ABDUL SALAM: SABET BEASISWA BEBAS SPP 4 BULAN

SABET BEASISWA BEBAS SPP

Oleh Harir Baldan

Pernahkah kamu mendapat penghargaan di sekolahmu? Kalau belum tidak perlu cemas ataupun panik. Biasanya, beasiswa diberikan pada pelajar berprestasi atau tidak mampu. Tapi kini, penghargaan itu bisa diraih karena menulis berita, cerpen, dan puisi. Sperti yang dialami Abdul Salam. HS., siswa SMP PGRI 1 Serang. Ingin tahu ceritanya lebih lengkap? Simak terus tulisan ini.

DITITIPKAN DI RUMAH DUNIA

Salam lahir dari pasangan H. Husni dan Hj Sherina. Ia adalah anak ke-5 dari enam bersaudara. Saat Salam lulus dari bangku SMP, keluarganya bimbang untuk mencarikan sekolah yang tepat untuknya. Kedua orangtuanya pun khawatir akan keselamatan Salam. “Dulu saya sempat mau dititipkan di masjid sebagai marbot (penjaga masjid-red). Tapi karena masih kecil, orangtua kuatir dengan kesehatan saya,” ujar Salam. Untungnya sang kakak, Rahmat Heldy H.S yang biasa disapa Rahel, kenal akrab dengan Gol A Gong pendiri Rumah Dunia. Akhirnya Salam yang kini berusia 17 tahun ini dititipkan di Rumah Dunia pada pertengahan Juni 2008.

Memilih sekolah pun sempat jadi perbincangan keluarga. Selain permasalahan biaya, waktu belajar pun jadi pilihan. “Awalnya mau ke MAN 2 Serang. Tapi karena jam belajarnya lama kakak saya (Rahel-red) lebih menganjurkan ke SMA PGRI 1 Serang. Alasannya lebih dekat, tidak memakan waktu di sekolah dan ada teman dari Rumah Dunia, “ pungkasnya.

ANAK PEMALU

Ketika awal-awal di Rumah Dunia, Salam mengaku sangat pemalu. Jangankan untuk bertanya saat diskusi, bertutur sapa dengan sesama relawan, atau tamu saja ia merasa malu. Apalagi tamunya perempuan. “Dulu saya pemalu banget saat disuruh bicara. Sekarang saya berani bahkan lebih banyak bicara,” kata remaja asal kampung Bojong, Waringin Kurung, Serang ini. Baru setahun setengah di Rumah Dunia, dampaknya sudah bisa dirasakan oleh lelaki kelahiran 16 Juni 1992 ini. Salam yang dulu dikenal kalem, pendiam, dan kuper, kini berubah 180 derajat. Di Rumah Dunia dia bisa mengakses buku-buku dengan gratis dan belajar apa saja terutama ilmu menulis: jurnalistik, cerpen, dan puisi.

Selain menulis, Salam bisa berteman dan berkenalan dengan siapa saja. Semakin banyak orang yang dia temui semakin banyak pula ilmu dan pengalaman yang dia dapatkan. Rasanya kurang lengkap bila bicara kemampuan tanpa dipadukan dengan bukti yang nyata. Ya, karya tulisnya pernah dimuat di media lokal: Essai-nya di Tabloid Kaibon, Puisi dan cerpen-nya di Radar Banten, Fajar Banten, dan Tribun Tangerang. Bahkan tulisannya dimuat media nasional; Annida online, Kompas.com, dan rumahdunia. com. Maka sangat wajar jika teman-teman sekelas dan gurunya membicarakan lelaki pemenang ke-2 Gebyar Bahasa Sastra Indonesia 2008 di Untirta, Serang ini. Dan klimaksnya, pada Sabtu (2/1/10) pekan lalu dia masuk sepuluh besar siswa yang meraih prestasi non akademik di kelasnya. Salam adalah salah satu siswa dari 80 murid SMA PGRI 1 Serang yang meraih Bantuan Keuangan Murid Miskin (BKMM) dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten. “Uang itu dialokasikan untuk bayar SPP selama 4 bulan,” kata Salam. Profesinya bertambah sejak 1 November 2009 lalu, selain pelajar SMA PGRI 1 Serang, dia juga termasuk salah wartawan Rumah Dunia.com.

TERUS BERKARYA

Salam tumbuh dari keluarga yang sederhana. Kendati begitu, dia tidak mudah putus asa dalam berkarya. Kemampuannya dalam berbicara pun diakui oleh gurunya, Ida Faridah. “Meski terkadang ia jarang masuk kelas, Salam sebenarnya rajin dan saya mengakuinya dia punya kelebihan dalam berbicara,” terang guru PPKN ini.  Masih menurutnya, semoga dengan meraih Beasiswa Bantuan dari pemerintah ini bisa menambah semangat belajarnya.Apa yang dituturkan Ida Faridah semoga dipegang teguh Abdul Salam. “Tetap terus berkarya,” ujarnya singkat.

