MASJID AGUNG KOTA SERANG: PUSAT KEAGAMAAN WARGA SERANG

advert

PUSAT KEAGAMAAN WARGA SERANG

Masjid Agung Serang yang terletak di Jl. Veteran 43 Kota Serang, adalah masjid sentral bagi kegiatan keagamaan warga Kota Serang. Berbagai kegiatan yang bersifat membangun kesadaran rohani, wawasan dan intelektualitas islam seperti diskusi kerap diadakan di masjid ini. Setiap harinya masjid ini pun selalu dikunjungi oleh warga sekitar dan warga luar Serang untuk menunaikan kewajiban sholat fardhu. Sementara untuk Hari Jum’at, selain dipadati para jemaah sholat jum’at, area masjid ini juga berubah menjadi pasar kaget. Para pedagang kakilima menjajakan berbagai barang-barang murah meriah, dari mulai perlengkapan sholat dan barang-barang umum.

Masjid yang didirikan pada masa kepemimpinan Bupati Serang R.T. Condronegoro (1849-1870) ini juga memiliki berbagi fasilitas lain, seperti perpustakaan, gedung serbaguna Islamic Center dan pusat pengobatan murah. Dijelaskan Roni Chaeroni, humas Masjid Agung Serang, ini adalah upaya agar keberadaan Masjid Agung Serang dapat bermanfaat tidak sebatas bagi kebutuhan fasilitas ibadah ritual, tapi menjangkau aspek yang lebih luas lagi.

“Untuk pemiliharaannya Masjid Agung Serang memiliki total karyawan sebanyak empat puluh orang yang bertugas mengurusi kebersihan, keamanan dan tugas-tugas lainnya,” terangnya.

Masjid atap tumpak tiga yang sempat dibongkar dan dibangun ulang pada tahun 1990 dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat R. Nuriana pada tahun 1994 ini beberapa struktur bangunannya meniru Masjid Agung Banten. Seperti pada beberapa umpak Masjid Agung Serang yang mirip dengan umpak di Masjid Agung Banten.

Ditambahkan Roni, Masjid Agung yang memiliki sebuah menara ini memiliki lahan seluas 2,6 hektar, namun lahan sekitar 1 hektar masih ditempati oleh penduduk sekitar. “Rencananya lahan tersebut akan dibangun untuk menambah luas Masjid Agung, namun kapan waktunya belum dapat dipastikan, karena segala persiapan kearah sana belum ada,” tuturnya.[RG]

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010