KAMPUNG CIWARU DI SERANG KOTA INGIN MAJU

advert

CiwaruKAMPUNG CIWARU INGIN MAJU

“Libur telah tiba, libur telah tiba, hatiku gembira…!” Pasti kamu pernah mendengar penggalan lirik lagu, yang dipopularkan oleh penyanyi cilik, Tasya. Lagu itu memberi pesan tentang liburan sekolah. Hari libur yang lumayan panjang, yakni sepuluh hari membuat kita ingin berlama-lama. Apalagi di Banten banyak sekali objek wisata laut seperti di Anyer dan Carita, wisata sejarah di Banten Lama dna gunung Santri.  Tapi kalau kamu ingin merasakan tantangan baru, cobalah wisata kampung. Wisata ini murah-meriah, tidak membuat kantong jebol! Kamu bisa menggunakan sepeda atau jalan kaki.

RIWAYAT

Kalian sudah pernah berkunjung ke Ciwaru? Bagi yang tinggal di kota Serang jaraknya lumayan dekat. Kamu bisa menyusuri jalan Pusri, Kemang arh ke Rumah Dunia. Setiba di perempatan Kampung Ciloang, ambil arah ke kiri. Tapi awas! Hati-hati, jalanya berbatu-batu, masih berupa pengerasan, belum diaspal. Sekitar 500 meteran, kamu akan menumukan kampung Ciwaru.

Menurut Ketua Rukun Tetangga 01/06, Mad Salim (51), dahulu kampung ini banyak ditumbuhi pohon waru. Selain itu untuk menambah sejarah kamu, di kampung yang termasuk keluarahan Banjar Agung, ini dahulu pernah dibom oleh pasukan Belanda. Hal itu ditandai dengan pengakuan Mad Salim terkait keberadaan dua tokoh perjuangan seperti Almarhum Lurah Usuludin dan lurah Wawih. “Menurut cerita haji Markawi yang sudah berumur 73 tahun, kampung Ciwaru pernah dibom oleh Belanda,” urai Mad Salim.

Ciwaru mesjid comSetelah itu warga kampung Ciwaru terpecah dua kelompok; ada kampung Tegal Ipik dan Ciwaru. Perbatasan kedua warga tersebut adalah saluran air yang mengaliri  kolam masjid. Pemicunya adalah keberadaan dua Masjid di Ciwaru dan Tegal Ipik. “Dahulu di dua kampung ini ada dua Masjid,” tutur H. Markawi sesepuh kampung Ciwaru. Karena jumlah penduduknya sedikit dan tidak sesuai hukum agama lanjut Markawi, “Atas musyawarah bersama akhirnya dua masjid tersebut dibongkar.” Namun karena ada gendang penca silat warga kembali bersatu dengan mengusung nama kampung Ciwaru.

Selain itu, masih menurut Mad Salim, kampung ini dijuluki “kampung pengrajin”. Pasalnya di kampung ini banyak pembuat tempe dan ketupat. “Saya usaha tempe sejak tahun 70-an,” akunya.

MODERN

Seiring waktu, pertumbuhan penduduk warga Ciwaru terus bertambah. “Karena banyak, kami bagi dua rukun tetangga,” ujar Mad Salim yang pedagang tempe. Untuk RT 01/06 tambahnya, berjumlah 120 KK, sedangkan RT 02/06 berjumlah 125 KK.

Selama pantauan penulis, perkembangan di kampung pengrajin tempe ini sudah modern. Itu ditandai dengan sebagian kecil warga yang memiliki kendaraan mobil dan motor. Selain itu hampir seluruh warga memiliki alat elektronik semisal televisi, radio, tape, magic jar, dan kulkas. Kendati demikian rumah-rumah arsitektur tua juga masih berdiri kokoh.

Selain meningkatnya jumlah penduduk, faktor Sumber daya manusia di kampung pengrajin ketupat ini sudah ada yang mengikuti program belajar pemerintah sembilan tahun. “Pendidikan warga sudah ada yang SMP sampai SMA,” ujar lelaki berkumis ini. Namun, tak sedikit juga yang putus sekolah. “Kemungkinan besar karena faktor biaya dan ekonomi kelas bawah,” urai Asnawi (32) minantu Mad Salim.

Hal ini pun mempengaruhi dengan mata pencaharian warga, yang  kebanyakan pedagang seperti penjual tempe, ketupat dan sayuran. Namun ada juga sebagai petani garapan, kuli pabrik di Serang dan Jakarta.

Sebetulnya sejak tahun 2008 sudah ada Madrasah dan TK Paud. Dibangunnya kedua tempat belajar tersebut, agar anak-anak terus bisa belajar. Dan untuk pembiayaannya hanya dikenakan bayaran bulan Rp 5000,00. Tapi kini TK tak lagi menggelar kegiatan belajar lagi. “Karena guru-guru yang ngajarnya sudah tidak lagi praktik,” ujar Asnawi.

Pembangunan madrasah dan TK adalah hasil dari swadaya masyarakat. Untuk Ada madrasah yang berdiri sejak tahun 2008, yang dibangun hasil swadaya masyarakat. “H. Muzakir dan lurah Banjar Agung, H. Sohkari juga turut membantu,” pungkas Mad Salim.

Jalan rusakJALAN RUSAK

Sejatinya kampung Ciwaru, Kelurahan Banjar Agung, Kota Serang, ini termasuk kawasan yang strategis. Hanya berjarak seratus meter dari kawasan Kota Serang Baru (KSB), dan Kantor Walikota Serang yang kini sedang dibangun.

Harapan tinggi sudah selayaknya diutarakan warga yang berjumlah 245 KK, ini kepada Pemerintah Kota Serang. Seperti dikatakan Mad Salim, rukun warga 01/06 ini meminta kepada Pemerintah setempat agar memajukn kampung Ciwaru. Terutama jalannya yang rusaknya minta ampun. “Tolong status jalan diperbaiki, sudh bertahun-tahun hanya pengerasan batu saja. Juga tolong dibantu warga-warga yang tak mampu dan banyak anak yang putus sekolah,” terang Mad Salim.

Harapan perubahan pun sama diinginkan Asnawi (32). Suami Sumiati ini menginginkan dibukanya lapangan kerja, apalagi jarak kantor walikota sedang dibangun dan Banten TV sangat dekat. “Utamakan warga yang dekat, yaitu Ciwaru. Jangan yang dari luar,” harapnya. (Harir Baldan)

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010