BINCANG-BINCANG DENGAN KORAN WARTA KOTA
rumahdunia | Warta Banten | January 24th, 2010 | 2 Comments »
RUMAH DUNIA—Sebuah kesempatan emas yang di dapat oleh peserta kelas menulis angkatan ke-15, yang baru bergulir dua Minggu ini tidak di sia-siakan. Pasalnya, Sabtu (23/1/10) siang tadi, jam 13.30 WIB. tiga orang dari wartawan Koran Warta Kota berkunjung ke Rumah Dunia. Awalnya hanya sekadar menyumbang buku ke Rumah Dunia, dalam rangka HUT penerbit Elexmedia Computindo yang ke-25, sehingga Koran Warta Kota yang masih satu jaringan mewakili dari penerbit tersebut.
Sebelum melakukan serah terima diawali dengan sambutan dari perwakilan Koran Warta Kota, yang pada saat itu hadir, pak Sulasdi selaku pemimpin redaksi, menyampaikan sepatah-dua patah kata maksud dan tujuan menyumbang buku ke Rumah Dunia, “Jadi, sumbangan buku ini adalah dalam rangka HUT Penerbit Elexmedia Computindo yang masih satu group dengan kami, sehingga kami dari Koran Warta Kota mewakili dan menyampaikan pesan dari penerbit,” kata pak Sulasdi sambil memegang teks yang sudah dipersiapkan sejak awal sebagai acuan pembicaraan tersebut.
Setelah itu, dilanjutkan dengan sambutan dari presiden Rumah Dunia, Firman Venayaksa. Firman, menjelaskan tentang keberadaan Rumah Dunia yang selalu dijadikan acuan pemerintah pusat, khususnya Departemen Pendidikan Nasional sebagai model Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Selain itu juga, ia menjelaskan tentang keberadaam buku-buku yang ada di Rumah Dunia. “Kalau buku-buku rusak karena di baca, kami rela. Tetapi, apabila buku-buku rusak karena rayap dan sebagainya. Kami tidak rela,” ujarnya sambil tersenyum ke arah rekan-rekan peserta kelas menulis, dan para mahasiswa perguruan tinggi.
Usai sambutan, barulah serah terima buku tersebut dilakukan. Beberapa kamera membidikkan mata ke arah panggung utama Rumah Dunia, yang pada saat itu sedang terjadi momen menarik yang tak bisa ditinggalkan. Dari perwakilan Penerbit Elexmedia Computindo dan Koran Warta Kota, yang diwakili oleh pak Sulasdi, menyerahkan bingkisan dan dua dus buku kepada Rumah Dunia, yang saat itu diterima langsung oleh Presiden Rumah Dunia, Firman Venayaksa.
Bedah Koran Warta Kota
Serah terima sumbangan buku selasai. Gol A Gong, penasehat Rumah Dunia, mengambil alih acara. Dia lansung meminta pak Sulasdi dan kedua temannya, Tri Broto dan Andi Xiao Tian untuk duduk ke panggung menjadi pembicara bagi rekan-rekan yang sudah hadir menantikan kesempatan itu.
Sebanyak 20-an peserta yang tergabung dari peserta kelas menulis, dan perwakilan mahasiswa perguruan tinggi hadir di sana. Mereka menyaksikan dan menyimak dengan khusuk penjelasan yang disampaikan oleh pak Sulasdi, yang menjelaskan tentang sejarah Koran Warta Kota, “Koran Warta Kota berdiri sejak tahun 1999, yang merupakan anak kandung dari Koran Kompas. Awal-awal merintis, kami kesulitan dalam pendapatan oplah dan sirkulasi. Lalu, kami melakukan berbagai riset observasi lapangan untuk mengetahui apa yang menjadi hambatan-hambatan. Setelah itu, kami melakukan perubahan-perubahan. Mulai dari manajemen, konten isi Koran sampai ke pemasaran,” kata Sulasdi.
