KETAN BINTUL COCOK UNTUK SARAPAN

advert
Ketan bintul Bu Ones di pasar tumpah Taman Sari, Royal, Serang

Ketan bintul Bu Ones di pasar tumpah Taman Sari, Royal, Serang

Apa menu sarapan kamu pagi ini? Nasi uduk, bubur ayam, atau lontong sayur? Kalau kamu bosan dengan itu semua, kamu bisa sarapan ketan bintul. Lho, emang ada? Bukannya ketan bintul ada di bulan Ramadhan aja? Umumnya memang pada bulan puasa, tapi sekarang tidak lagi. Jika penasaran, kamu bisa mengunjungi wisata kuliner di pasar tumpah Taman Sari Royal, Pasar Lama dan Pasar Induk Rau di Serang.  Kamu bakalan menemukan panganan yang terbuat asli dari ketan itu.

RIWAYAT

Tak ada yang tau pasti kapan ketan bintul dikenal masyarakat. Namun, seperti ditulis Harian Umum Pelita pada 31 Desember 2009, ketan bintul sudah akrab di warga Banten sejak abad ke-15. Konon, panganan ini digemari Sultan Maulana Hasanuddin, pangeran panutan kerajaan Banten pada waktu itu.

Luar biasa! Padahal makanan yang terbuat dari beras ketan ini adalah panganan rakyat jelata. Tapi Sultan Maulana Hasanuddin menyukai panganan ini, terutama saat berbuka puasa. Akhirnya menjadi tradisi bila seseorang berbuka puasa dengan ketan bintul, karena itu menghargai dan menghormati Sultan. Dan ada kebanggaan tersendiri saat menikmatinya. Hal itu dibenarkan Abdul Salam (17 th). Menurut warga Waringinkurung itu, “Buka puasa tanpa ketan bintul rasanya kurang pas.”

Ketan bintul okeWARGA SUKA

Ternyata ketan bintul digemari warga Banten tidak hanya saat puasa. Meski animo pembeli tak seramai di bulan Ramadhan, tapi ketan bintul Ones (47) tetap laris manis. ”Sehari saya bikin 10 liter, alhamdulillah habis,” ujar Ones, pedagang dari kampung Cikeusal. Kebanyakan pembelinya dari warga Serang.

Untuk mencicipi legitnya ketan bintul, kamu cukup merogoh kocek Rp 500,00-/iris yang sudah dibungkus daun. Murah’ kan?! “Enak, apalagi makannya ditemani kopi atau teh,” kata Agung (19) warga Cimuncang Sukasari yang memborong ketan bintul sebanyak 14 biji. Lain halnya Nawiyah (47), wanita asal Cipare, Serang, ini sudah sering berlangganan. “Saya beli 15 biji untuk dijual lagi,” tutur Nawiyah.

TARIK WISATAWAN

Menilik database Disporasenibud Kota Serang tahun 2009, ketan bintul termasuk salah satu dari tiga puluh tujuh panganan khas Banten. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Seksi Adat dan Nilai Budaya, Baini S.pd. “Ketan Bintul dan Nasi sumsum juga termasuk panganan khas Banten,” ujar Baini. Kondisi panganan tersebut hingga saat ini terus hidup dan berkembang lanjut Baini,“Tetap dilestarikan aja,” ujarnya singkat.

Namun apa yang dituturkan Baini tak sepadan dengan pengakuan Teguh (45). Staf Pusat Bahasa Indonesia itu mengatakan baru mencicipi ketan bintul di Rumah Dunia saat menggelar “Bengkel Sastra” pada 3 – 4 Desember 2009. “Ketan bintul ini saya baru nyoba,” akunya.

Bagaimana ini promosinya? Bahkan untuk promosinya, Baini sudah mengusulkan ke Pemkot Kota Serang. “Sudah diusulkan pada 2010, database sudah dimasukkan. Tapi belum mampu untuk membuatnya,” tambah Baini lagi. Oh, pantas saja turis nusantara seperti Teguh baru nyoba. Lha wong usulannya aja baru 2010. (Harir Baldan)

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010