PARA DUTA CHANGE WITH READING
Gola Gong | Gonjlengan | January 4th, 2010 | No Comments »

Oleh Gol A Gong
Buta aksara di Indonesia jadi fenomena. Disinyalir sekitar 10 juta penduduk di Indonesia masih buta aksara. Mendiknas, Bambang Sudibyo, merasa yakin 2010 nanti angka buta aksara bisa diredam hingga ke 7 juta jiwa. Bagaimana dengan di Banten? Bambang Sudibyo pada puncak Perayaan Hari Aksara Internasinal (HAI) yang dipusatkan di Kota Cilegon, Banten, Selasa (8/9) dalam sambutannya mengatakan, “Supaya tidak ada lagi warga buta aksara, wajib belajar sembilan tahun mesti bisa dinikmati semua warga. Kita perkuat terus wajib belajar.”
TEMA
Sementara, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengklaim Provinsi Banten telah berhasil menjalankan program pemberantasan buta aksara dengan baik dan mencapai sasaran. Jika sekitar lima tahun lalu, warga buta aksara mencapai 500 ribu lebih warga, pada tahun 2009 bisa berkurang tinggal sekitar 155 ribu warga. “Kini Banten masuk sepuluh besar provinsi terkecil memiliki penyandang buta aksara. Prestasi ini cukup menggembirakan dan mesti terus ditingkatkan supaya semua warga melek aksara,” kata Atut.
Maka Rumah Dunia yang didirikan pada 3 Maret 2002, merupakan lini sosial Yayasan Pena Dunia, berakta notaris Fachrul Kesuma Dharma, SH, Nomor 006 tanggal 12 Juni 2006, mencoba berpartisipasi dalam bentuk kegiatan sepanjang 2010 dengan tema Change with Reading”, yang diartikan sebagai “Ubahlah dirimu dengan Membaca”. Rumah Dunia sebagai learning centre di bidang jurnalistik, sastra, teater, seni rupa, dan film bagi masyarakat luas mengajak waraga pelajar dan mahasiswa di Indonesia umumnya dan Banten khususnya memasuki fase membaca dalam arti keseluruhan, mulai dari fenomena di sekitar (lokal) hingga tingkat global.
MOTIVASI
Melalui tema “Change with Reading”, kegiatan di Rumah Dunia sepanjang 2010 dimaksudkan memotivasi seluruh lapisan masyarakat agar aktif membaca dan secara terus-menerus menyebarkan spirit bahwa dengan membaca bisa mengubah hidup kita menuju ke arah yang lebih baik.
Membaca di sini tidak hanya secara tertulis, tetapi juga yang tersirat, seperti mendiskusikan fenomena kedaerahan (lokal) hingga tingkat yang lebih luas lagi, yakni fenomena nasional bahkan global (dunia).
Tujuan yang diharapkan dari gerakan Change with Reading ini adalah membuka wawasan, mengubah pola pikir, dan meningkatkan kualitas hidup dengan memulai dari kegiatan membaca dan berdiskusi.
DUTA
Untuk mengampanyekan gerakan “Change With Reading” di Banten, maka Rumah Dunia bekerjasama dengan Banten Raya Post, Dinas Pendidikan Provinsi Banten dan Serang Kota mengumpulkan para duta “Change with Reading”; mulai dari pelajar tingkat SD, SLTP, SLTA hingga mahasiswa di perguruan tinggi negeri/swasta pada Sabtu, 9 Januari 2010, pukul 09.00 – 17.00 WIB, bertempat di Rumah Dunia. Pada hari itu akan ada pencanangan “Change with Reading” bersama HM. Masduki, Wakil Gubernur Banten. Siapa saja boleh datang untuk meramaikan acara.
Selain pencanangan, para duta “Change with Reading” tingkat SD dan SLTP saling mengasah ekspresi dalam lomba menggambar poster. Sedangkan duta SLTA dan perguruan tinggi berkompetisi menuangkan gagasannya tentang “Change with Reading” dalam bentuk essay serta mempresentasikannya di depan dewan juri.
Dengan cara seperti ini, para duta “Change with Reading” sanggup memotivasi teman di sekolah dan kampus, bahkan /masyarakat sekitar agar aktif membaca, dan secara terus-menerus menyebarkan spirit bahwa dengan membaca bisa mengubah hidup kita menuju ke arah yang lebih baik. Mereka juga diberi kesempatan mengadakan acara dengan tujuan membuka wawasan teman/masyarakat sekitar, misalnya dengan memulai dari kegiatan membaca dan berdiskusi di sekolah/kampus.
DISKUSI
Selain lomba menggambar poster dan menulis essay bagi para duta “Change with Reading”, pada hari pencanangan itu juga akan ada pameran komunitas literasi serta bazaar buku murah, orasi oleh Ahmad Mukhlis Yusuf (Direktur LKBN Antara), pentas teater Remaja Ciloang dengan lakon “Waktu yang hilang”.
Tentu menu diskusi menjadi bumbu penyedap, yaitu Diskusi Interaktif dengan tema “Change with Reading: Mengubah Hidup dengan Membaca”. Para pembicaranya Eko Endang Koswara (Kadindik Prov. Banten), DR. H. Zulkieflimansyah, SE, MSc, Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D (Dirktur Penmas Depdiknas), dan Wien Muldian (Direktur Forum Indonesia Membaca).
Puncak acara Pencanangan “Change with Reading” oleh Wakil Gubernur Banten, dengan cara membagikan buku kumpulan karya tulis Duta CWR dan menuliskan testimony pada sebidang kanvas, diikuti oleh Ahmad Mukhlis Yusuf, Eko Koswara, Zulkieflimansyah, Ella Yulaelawati dan Wien Muldian.
BIAYA
Pencanangan “Change with Reading” akan dihadiri sekitar 400 orang dan memutuhkan biya sebesar Rp. memakan biaya sebagaibikut Rp. 15.000.000,- untuk kesekretariatan, perlengapan seperti menyewa tenda, kursi, dan sound sytem. Konsumsi peserta menyedot anggaran besar. Biaya lainnya untuk kepentingan publikasi (liflet, spandk, dan backdrop, serta hadiah bagi para pemenang lomba.
Jika ada perusahaan yang tertarik bekerjasama dalam bentuk barter; menyumbang konsumsi, misalnya, tentu akan meringankan beban anggaan. Tapi cara lain yang kami lakukan adalah “Galang Dana Rp. 50.000,-“ Itu sudah kami mulai dari para relawan. Jika Anda tertarik menyumbang langsung transfer saja ke BCA Serang, nomor rekening 245 188 5733, atas nama Asih Purwaningtyas C. Sumbangan Anda akan mengubah hidup orang lain. Insya Allah, barokah dan bermanfaat. (*)




Leave a Reply