Setelah menjelaskan tentang sejarah Koran Warta Kota, langsung dilanjutkan dengan dialog interaktif. Sekitar tujuh orang peserta mengajukan pertanyaan kepada tiga wartawan dari Koran Warta Kota tersebut. Mulai dari pertanyaan tentang karakter tulisan sebuah Koran, pengadaan kolom, keistimewaan dari Koran Warta Kota, peluang menjadi wartawan, kesan-kesan menjadi wartawan dan lain sebagainya.
“Di Koran kami, tidak tersedia kolom berupa opini dan fiksi. Awal-awal berdiri kolom tersebut ada. Tapi, menginjak ke sini kami mencoba untuk berbeda dari kompetitor lainnya demi persaingan pasar yang semakin pesat ini, sehingga kolom tersebut ditiadakan. Mungkin, nanti, satu tahun atau dua tahun kedepan. Kolom tersebut ada di Koran kami,” ujar Tri Broto menuturkan dengan tegas dan memberi pemahaman tentang keberadaan Koran Warta Kota sebagai media cetak yang lain dari media cetak biasanya. Dan kata pak Tri Broto, memberitahukan kepada khalayak bahwa tidak lama lagi akan ada anak kandung dari Koran Warta Kota, bernama Tabloid Warta Kota Muda yang konten isinya membuka seluas-luasnya untuk pembaca mengisi tulisannya di sana.
Mengenai kelebihan atau keistimewaan dari Koran Warta Kota, ketiga rekan dari wartawan hanya menjelaskan dari segi penulisan berita yang beda karena di Koran Warta Kota penulisan berita menggambarkan peristiwa seperti di dalam layar televisi khususnya untuk berita kriminal dan menjelaskan tampilan Koran yang full color.
Koran Warta Kota juga disajikan untuk kalangan menengah agak ke atas dan ke bawah agak ke bawah. Tetapi, yang menjadi tujuan biasanya tentang pemberitaan kota sebagai cerminan untuk kaum urban yang hendak ke kota. “Jadi, sebelum ke kota. Kita harus tahu tentang kota tersebut. Aman atau tidak?” tegas pak Sulasdi, “Tahu sendiri, tindak kriminal di kota juga banyak. Jadi, pemberitaan-pemberitaan yang kami tulis di Koran Warta Kota sebagai informasi saja,” tambahnya.
Tiga rekan dari wartawan Koran Warta Kota, juga menjelaskan tentang ke dapur miliknya saja. Mereka juga berbagi pengamalan tentang dunia jurnalistik yang diakui sangatlah keras dan tidak mudah. Karena, dibutuhkan semangat dan keberanian untuk dekat serta akrab dengan nara sumber.
“Teman-teman sebelum turun ke lapangan. Harus tahu dulu, apa tujuannya, sehingga tidak menjadi simpang-siur. Selain itu, kita harus peka dan berusaha seakrab mungkin untuk dekat dengan nara sumber. Tidak boleh takut,” jelas Andi memaparkan pengalamannya ketika turun ke lapangan sebagai wartawa Koran Warta Kota Muda untuk meliput beberapa nara sumber yang diakuinya sangat familiar. “Intinya, teman-teman harus sering turun ke lapangan, agar terbiasa dan memahami medan. Jika kita sudah paham dan dekat dengan nara sumber, yakinlah semua akan dimudahkan dalam meliput,” tambahnya.
Di akhir acara tersebut, ketiga rekan wartawan Koran Warta Kota yang nama-namanya sudah disebutkan di atas, berharap dari teman-teman yang hadir pada sore itu jangan malas menulis, jika ingin menjadi penulis atau wartawan. Oleh karena, kesempatan itu begitu luas, dan jika tidak dimanfaatkan akan hilang begitu saja. Selain itu, juga teman-teman ditantang untuk mengisi tulisan di Koran Warta Kota kolom Warta Kota Muda.[ Muhzen Den: mahasiswa Diksatrasia FKIP Untirta dan Redpel www.rumahdunia.net]




January 24th, 2010 at 1:14 pm
Pada Foto, paling kanan (baju biru) GG dengan model rambut terbaru?
June 18th, 2010 at 12:37 pm
mohon sejarah harian warta kota ditulis secara lengkap dong, kalau berkenan tolong kirim ke alamat email saya. Saya butuh datanya untuk menyusun skripsi. Terimakasih.