LAKON KOLOSAL BAGIMU PERSADA BANTEN
rumahdunia | Warta Banten | January 30th, 2010 | 2 Comments »
SERANG – Pementasan lakon kolosal “Bagimu Persada Banten” karya DR. Tanty Manurung yang digarap sutradara kawakan Banten, Dadie Ruswandi Natadipura, berlangsung meriah dalam memperingati hari ulang tahun ke-24 Sanggar Bina Seni Tari Raksa Budaya Jumat (29/1) di Aula Institut Agama Islam Negeri Sultan Maulama Hasanudin (IAIN SMH) Banten.
Maya Rani Wulan, yang juga Kabag Kebudayaan Disporasenibud Kota Serang, pendiri Sanggar Bina Seni Tari Raksa Budaya sekaligus ketua pelaksana berharap, “Kepada seluruh masyarakat Banten, khususnya bagi para pemuda, agar sama-sama menjaga dan memelihara kebudayaan yang ada di bumi Banten tercinta ini, khususnya kebudayaan seni tari.” katanya, dalam memberikan sambutan.
Hingga sampai ke pemotongan kue secara simbolis yang dilakukan oleh Maya Rani dan dibantu dengan beberapa Kadis Provinsi Banten, para undangan yang terdiri dari komunitas budaya, budayawan, perwakilan pemerintah daerah, para orang tua murid di sanggar tari, mahasiswa dan beberapa pelajar sekolah menengah atas, menikmati acara tersebut.
Pagelaran kolosal pun dibuka dengan tembang Cokek, karya tari berkelompok kolaborasi dengan silat Patingtung, Tari Rageman, tari yang berpijak pada seni Islam Terbang Gede, Tari Bantu Inten, Tari Banten Katuran, Tari Genjring Dalil, Tari Mandane, Nandak Cokek, Rampak Nandak, Dalil Wajhun, Gitek Cokek, Bedug Warnane, Tari Grebeg Terbang Gede, Maler Bedug, Gitek Ganjen, Rentak Rebana, serta Tari Cecepon.
Sanggar Bina Seni Tari yang beralamatkan di Jl. Kenaga No 6, Komp. Bumi Mupti Indah Ciracas-Serang ini selama dalam sejarahnya sudah banyak menoreh prestasi, diantaranya juara 1 dan 2 karya cipta tari kreasi tradis Banten (2002), juara harapan tingkat Prov. Jawa Barat (1993), Festival tari melayu nusantara V di Palembang (2006), serta pernah penatas di Jerman. Sanggar ini mempunyai visi menjadi organisasi sanggar seni yang profesional, berkualitas dan terdepan. Serta menjadi pusat pengkajian seni budaya Banten.
Dalam pagelaran kolosal ini, menurut Maya Rani, melibatkan 148 penari dari orang dewasa, remaja juga anak-anak. “Itu belum dengan kru yang lain. Kurang lebih mencapai 170-an plus pemain musiknya,” katanya, saat ditemui setelah usai acara. Pagelaran kolosal ini juga bekerja sama dengan Teater 110, Musikalisasi puisi Tasbeh, Gesbica serta monolog oleh penyair Banten Toto ST Radik. “Kedepanya bisa lebih baik lagi, sehingga banyak orang yang mencintai budaya Banten, dengan seni tarinya.” Ungkap Maya. [ahmad wayang]




January 31st, 2010 at 12:08 am
euweuh sutradaraan nya ??
January 31st, 2010 at 9:07 am
terima kasih atas koreksi sebuah tulisan dan penyebutan sutradara. Tidak akan ada pertunjukan Kolosal Bagimu Persada Banten (BADANTEN) jika tidak ada yg menyutradarai, meskipun masih ada kesalahan dalam penulisan nama. Tertulis “Dadi” yang seharusnya “Dadie”. Terima kasih. Maju Terus Rumah Dunia!