Vica Nourma Lietha: PERNAH MERASA RENDAH DIRI

advert

PERNAH MERASA RENDAH DIRI

Rendah diri adalah gejala satu pribadi yang kurang mampu dalam melihat eksistensi dirinya pada tatanan kehidupan sosial. Sehingga dengan begitu, pribadi yang terjangkiti “virus” rendah diri tersebut cenderung mengklaim keberadaan dirinya berbeda dan merasa tidak berguna di hadapan orang lain. Jika perasaan semacam ini tidak dilawan, bukan mustahil dapat membentuk pribadi yang eksklusif dan membuatnya tidak dapat bersosialisasi dengan baik.

Tapi lain lagi yang terjadi dengan Vica Nourma Lietha, gadis kelahiran Bogor pada 7 Maret 1986 yang memiliki segudang prestasi di bidang akademik maupun non akademik ini justru berangkat dari pribadi yang rendah diri.

Dituturkan Vica, semasa dirinya duduk di bangku SD, perekonomian keluarganya sempat mengalami goncangan. Karenanyalah Vica merasa secara ekonomi dirinya tidak sama dengan orang lain, dan dengan sendirinya Vica merasa rendah diri. Apalagi pada saat itu anak ke-2 dari 3 bersaudara pasangan M.D. Bacrudin S. dengan Lelly Roosiana ini tergolong bukan anak pintar.

“Saat saya duduk di bangku SD kelas IV, saya pernah meraih rangking ke 48 dari jumlah 49 orang murid,” kenang gadis penyuka kue pisang molen ini. Karenanyalah Vica merasa tidak punya apa-apa untuk dibanggakan. Yang terpikirkan oleh Vica kala itu, dirinya mesti pintar agar dapat diterima di pergaulan. Sejak saat itulah Vica menjadi anak yang rajin belajar. Alhasil, dari tahun ke tahun nilai rapor Vica berkembang baik dengan rata-rata meraih rangking III.

Saat duduk di bangku SMA, karir akademik Vica kian menonjol. Ini dibuktikan dengan Vica yang meraih beasiswa prestasi hingga lulus kuliah dari Universitas Tirtayasa (Untirta) Fakultas Hukum. Dan saat menjadi mahasiswi Untirta, Vica juga pernah meraih juara 1 debat hukum tingkat Universitas. Bukan hanya itu, gadis yang bercita-cita menjadi pengacara dan presenter berita ini lulus dari Untirta dengan cumlaude.

Selain prestasi akademik tersebut, sejak masih duduk di bangku SMA hingga kini, Vica juga sering mendapat juara di bidang non akademik. Seperti menjadi finalis putri Indonesia, juara II Duta Wisata Cilegon, dan masih banyak lagi prestasi lainnya. Kini gadis yang memiliki hobi baca koran ini tengah meniti karir sebagai seorang presenter berita di sebuah telivisi lokal di Banten.

“Memotivasi diri bisa berangkat dari mana saja. Yang terpenting kita tidak pernah patah semangat,” tutur gadis yang mengidolakan presenter berita Rosiana Silalahi ini. [RG]

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010