PAKET KREATIF RUMAH DUNIA SEHARGA RP. 100.000,-
Gola Gong | Jurnal RumahDunia | January 19th, 2010 | 1 Comment »
Rumah Dunia, lini sosial Yayasan Pena Dunia, berakta notaris Fachrul Kesuma Dharma, SH, nomor 006 tanggal 12 Juni 2006, mengawali kegiatan sepanjang tahun 2010 dengan pencanangan tema besar “Change with Reading” (CwR); ubahlah dirimu dengan membaca oleh HM Masduki, Wakil Gubernur Provinsi Banten pada 9 Januari lalu. Januari 2010 sebentar lagi usai, berganti Februari. Diskusi “Lebak Membara pada 16 Januari pun berhasil dilewati dengan menghadirkan pembicara Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah dan para tokoh pemuda Lebak.
UANG KAS
Rumah Dunia sebagai learning centre di jurnalistik, sastra, teater, seni rupa, dan film bagi masyarakat luas mencoba berpartisipasi meningkatkan kualitas generasi muda di Banten khususnya dan Indonesia umumnya. Fase membaca huruf sudah lewat, kini saatnya membaca dalam arti keseluruhan, mulai dari fenomena di sekitar (lokal) hingga tingkat global. Kini Rumah Dunia menggelinding ke tahun delapan sejak efektif 3 Maret 2002. Hari-hari bergulir dengan makna yang berbeda. Tergantung dengan warna apa mengguratkannya di kanvas. Hari-hari mengalir seperti air di sungai, terantuk batu-batu, atau setenang danau di tengah belantara tanpa riak.
Untuk mewujudkannya, Rumah Dunia pelan-pelan mencoba membebaskan tanah di pintu masuk. Areal seluas 1000 m2 sekarang dirasakan kurang. Alhamdulillah, berkat bantuan facebooker dan donatur perorangan dan perusahaan seperti U Saefudin Noor, Ahmad Mukhlis Yusuf, DR. Zulkieflimansyah SE MSc, Ganis Supriyadi, Fuad Hasyim, Iip Umar Rifai, Das Albantani, Herdy Prihanto, Riska Ruswandi, Tupperware, Marqueen, Belsoap, Suhud Media Promo, Elvy Z, Eva B, Annis D, Boyke Pribadi, Ariful Amir, Ferijanto, Deddy Mulya Sugih, Jay “Teroris” Abidin, Aneka Swalayan, Yayasan Nurani Dunia, Yayasan Tunas Cendekia, noval Y. Ramsis, Lawang Bagja, Nurhayati, Ipang Aja, Ochan, Yulia Eka, Lies YA, Muchtar Mandala, Donny Nandika, dan yang tidak bisa kami sebutkan namanya atau yang terlewat berhasil membebaskan tanah seluas 969 m2 pada September 2009. Kini tanah itu sudah digunakan sebagai Taman Rumah Dunia dan perpustakaan anak dengan menggunakan gerobak bajay library dan motor perpustakaan yang rusak.
Bahkan pembebasan tanah Rumah Dunia tahap kedua seluas 1873 m2 berhasil mengumpulkan uang sejumlah Rp. 145 jt. Sayangnya, pemilik tanah tidak mau dicicil, ingin cash. Harga tanah waktu itu semeter Rp. 150.000,-, total uang yang dibutuhkan Rp. 280.850.000,- Lalu sumbangan dari CSR Tupperware sebanyak Rp. 50 jt kami pergunakan untuk operasional Rumah Dunia sepanjang September – Desember 2009.Tersisa uang di kas Rumah Dunia sejumlah Rp. 104 jt.
Pada 18 Januari 2010, kami memutuskan membeli tanah lagi seluas 225 m2. Posisinya jika dari Taman Rumah dunia membentuk huruf “L”. Posisi Taman Rumah dunia berada di selatan, ditarik ke timur bersebelahan dengan tanah seluas 1873 m2 yang tidak berhasil dibebaskan, dan membelok ke barat; di sisi itulah tanah seluas 225 m2 kami beli. Harganya Rp. 250.000,-/m2. Setelah negosiasi, harganya dibulatkan jadi Rp. 55 jt. Kami bermimpi, tanah seluas 1873 m2 itu tahun ini berhasil kami bebaskan. Semoga ada sebuah perusahaan yang merelakan CSR kepada kami. Dari uang kas di Rumah Dunia yang tersisa Rp. 49 juta, musti dikeluarkan uang sebesar Rp. 10 jt untuk membuat surat akta jual beli tanah lewat perantara. Tanah seluas 969 m2 itu ternyata cukup rumit, berpindah tangan ke 4 orang kepemilikan.
Kini sisa uang kas Rumah Dunia sejumlah Rp. 39 juta. Kami berusaha agar uang kas ini tetap aman, karena niatnya diperuntukkan untuk membebaskan tanah. Alhamdulillah, untuk operasional dan kegiatan Rumah Dunia perbulannya, walaupun belum maksimal, beberapa donatur perorangan seperti Das Albantani, Ahmad Mukhlis Yusuf, Fuad Hasyim, Elvy Z, Nurhayati, Ochan, Deddy Mulyadi Sugih, Yulia Eka, Jay “Teroris”, Ipang, dan Herdy Prihanto rutin berbagi dengan kami.
