Vica Nourma Lietha: PERNAH MERASA RENDAH DIRI
langlang | Banten Star | January 15th, 2010 | No Comments »
Rendah diri adalah gejala satu pribadi yang kurang mampu dalam melihat eksistensi dirinya pada tatanan kehidupan sosial. Sehingga dengan begitu, pribadi yang terjangkiti “virus” rendah diri tersebut cenderung mengklaim keberadaan dirinya berbeda dan merasa tidak berguna di hadapan orang lain. Jika perasaan semacam ini tidak dilawan, bukan mustahil dapat membentuk pribadi yang eksklusif dan membuatnya tidak dapat bersosialisasi dengan baik.
Tapi lain lagi yang terjadi dengan Vica Nourma Lietha, gadis kelahiran Bogor pada 7 Maret 1986 yang memiliki segudang prestasi di bidang akademik maupun non akademik ini justru berangkat dari pribadi yang rendah diri.
Dituturkan Vica, semasa dirinya duduk di bangku SD, perekonomian keluarganya sempat mengalami goncangan. Karenanyalah Vica merasa secara ekonomi dirinya tidak sama dengan orang lain, dan dengan sendirinya Vica merasa rendah diri. Apalagi pada saat itu anak ke-2 dari 3 bersaudara pasangan M.D. Bacrudin S. dengan Lelly Roosiana ini tergolong bukan anak pintar.
“Saat saya duduk di bangku SD kelas IV, saya pernah meraih rangking ke 48 dari jumlah 49 orang murid,” kenang gadis penyuka kue pisang molen ini. Karenanyalah Vica merasa tidak punya apa-apa untuk dibanggakan. Yang terpikirkan oleh Vica kala itu, dirinya mesti pintar agar dapat diterima di pergaulan. Sejak saat itulah Vica menjadi anak yang rajin belajar. Alhasil, dari tahun ke tahun nilai rapor Vica berkembang baik dengan rata-rata meraih rangking III.
Saat duduk di bangku SMA, karir akademik Vica kian menonjol. Ini dibuktikan dengan Vica yang meraih beasiswa prestasi hingga lulus kuliah dari Universitas Tirtayasa (Untirta) Fakultas Hukum. Dan saat menjadi mahasiswi Untirta, Vica juga pernah meraih juara 1 debat hukum tingkat Universitas. Bukan hanya itu, gadis yang bercita-cita menjadi pengacara dan presenter berita ini lulus dari Untirta dengan cumlaude.
Selain prestasi akademik tersebut, sejak masih duduk di bangku SMA hingga kini, Vica juga sering mendapat juara di bidang non akademik. Seperti menjadi finalis putri Indonesia, juara II Duta Wisata Cilegon, dan masih banyak lagi prestasi lainnya. Kini gadis yang memiliki hobi baca koran ini tengah meniti karir sebagai seorang presenter berita di sebuah telivisi lokal di Banten.
“Memotivasi diri bisa berangkat dari mana saja. Yang terpenting kita tidak pernah patah semangat,” tutur gadis yang mengidolakan presenter berita Rosiana Silalahi ini. [RG]





Leave a Reply