PERGI MERANTAU DEMI MENCARI PENGHIDUPAN
langlang | Jawara | January 15th, 2010 | No Comments »
Tak terasa sudah separuh abad usiaku kini. Aku pun kini sudah tua. Jika kukenang masalaluku, aku tersadar separuh usiaku telah kuhabiskan dengan hidup berpindah-pindah dari satu kota ke kota lainnya. Ya, tepatnya 25 tahun yang silam, aku pertamakali pergi meninggalkan tempat kelahiranku di Desa Salaman, Magelang, Jawa Tengah.
Hidup menjanda dengan dua orang anak memang tidaklah mudah, keadaan itulah yang membulatkan tekadku untuk merantau demi penghasilan yang lebih baik. Sangat kebetulan, saat itu ada seseorang kenalanku yang bersedia membawaku ke Tanjung Karang, Lampung, untuk bekerja.
Tapi sifat manusia memang tidak mudah diterka, ternyata ia punya niat buruk, sesampainya di kota yang dijanjikannya itu, aku ditempatkannya di rumah bordil. Aku dipaksanya melayani laki-laki hidung belang. Aku bersikeras menolak. Mereka pun menyekapku. Namun petolongan Tuhan memang selalu datang kepada setiap orang yang membutuhkan, ada seorang lelaki yang bersedia menebusku dengan harga mahal ke mucikari di rumah bordil tersebut hanya untuk membebaskanku. Lelaki itu pun akhirnya menikahiku.
Berjalan satu tahun, suratan memisahkan aku dan suamiku itu karena ketidak cocokan. Aku pun kembali merantau dari satu kota ke kota lainnya dengan cita-cita yang masih sama, yakni dapat membawa pulang uang ke kampung halaman untuk merubah hidup keluargaku. Dari mulai pulau Bali, Bangka dan masih banyak kota lainnya aku singgahi. Di kota-kota itu aku bertahan hidup dengan berdagang angsongan berbagai mainan anak-anak. Bahkan aku pun pernah menjadi TKI ke Malaysia selama dua bulan, namun karena tidak mendapat gajih aku memutuskan pulang kembali ke Indonesia.
Karena mimpi-mimpi itulah yang hingga membawaku sampai di Kota Serang ini. Saat ini setiap hari aku menjajakan balon lumba-lumba dari mulai Royal dan Alun-alun Kota Serang. Saat malam larut tiba, aku terpaksa tidur mengemper di area Rumah Sakit Umum Serang, karena aku memang tidak sanggup membayar uang kost. Hidup memang keras, tapi aku akan tetap berjuang melewatinya![RG]





Leave a Reply