GMC GARAP VIDEO PROFIL MAN 2 SERANG

SERANG- Sebagai sekolah berstandar Internasional, MAN 2 Serang yang berada di Jalan KH. Abdul Hadi No.3 Cijawa Serang, terus melakukan terobosan. Kali ini, agar lebih dikenal masyarakat luas, pihak MAN 2 Serang membuat profil lembaga selama tiga hari. Sementara harinya tidak berurutan. Shooting akan dilaksanakan pada Senin (18/1), Rabu (20/1), dan Sabtu (23/1). Untuk penggarapannya sendiri, MAN 2 mempercayakan pada Gong Media Cakrawala (GMC). GMC adalah Production House (PH) yang merupakan badan usaha Rumah Dunia. Menurut Aji setiakarya, pimpinan proyek ini, GMC sudah cukup berpengalaman dalam penggarapan company profile. “Kita pernah garap profil Banten dari Humas Pemprov dan juga profil Polda Banten,” ujar Aji.

Kru yang diturunkan sendiri adalah RG Kedung Kaban sebagai kamera 1, dan Renaldi sebagai kamera 2.  Sementara bagian unit produksi dihandle saya.

Selain aktivitas pelajara dan guru, gambar yang diambil pun meliputi peringatan upacara, ruang lab-lab; lab IPA, Bahasa Inggris, Agama, dan lab Komputer. “Meski capek, kami tetap berusaha professional,” ujar RG yang sudah berpengalaman dalam pembuatan film indie. [Ahmad Wayang]

ANTARA RABEG BANTEN DAN ARAB SAUDI

RABEG BANTEN DAN ARAB

Oleh Harir Baldan

Bicara Arab Saudi dengan Indonesia bukan hanya soal ibadah haji saja. Lebih dari itu, lanjutkan membaca »

WISMA BELAJAR HARMONIS UNTUK DEWASA

PANDEGLANG – Kumpulan Wahana Ispirasi Mahasiswa Unsera (Wisma) mengadakan acara Mentoring pada Minggu (17/1) di Kampung Wisata CAS Waterpark Royal Tirta Anugerah, Cikole Pandeglang. Event tersebut hanya diikuti dan diisi oleh para pengurus Wisma dengan tujuan mengevaluasi kinerja tim selama edisi, juga menjalin tali kekeluargaan, keakraban antar pengurus untuk tetap belajar lebih dewasa. “Tanpa disadari jika di antara kita masih ada yang kurang harmonis untuk saling menginformasikan tentang Wisma,” ungkap Didi Sulaeman, selaku Ketua Wisma di sela-sela rapat evaluasi.

Adapun acara yang telah disusun selain pembahasan evaluasi Wisma adalah game, pemilihan ketua pembentukan UKM Wisma, dan sharing. Sesi game dilakukan tak jauh dari tempat Outbond Kampung Wisata. Ada empat kelompok yang siap bersaing. Satu kelompok terdiri empat peserta. Pada sesi game tersebut dimulai dari orang pertama yang membawa sebuah pesan rahasia. “Kemudian orang pertama harus melewati rintangan menuju tempat orang kedua untuk menyampaikan pesan rahasia. Dan, begitu seterusnya hingga tersampaikan kepada orang keempat yang menunggu di ujung finis.” jelas Mahmudah, yang menjadi koordinator game tesebut. Peserta diharapkan menerapkan langsung keakraban, kekeluargaan, keharmonisan, dan kekompakan sesame peserta untuk saling bersaing dengan kelompok lainnya. Hal itu merupakan bagian dari aplikasi pembahasan Wisma yang baru dilakukan.

Sebelum pemilihan ketua pembentukan UKM Wisma dilakukan, para pengurus Wisma memberikan kejutan kepada Didi Sulaeman secara rahasia. “Hanya ini yang bisa kami berikan kepada kamu, Didi. Roti dan lilin saya dapatkan tadi malam (Senin malam- red)” ucap David, sebagai Dewan Penasehat dan Penggerak Wisma. Satu persatu para pengurus Wisma memberikan ucapan selamat kepada ketua Wisma. “Kami mohon maaf apabila pada pembahasan evaluasi Wisma tadi ada ucapan yangk kurang mengenakan dan membuat emosi. Kami ucapkan selamat ulang tahun yang ke-19, Didi.” katanya, menambahkan. “Terima kasih teman-teman, bagi saya ini lebih dari cukup dan sangat wah.” ucap Didi, singkat. Sesi selanjutnya, pemilihan ketua UKM Wisma.

Meski terlihat sederhana dan singkat dalam pemilihan ketua pembentukan UKM Wisma, akan tetapi para pengurus tetap menginginkan hasil maksimal untuk mendapatkan pemimpin yang bisa sigap dan tekun dalam menjalankan tugas bersama. Tak ada kandidat, semua pengurus yang hadir dipersilahkan memilih dan menuliskan nama siapa saja di kertas kecil secara rahasia. Hasil penghitungan suara terakhir, Royadi terpilih sebagai ketua pembentukan UKM Wisma. Royadi menggondol 7 suara, David 3 suara, Didi Sulaeman 4 suara, dan Romy Anggraeni 1 suara, sementara jumlah suara yakni 15 suara. Pemilihan tersebut disahkan secara simbolis dengan mengetuk botol sebanyak tiga kali. Dan, ketua pembentukan UKM Wisma meminta beberapa orang untuk membantu dalam pembentukan UKM tersebut, yakni Halimah (Sekretaris), Eliza Yundani (Bendahara), Dwi Citra dan Isnaeni Nurhadiyana (Dokumentasi dan Publikasi). Sukses Wisma![roygoozly]

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Full Story | July 18th, 2010