BINCANG-BINCANG DENGAN KORAN WARTA KOTA

advert

RUMAH DUNIA—Sebuah kesempatan emas yang di dapat oleh peserta kelas menulis angkatan ke-15, yang baru bergulir dua Minggu ini tidak di sia-siakan. Pasalnya, Sabtu (23/1/10) siang tadi, jam 13.30 WIB. tiga orang dari wartawan Koran Warta Kota berkunjung ke Rumah Dunia. Awalnya hanya sekadar menyumbang buku ke Rumah Dunia, dalam rangka HUT penerbit Elexmedia Computindo yang ke-25, sehingga Koran Warta Kota yang masih satu jaringan mewakili dari penerbit tersebut.

Sebelum melakukan serah terima diawali dengan sambutan dari perwakilan Koran Warta Kota, yang pada saat itu hadir, pak Sulasdi selaku pemimpin redaksi, menyampaikan sepatah-dua patah kata maksud dan tujuan menyumbang buku ke Rumah Dunia, “Jadi, sumbangan buku ini adalah dalam rangka HUT Penerbit Elexmedia Computindo yang masih satu group dengan kami, sehingga kami dari Koran Warta Kota mewakili dan menyampaikan pesan dari penerbit,” kata pak Sulasdi sambil memegang teks yang sudah dipersiapkan sejak awal sebagai acuan pembicaraan tersebut.

Setelah itu, dilanjutkan dengan sambutan dari presiden Rumah Dunia, Firman Venayaksa. Firman, menjelaskan tentang keberadaan Rumah Dunia yang selalu dijadikan acuan pemerintah pusat, khususnya Departemen Pendidikan Nasional sebagai model Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Selain itu juga, ia menjelaskan tentang keberadaam buku-buku yang ada di Rumah Dunia. “Kalau buku-buku rusak karena di baca, kami rela. Tetapi, apabila buku-buku rusak karena rayap dan sebagainya. Kami tidak rela,” ujarnya sambil tersenyum ke arah rekan-rekan peserta kelas menulis, dan para mahasiswa perguruan tinggi.

Usai sambutan, barulah serah terima buku tersebut dilakukan. Beberapa kamera membidikkan mata ke arah panggung utama Rumah Dunia, yang pada saat itu sedang terjadi momen menarik yang tak bisa ditinggalkan. Dari perwakilan Penerbit Elexmedia Computindo dan Koran Warta Kota, yang diwakili oleh pak Sulasdi, menyerahkan bingkisan dan dua dus buku kepada Rumah Dunia, yang saat itu diterima langsung oleh Presiden Rumah Dunia, Firman Venayaksa.

Bedah Koran Warta Kota

Serah terima sumbangan buku selasai. Gol A Gong, penasehat Rumah Dunia, mengambil alih acara. Dia lansung meminta pak Sulasdi dan kedua temannya, Tri Broto dan Andi Xiao Tian untuk duduk ke panggung menjadi pembicara bagi rekan-rekan yang sudah hadir menantikan kesempatan itu.

Sebanyak 20-an peserta yang tergabung dari peserta kelas menulis, dan perwakilan mahasiswa perguruan tinggi hadir di sana. Mereka menyaksikan dan menyimak dengan khusuk penjelasan yang disampaikan oleh pak Sulasdi, yang menjelaskan tentang sejarah Koran Warta Kota, “Koran Warta Kota berdiri sejak tahun 1999, yang merupakan anak kandung dari Koran Kompas. Awal-awal merintis, kami kesulitan dalam pendapatan oplah dan sirkulasi. Lalu, kami melakukan berbagai riset observasi lapangan untuk mengetahui apa yang menjadi hambatan-hambatan. Setelah itu, kami melakukan perubahan-perubahan. Mulai dari manajemen, konten isi Koran sampai ke pemasaran,” kata Sulasdi.

Setelah menjelaskan tentang sejarah Koran Warta Kota, langsung dilanjutkan dengan dialog interaktif. Sekitar tujuh orang peserta mengajukan pertanyaan kepada tiga wartawan dari Koran Warta Kota tersebut. Mulai dari pertanyaan tentang karakter tulisan sebuah Koran, pengadaan kolom, keistimewaan dari Koran Warta Kota, peluang menjadi wartawan, kesan-kesan menjadi wartawan dan lain sebagainya.

