PUISI-PUISI TATANG ADE CHANDRA

advert

KEPASTIAN TENTANG KERAGUAN

Seperti kau tak menerima pendapatku, aku juga tak begitu saja menerima pendapatmu.

Hingga akhirnya aku terantukantuk sesuatu yang tak bisa aku ketuk. Segala resah, keluh dan kesah. Entah, sepertinya mau sirna dan berubah.

mungkin itu dirimu

di balik jeruji yang sudah terbuka

apakah itu bayangmu

yang bisa keluar masuk terali jiwa

Tak mungkin angin membawa kabar, mustahil nyanyian dari rumput yang bergoyang. Mulutmu pembawa kabar yang memuntahkan kata. Nyanyian itu di jiwamu mendesahkan senandung.

adalah suatu kepastian yang aku inginkan darimu

dasar harapan tentang

keraguan yang ingin kusingkirkan darimu

***

1/3 MALAM

Malam ini kita melukis apa?

Bintang atau gelap?

Berbincang dengan pekat

Senda tanpa sendawa

Melihat dengan picingan mata dan

sedikit kerutan dahi

Sudah menambahkah pengetahuan kita

hari ini?

***

KOSONG

laparku sudah mengendap

terjejali kosongnya waktu

kukembangkan kematian jadi dahaga

aku bingung dengan langkah

aku kehilangan hari-hariku

sesak, sesaak!

aku tak bisa menjawab pertanyaan

“bagaimana selanjutnya?”

***

Tatang Ade Chandra, kelahiran Ciomas Banten, buruh pabrik lulusan Teknik Kimia Untirta. Pernah mengikuti Kelas Menulis di Rumah Dunia, Serang, Banten.

***

REDAKSI menerima kiriman puisi 5-6 judul disertai biodata, alamat, foto diri, dan nomor rekening bank dalam satu file attachment ke puisi@rumahdunia.com. Puisi yang dimuat akan diberi honorarium sebesar Rp. 50.000,- per-edisi.

Share

2 Responses to “PUISI-PUISI TATANG ADE CHANDRA”

  1. Toto ST Radik Says:

    TAC, segera kirim norek bank ya. honornya mo dikirim ke mana? ke bank century? hahah! sekalian nomor kontak ya. salam. (totostradik, desk puisi).

  2. tac Says:

    gak biasa dimuat jadi begini nih..:-)
    keren euy bisa nongol di RDdotcom…
    tos di reply di FB..
    nuhun pisan.. tac.

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010