SERANG- Betapa enak dan nyamannya jika kita membaca buku dengan kondisi angin semilir. Gemericik air sungai yang halus. Atau betapa nikmatnya melahap buku dengan sofa empuk dan ditiupi air conditioner (AC) yang sejuk. Angkah bahagia dan bangganya saya jika saya melenggang ke gedung perpustakaan yang megah seperti mall setiap hari. Tapi, kayaknya itu mimpi ya! Apalagi di Banten.
Tahu elpiji? Tahu dong. Pernah ke agennya. Kalau pernah pasti kita akan mendengar suara benturan tabung elpji yang bergemelentrang bising. Pernahkah kita membayangkan, jik ada sebuah perpustakaan yang begitu dekat dengan pabrik Elpiji? Bahkan bertetanggan dan saling merapat mesra. Apa jadinya jika sedang membaca sebuah buku di dalam perpustakaan itu, lalu tiba-tiba terdengar suara kelontrangan tabung-tabung gas elpiji beradu? Bisa pusing kepala dan tak ada ilmu bisa yang masuk. Percuma dong ke perpus! Apalgi jika suara tabung Elpiji makin lama makin nyaring terdengar. Sudah barang tentu sangat menggganggu konsentrasi saat membaca? Berisik dan yang pasti tidak asyik!
Ya, sekirannya suasana seperti itu yang terjadi pada Kantor Perpustakaan Dan Arsip Daerah (KPAD) Kota Serang, yang berada di Jalan Yumaga No 35 B Serang. Tepat di sisi kanan dan kirinya diapit dua pabrik gas Elpiji.
Kantor sekaligus Perpustakaan Daerah yang hanya berukuran sekitar 20 X 6 m itu sudah cukup banyak dikunjungi anak-anak TK dan SD sekitar. “Pengunjung dari mahasiswa dan umum itu jarang,” kata Jefri (29) pengurus Perpustakaan Daerah menjelaskan saat ditemui Sabtu (2/1) yang lalu.
Saat itu Jefri sedang bersantai di ruangan baca. Di sebelahnya, terlihat ada beberapa buku yang sudah dipak dalam kardus berukuran besar. “Rencananya Senin depan KPAD mau pindah di Ciceri, tapi untuk tempat jelasnya dimana, saya belum tahu,” tutur Jefri yang sudah jadi pengurus di KPAD selama 5 bulan ini.
Amriti M Noer, selaku Kepala Seksi Perpustakaan Daerah Kota Serang membenarkan perkataan Jefri. Saat ditemui Senin (4/1) di kantor Pemerintah Kota Serang, Amriti yang sedang membuka mobil perpustakaan keliling menjelaskan kapan KPAD Kota Serang akan pindah. “Rencananya bulan Januari ini kami akan pindah,” kata Amriti. “Tapi, waktunya masih belum pasti. Kita masih menunggu, nanti dipindah di ruangan bekas Pak Wali Kota itu,” imbuh Amriti yang terus berharap agar KPAD bisa lekas pindah.
Sementrara untuk koleksi buku yang ada di KPAD Kota Serang sudah mencapai 5000-an exsemplar buku, ditambah dengan adanya sumbangan dari Perpustakaan Nasional, dimana selain mendapatkan mobil perpustakaan keliling KPAD juga mendapatkan 678 judul buku, pada ahir tahun 2009 lalu.
Menurut Amriti, terkait KPAD Kota Serang yang harus pindah, alasannya sudah sangat jelas. Selain tidak nyaman dan berisik karena KPAD diapit dua pabrik tabung gas Elpiji, pengunjung tidak layak sebuah perpustakaan berada di kawasan yang tidak strategis. “Mana bisa konsentrasi baca di situ (KPAD), kan Mas sendiri sudah lihat kondisinya?” kata Amriti meminta tanggapan balik.
Ke depannya, Amriti berharap dengan pindahnya kantor KPAD Kota Serang, bisa jadi lebih nyaman dan bagus. Ditambah dengan sudah adanya pemberian mobil perpustakaan keliling dari Perpustakaan Nasional. Hal ini diharapkan bisa membantu meningkatkan minat baca pada masyarakat. “Semoga ada peningkatan SDM, dan peningkatan taraf hidup pada masyrakat dengan adanya perpustakaan keliling ini.” katanya dengan mantap. Kita lihat saja! Apakah itu akan segera terwujud? Salam. [Ahmad Wayang]