“Di Koran kami, tidak tersedia kolom berupa opini dan fiksi. Awal-awal berdiri kolom tersebut ada. Tapi, menginjak ke sini kami mencoba untuk berbeda dari kompetitor lainnya demi persaingan pasar yang semakin pesat ini, sehingga kolom tersebut ditiadakan. Mungkin, nanti, satu tahun atau dua tahun kedepan. Kolom tersebut ada di Koran kami,” ujar Tri Broto menuturkan dengan tegas dan memberi pemahaman tentang keberadaan Koran Warta Kota sebagai media cetak yang lain dari media cetak biasanya. Dan kata pak Tri Broto, memberitahukan kepada khalayak bahwa tidak lama lagi akan ada anak kandung dari Koran Warta Kota, bernama Tabloid Warta Kota Muda yang konten isinya membuka seluas-luasnya untuk pembaca mengisi tulisannya di sana.

Mengenai kelebihan atau keistimewaan dari Koran Warta Kota, ketiga rekan dari wartawan hanya menjelaskan dari segi penulisan berita yang beda karena di Koran Warta Kota penulisan berita menggambarkan peristiwa seperti di dalam layar televisi khususnya untuk berita kriminal dan menjelaskan tampilan Koran yang full color.

Koran Warta Kota juga disajikan untuk kalangan menengah agak ke atas dan ke bawah agak ke bawah. Tetapi, yang menjadi tujuan biasanya tentang pemberitaan kota sebagai cerminan untuk kaum urban yang hendak ke kota. “Jadi, sebelum ke kota. Kita harus tahu tentang kota tersebut. Aman atau tidak?” tegas pak Sulasdi, “Tahu sendiri, tindak kriminal di kota juga banyak. Jadi, pemberitaan-pemberitaan yang kami tulis di Koran Warta Kota sebagai informasi saja,” tambahnya.

Tiga rekan dari wartawan Koran Warta Kota, juga menjelaskan tentang ke dapur miliknya saja. Mereka juga berbagi pengamalan tentang dunia jurnalistik yang diakui sangatlah keras dan tidak mudah. Karena, dibutuhkan semangat dan keberanian untuk dekat serta akrab dengan nara sumber.

“Teman-teman sebelum turun ke lapangan. Harus tahu dulu, apa tujuannya, sehingga tidak menjadi simpang-siur. Selain itu, kita harus peka dan berusaha seakrab mungkin untuk dekat dengan nara sumber. Tidak boleh takut,” jelas Andi memaparkan pengalamannya ketika turun ke lapangan sebagai wartawa Koran Warta Kota Muda untuk meliput beberapa nara sumber yang diakuinya sangat familiar. “Intinya, teman-teman harus sering turun ke lapangan, agar terbiasa dan memahami medan. Jika kita sudah paham dan dekat dengan nara sumber, yakinlah semua akan dimudahkan dalam meliput,” tambahnya.

Di akhir acara tersebut, ketiga rekan wartawan Koran Warta Kota yang nama-namanya sudah disebutkan di atas, berharap dari teman-teman yang hadir pada sore itu jangan malas menulis, jika ingin menjadi penulis atau wartawan. Oleh karena, kesempatan itu begitu luas, dan jika tidak dimanfaatkan akan hilang begitu saja. Selain itu, juga teman-teman ditantang untuk mengisi tulisan di Koran Warta Kota kolom Warta Kota Muda.[ Muhzen Den: mahasiswa Diksatrasia FKIP Untirta dan Redpel www.rumahdunia.net]

Share

2 Responses to “BINCANG-BINCANG DENGAN KORAN WARTA KOTA”

  1. Noval Says:

    Pada Foto, paling kanan (baju biru) GG dengan model rambut terbaru?

  2. andriani Says:

    mohon sejarah harian warta kota ditulis secara lengkap dong, kalau berkenan tolong kirim ke alamat email saya. Saya butuh datanya untuk menyusun skripsi. Terimakasih.

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010