RAMPAK BEDUG MERIAHKAN CHANGE WITH READING

advert

SERANG – Rampak bedug merupakan kesenian traditional dan spirit Banten, yang kini berkembang di wilayah Banten sebagai bentuk kesenian hiburan serta daya tarik pariwisata. Berawal dari tradisi ngadu bedug yang sering dilakukan masyarakat pada malam takbiran Idul Fitri maupun Idul Adha. Dengan seiring zaman kini rampak bedug dikalaborasikan dengan gerak tari dan silat, serta bunyi-bunyi perkusi khas Banten lainnya yang membawa keceriaan.

Seperti dalam acara pencanangan Cahange With Reading (CwR) yang digelar di Rumah Dunia pada Sabtu (9/1), paguyuban UKM Pandawa dari Kampus Untirta menunjukan kebolehannya memainkan Rampak Bedug di hadapan HM Masduki – Wagub Banten, Kadisdik Banten, Presiden Rumah dan segenap relawan Rumah Dunia, Direktur Penmas Depdiknas, Forum Indonesia Membaca, para peserta CwR dan pengunjung lainnya.

Selama kurang lebih lima menit Pandawa beraksi memainkan rampak Bedug. Kekompakan menabuh bedug, gerak tari, hingga pencak silat dipertunjukan dengan kalaborasi yang apik oleh para mahasiwa Untirta itu. Sebagai penata tari dan musik adalah Rohendi S.pd. Tak heran jika para penonton sangat berantusias menyaksikannya, bahkan banyak yang mengabadikan dengan mefoto atau merekam dengan vidio.

UKM Pandawa berdiri sejak tanggal 21 Juli 2005. konsisten dengan tari tradisi dan kontemporer. ”Ini sebagai wujud penghargaan dan mengembangkan tradisi lokal. Pasalnya jaman sekarang, kalangan muda lebih tertarik pada kesenian modern dan meninggalkan kesenian tradisional.” kata Samsul sebagai ketua UKM Pandawa memberikan alasan kepada Wartawan rumahdunia.com di sela persiapan perform.

Delama seminggu rutin latihan, yaitu pada hari rabuh dan jumat. Menurut Samsul, siapa pun asal mahasiwa Untirta boleh bergabung dan tanpa seleksi. ”yang terpenting bagi kita ada minat dan kemauan, nanti kita didik sampai bisa,” jelasnya lagi. Para pengajar didatangkan dari berbagai sanggar di Banten, sala satunya adalah Bapak Rohendi S.pd dari Pandeglang.

”Untuk saat ini, sebaiknya pertunjukan kesenian traditional harus sering ditampilkan di muka umum. Lagian kalau setiap event hiburanya musik pop, band, atau dangdutan kayanya udah biasa dan gak menarik lagi. Ya kalau seperti ini kan kelihatannya asik dan beda, malah jarang kan kita melihatnya? Kesenian traditional paling lebih sering ditampilakn diacara formal pemerintahan saja,” kata Ninis, seorang pengunjung asal Tangerang yang sengaja datang untuk melihat Rumah Dunia.

Memang sudah sepatutnya kita sebagai generasi muda harus lebih menghargai dan mengembangkan budaya lokal yang sudah dibangun oleh nenek moyang kita beberapa abad yang lalu. Budaya lokal adalah identitas jati diri sebuah bangsa, merupakan aset besar yang harus terus terjaga dan dikembangkan hingga dikemudian hari.  (Rama Rahmat)

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010