SAYUTI: MEMBACA ITU KEBUTUHAN
langlang | Banten Star | January 18th, 2010 | No Comments »
MEMBACA ITU KEBUTUHAN
Oleh: Harir Baldan
Perkenalkan namaku Sayuti Zakariya (27). Aku anak semata wayang dari pasangan Zakariya dan Fatmawati. Sejak kecil aku sudah terbiasa hidup mandiri. Kemandirianku semakin terasa ketika bapakku meninggalkan ibu dan aku tanpa ada kejelasan. Otomatis semua kebutuhan keluarga dan sekolah aku yang menanggungnya sendiri. Peristiwa itu tepatnya waktu SMP, aku nyambi kerja di pencucian mobil hingga berlanjut ke SMA. Ternyata kesibukanku ini banyak menyita waktu dan pikiran. Bahkan untuk belajar saja aku jarang apalagi membaca paling sekedar hanya saja.
Penjual Klontong
Pada tahun 2004 aku melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAISMAN) Cabang Pandeglang di Cilegon. Namun lagi-lagi soal ekonomi yang membuatku terhalang. Dalam kurun waktu dua tahun lebih, rutinitas kuhabiskan untuk berkerja. Salah satunya berjualan barang-barang klontong; gayung, sikat, celengen, penggilesan, ember, bak, baskom, dan lain-lain selama tiga bulan. Akhirnya pada tahun 2007 aku kembali menduduki kursi kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Citangkil, Cilegon. Karena kompetisi di kampus sangat dasyat, alhasil, membaca bukan lagi sekedar hobi tapi karena tuntutan kebutuhan. Apalagi kini aku menggeluti dua profesi; Kuliah sambil mengajar di Madrasah Diniyah Kubang Sari 1 Cilegon.
Sehari aku bisa meraup satu buku bacaan ukuran kecil. Aku lebih suka buku-buku fiksi, motivasi, ilmiah dan Islami. Karena gemar membaca, maka hobiku bertambah yaitu nulis artikel dan puisi. Aku menulis artikel terinspirasi dari buku karya Totok Djuroto, M. Si, dan Bambang Supriyadi, M. Si, tentang penulisan artikel dan karya ilmiah. Sedangkan puisi aku curahkan apa yang ada dalam pikiran saja. Berawal dari hal inilah aku kenal dengan Pak Saiful Bahri, tetanggaku, yang kini menjabat sebagai ketua KPU Cilegon.
Menjadi Duta CwR
Aku kenal Rumah Dunia lewat cerita Pak Saiful. Nah, ketika Rumah Dunia mengadakan lomba duta “Change With Reading”, Sabtu (9/1) lalu, aku tertarik untuk mengikuti kompetisi tersebut, kendati di dunia tulis menulis karyaku belum pernah “nyantol” alias belum pernah diterbitkan sama sekali. Dan luar biasanya, aku terpilih sebagai pemenang duta CWR untuk tingkat perguruan tinggi. Harapanku semoga melalui Rumah Dunia Change With Reading bisa dilaksanakan kembali. Sedangkan visiku adalah membuat komunitas baca Mahasiswa di Cilegon dan mengembangkannya. Rumah Dunia sudah membuktikannya kini semoga Pemerintah Provinsi serius membasmi buta aksara di Banten ini.





Leave a Reply