SIAP TEMPUR
Jika melihat kegiatan sepanjang 2010, ciut hati kami. “Begitu kolosal,” komentar para relawan, saat kami menggodoknya di pantai Kelapa 7, Merak, pada 25 Desember 2009. Mungkinkah kami menjalankannya? Beberapa instansi di Banten hingga saat ini mendukung secara moril. Sedangkan perusahaan seperti XL Care dan Sampoerna Foundation sedang mempertimbangkannya. Semoga semuanya lancar.
Tapi walaupun minim dana, para relawan siap bertempur menghadapi beragam kegiatan regular, bulanan, tahunan, perayaan nasional, dan perayaan dunia. Aneka lomba kreativitas bagi anak-anak di Pesta Anak, Kado Lebaran, dan hari AIDS. Stimulus bagi pelajar dan mahasiswa di Perayaan Agustusan, World Book Day, Ode Kampung (Tenu Pencinta Indonesia), Festival teater, Festival marawis, Festival Film Pendek, diskusi dan bedah buku, dan Perayaan Provinsi Banten. Masyarakat umum seperti tukang ojek, petani, supir angkot, pedagang diberi ruang berekspresi dalam lomba pembacaan dan penulisisan puii wong cilik. Guru-guru bahasa Indonesia ditingkatkan kualitasnya dengan pelatihan penulisan. “Selalu ada orang baik yang mau berbagi dengan Rumah Dunia. Tuhan sudah merencanakan semuanya,” kata Gol A Gong, pendiri Rumah Dunia yakin.
Tapi, “Sayangnya perpustakaan keliling Rumah Dunia tahun 2010 ini tidak akan berlangsung,” Langlang Randhawa, Secretary General Rumah Dunia menjelaskan. Mobil bajay library dan motor perpustakaan sumbangan XL Care, Yayasan Nurani Dunia, dan Kelompok Pencinta Bacaan anak rusak, membutuhkan dana lumayan besar untuk memperbaikinya. “Tahun ini belum ada sponsor,” tambah Langlang.
GALANG DANA
Untuk menyiasati ini, Yayasan Pena Dunia sebagai lembaga yang menaungi, menggulirkan program “Galang Dana Paket Kreatif” seharga Rp. 100.000,- Menurut Gol A Gong, Ketua Yayasan Pena Dunia, “Selain menyumbang, mereka juga mendapatkan manfaat dari karya anak-anak Rumah Dunia.”
Paket kreatif Rumah Dunia seharga Rp. 100.000,- berupa CD album “Mencari Pelangi” Ki Amuk, 2 buku awal-mula Rumah Dunia; Menyusun Batu dan Bata, dan Dari Koran ke Koran. Plus stiker, gelas mug, dan pin Rumah Dunia. Ki Amuk pimpinan Firman Venayaksa, Presiden Rumah Dunia pada 2009, diproduseri Lawang Bagja, merilis CD album “Mencari Pelangi”, dimana lagu-lagunya berdasarkan puisi para penyair Banten. Paket kreatif ini akan dikirim lewat pos bagi yang di luar Banten (tidak termasuk luar negeri). Jika masih di sekitar Banten, jika memungkinkan akan diantar langsung.
KONTAK
Dengan galang dana penjualan paket kreatif Rumah Dunia ini, diharapkan kegiatan Rumah Dunia sepanjang tahun 2010 lancar dan terkendali. Kepada para donatur perorangan yang dengan setia berbagi rezeki dan terus menyemangati, melebihi gunung dan samudra, kami haturkan terima kasih.
Jika ada yang berkenan membantu gerakan kebudayaan Rumah Dunia dengan tema “Change with Reading” sepanjang 2010 ini, sudilah kiranya mentransfer ke :
BRI CABANG SERANG,
Atas nama : Yayasan Pena Dunia
Nomor Rek. : 0084 – 01 – 034240 – 50 – 5
BANK MUAMALAT CABANG SERANG
Atas nama: Asih Purwaningtyas C
Nomor Rek. : 9085 – 999 – 799
BCA CABANG SERANG
Atas nama : Asih Purwaningtyas C
Nomor Rek. : 245 – 188 – 5733
Untuk confirmasi kirim e-mail alamat surat dan bio-data.ke email: rumahduniakreatif@yahoo.com. Semoga lembaga, instansi/kantor yang Bapak/Ibu pimpin bisa mendukung gerakan literasi lokal mneuju Indonesia Membaca. Semoga niat baik kita mendapat ridho Allah SWT dan diberi kemudahan dalam mewujudkannya. Sumbangan Anda – insya Allah, akan mengubah hidup orang lain menuju ke arah yang lebih baik. Amien ya rabbalalamien.
Alamat RUMAH DUNIA:
Komplek Hegar Alam No. 40 Ciloang, Serang 42118, Banten.
Tlp 0254-224955, 0254 – 202861. E-mail: rumahduniakreatif@yahoo.com
Situs: www.rumahdunia.net, www.rumahdunia.com,




January 25th, 2010 at 8:07 pm
Menarik sekali, saya akan bergabung untuk ini….