banten (BADANTEN) jika tidak ada yg menyutradarai, meskipun masih ada kesalahan dalam penulisan nama. Tertulis “Dadi” yang seharusnya “Dadie”. Terima kasih. Maju Terus Rumah Dunia!

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

BE A WRITER: DARI YANG REGULER HINGGA EXCLUSIVE”

Pingin jadi pengarang? Penuli skenario? Jangan pusing-pusing. Untuk mengisi liburan pelajar/mahasiswa, yuk, kita isi dengan kegiatan bermanfaat.
REGULER
Ada paket murah-meriah di Taman Bacaan Masyarakat “Rumah Dunia”. Paket Kelas Menulis “Be a Writer” reguler di Rumah Dunia. Kalo mau jadi novelist dan penulis skenario, gabung di sini. Biaya Rp. 150.000,-. Gratis buku “Be a Writer” karya Gol [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | May 20th, 2010

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa*
Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari tabung [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong
MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak mengganggu [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK
I.
“ora et labora”
di pertigaan jalan menuju rumah
beberapa tukang becak menyemadikan nasib
: bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha
- memejam di tempat duduk
masingmasing-
II.
“nrimo ing pandum”
kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan
begitu saja kepada puingan matahari dan purnama
mereka mengabadikannya sebagai penanda becak
yang telah menerima dan menemukan kesadaran bahwa
lapar dan haus adalah
foto-doa
III.
“kerja adalah ibadah”
di sisi adzan,
kretek [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | July 18th, 2010