RUMAH KREATIF RAMAIKAN CHANGE WITH READING
langlang | Pendidikan | January 12th, 2010 | 3 Comments »
SERANG – Apa yang kamu biasa hadiahkan untuk cewek atau temanmu di saat ulang tahun? Bunga, coklat, atau mungkin baju? Jika itu semua sudah terasa biasa, kamu bisa coba yang lain. Kalau perlu aneh, unik dan kreatif. Tapi apakah itu?
Nah, ngomongin soal kreatif kamu bisa berkunjung ke sebuah komunitas yang bernama Sanggar Rumah Kreatif yang berada di Jalan Raya Banten-Lopang, Serang. Di sana kalian akan banyak menemukan barang unik hasil dari oleh anak-anak kreatif. Ada celengan, pin atu bros, bingkai poto, kotak tisyu, tempat pensil, rumah Baduy, asbak dan lain-lainnya. Mereka menamakan diri dengan kreatif karena untuk membuat seni kriya mereka cukup menyediakan cat timbul, lem fox, selebihnya mengandalkan dari barang bekas; kardus, botol, kaca dan juga dari alam semisal pasir laut, daun pete, biji pete, biji sagu, alang-alang dan lain-lain. Nah, jika kamu berkunjung ke Rumah Kreatif, kamu bukan hanya dapat kado istimewa tapi juga dapat ilmu kreatifnya.
PROSES KREATIF
Awalnya Sanggar Rumah Kreatif dibuka hanya untuk siswa-siswi SMPN 3 Kota Serang, tepatnya pada tahun 2004-2005 dengan lokasi bertempat di sekolah tersebut. Tapi karena di luar banyak anak-anak yang nongkrong, akhirnya kami buka untuk umum. “Di Kota Serang kan banyak anak-anak yang putus sekolah dan nganggur. Nah, dari pada waktunya tidak dimanfaatkan lebih baik ngumpul biar ada karya,” tutur Ahyadi (27) guru seni SMPN 3 Kota Serang. Lantas, bagaimanalkah awal proses kreatifnya?
Masih menurut Ahyadi, ide kreatif itu didapat ketika dirinya jalan-jalan ke pantai. Waktu itu dia diminta kado ulang tahun oleh teman SMP-nya. “Waktu itu saya tidak punya uang untuk membelikan kado. Karena rumah saya dekat pantai, lalu saya bereksperimen dengan membuat hiasan pasir laut,” kenangnya. Nah, dari sanalah teman-teman sekolahnya banyak memesan barang-barang hiasan itu pada Ahyadi. Seiring waktu berjalan kreatifitasnya ini ternyata mendatangkan rupiah. Alhasil biaya sekolahnya pun terbantu dari keahliannya membuat kerajinan tangan.
PRESTASI
Rumah Kreatif Ahyadi tidak hanya diikuti siswa-siswinya saja, melainkan sudah dibuka untuk umum. Terhitung sampai tahun 2009 lalu, Rumah Kreatif yang didirikannya sudah memiliki 26 anggota yang terdiri dari pelajar SMPN 3 Kota Serang, SMA, anak-anak putus sekolah, dan umum. Fadly (17), salah satu peserta yang berasal dari Lopang mengatakan, dia sangat tertarik ketika diajak oleh temannya untuk bergabung dengan Sanggar Rumah Kreatif. “Senang sekali saya bisa bergabung dengan Rumah Kreatif karena di sini saya bisa banyak belajar membuat seni kriya,” ujar Fadly yang mengaku lulusan SD ini.
Fadly juga menambahkan, di Rumah Kreatif dirinya berharap semoga ia juga sukses dan suatu saat ingin buka usaha sendiri. “Mudah-mudahan kelak saya bisa mandiri,” imbuhnya.
Selain seni kriya, Rumah Kreatif juga mengajarkan les tari, les musik, seni lukis dan menggambar. Kendati anggotanya masih didominasi anak-anak pelajar tapi bicara prestasi tak perlu diragukan lagi. Contohnya Asep Bidin yang berhasil menyabet dua gelar sekaligus juara 1 se-Kota Serang lomba kriya dan seni lukis. Selain itu ada juga menjadi juara 1 lomba seni kriya se-Provinsi, juara 1 lomba lukis se-Provinsi dan yang prestasi terbaik diraih oleh Andri Yunas kelas 3 SMPN 3 Kota Serang dengan meraih gelar ke-4 tingkat nasional di Jogjakarta tahun 2009.
Untuk pemasarannya sendiri, selain buka stand di Basecamp, Rumah Kreatif mendistribusikan hasil karya-karyanya di hotel, rumah makan di sepanjang Anyer, buka stand pameran dan terkadang gelar di Alun-alun Kota Serang. Perkembangan jaman yang semakin modern, membuat jarak tak berarti lagi. Hal itupun berpengaruh terhadap para peminat yang ingin memesan bisa menghubungi website-nya di www.aditiga.blogspot.com atau (087871466153: Adhie).
CHANGE WITH READING
Sebagai bentuk partisipasi remaja Banten dalam mendukung gerakan literasi, pada pencanangan Change With Reading yang dihelat Rumah Dunia pada Sabtu (9/1) kemarin, Rumah Kreatif pun turut meramaikan pameran komunitas literasi. Pada acara yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Banten, HM. Masduki, Kadindik Banten Eko Endang Koswara, Kadisdik Kota Serang Hafidzi,MA dan perwakilan dari Yayasan kesetiakawanan Jakarta, Ahyadi berharap semoga di acara ini bisa mendorong semangat anak-anak muda lebih berkreatif lagi. “Selain membaca juga mesti kreatif, karena kalau kreatif tidak pernah bangkrut,” ujar warga asli Anyer ini. Terkait dengan pencangan Change With Reading ini, Ahyadi berharap semoga di tahun 2010 dan seterusnya warga Banten lebih kreatif dan buta aksaranya semakin berkurang. Karena sebagaimana kita tahu, semakin masyarakat buta aksara, maka pintu-pintu kreatif sulit ditemukan. [Harir Baldan]




January 12th, 2010 at 5:14 pm
Jadwal les seni kriyanya kapan dan jam berapa, pak Adhie? kasih kabar, ya? Terima Kasih.
January 14th, 2010 at 10:12 pm
hari selasa & kamis” Thank to Rumah dunia …..atas terbuka pintu untuk kami..
February 4th, 2011 at 9:23 am
asl, lam knal fren ! sy mau jadi mitra atau sharing ilmu dan pengalaman, bagaimana sy bs ketemu ? ini telp sy : 021-94974747 atw FB : akmalafid@yahoo.com. trims